Thursday, February 28, 2008

3 Mahasiswa Unhas Masih Diperiksa di Polisi

Sumber: Surat Kabar Tribun Timur, Makassar

Kamis, 28-02-2008 | 14:39:17 
3 Mahasiswa Unhas Masih Diperiksa di Polisi
Laporan: M Anshor/Mursalim. tribuntimurcom@yahoo.com
 
Makassar, Tribun - Hingga saat ini tiga orang mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Sulsel, masih diperiksa secara intensif di Polsekta Tamalanrea, Makassar. Mereka diperiksa sebagai saksi pada tawuran yang berlangsung Selasa (26/2) di kampus merah.
 
Ketiga mahasiswa berasal dari dua fakultas yang berbeda. Satu orang adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi Unhas dan dua orang lainnya merupakan mahasiswa fakultas ilmu sosial dan ilmu politik (FISIP). Mereka diperiksa sejak pukul 11.30 wita hingga saat ini.

Dari pantauan wartawan surat kabar Tribun Timur, Makasssar, beberapa menit lalu, kondisi Unhas berlangsung normal. Proses perkuliahan kembali normal seperti tidak ada yang sedang terjadi.

Pihak kepolisian sampai saat ini masih berjaga-jaga di Unhas meskipun jumlahnya sudah berkurang.(*)

Tribun Timur, Selalu yang Pertama

Ada peristiwa menarik?
SMS www.tribun-timur.com di 081.625.2233
email: tribuntimurcom@yahoo.com

Hotline SMS untuk berlangganan koran Tribun
Timur, Makassar (edisi cetak) : 081.625.2266.
Telepon: 0411 (8115555) (lim)
 

--
Tribun Timur, Surat Kabar
Terbesar di Makassar
www.tribun-timur.com

Wednesday, February 27, 2008

Opini di Tribun Timur tentang Televisi Kabel di Daerah oleh Anggota KPID Sulsel



Rabu, 27-02-2008 
Spirit Cianjur untuk Televisi Kabel
Opini Tribun
 
Oleh: A Taddampali, Wakil Ketua KPID Sulawesi Selatan

Pada tanggal 19 - 22 Februari 2008, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menyelenggarakan Rapat Pimpinan (rapim) KPI Bidang Perizinan di Hotel Yasmin, Cianjur, Jawa Barat, yang diikuti oleh seluruh Koordinator Bidang Perizinan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) se Indonesia.
 
Salah satu agenda rapim dan mendapat perhatian yang cukup serius adalah persoalan televisi kabel.
Perkembangan penyiaran di Indonesia memang cukup pesat. Hanya saja, perkembangan itu tidak dibarengi dengan perluasan jangkauan siaran melalui pendirian menara pemancar di berbagai daerah. Masih ada daerah yang belum terjangkau oleh siaran televisi. Ceruk pasar inilah yang dimasuki oleh para pengusaha televisi kabel yang saat ini marak bermunculan di berbagai daerah di Indonesia.
Televisi kabel dibangun untuk mengatasi kesulitan penerimaan siaran televisi yang dialami oleh daerah-daerah dengan penerimaan sinyal yang buruk dan bahkan tidak ada sinyal sama sekali atau obstacle. Caranya cukup sederhana. Operator televisi kabel menangkap siaran melalui antena parabola lalu men-sharing atau menyambungkan kepada pelanggannya melalui kabel coaxial tanpa bisa melakukan sensor siaran atau konten.
Serat Optik
Keberadaan televisi kabel semacam ini memang tidak lepas dari sejarah penyiaran kita. Prihadi Murdiyat menyebutkan bahwa kabel telah menjadi penghubung yang efektif antara operator siaran televisi dan pelanggannya. Menurut literatur, sistem televisi kabel pertama dibuat pada tahun 1948 dengan menggunakan kabel jenis twin head. Kabel ini berbentuk pita seperti yang dipasang pada televisi hitam putih.
Sistem berikutnya dibuat pada tahun 1950 dan telah menggunakan kabel coaxial. Kabel ini tersusun dari konduktor dalam yang diselimuti isolator dan konduktor luar seperti yang dipasang antara antena dan pesawat televisi saat ini. Pada perkembangan selanjutnya, media penghubung itu juga memanfaatkan jaringan microwave, satelit, dan kabel serat optik.
Pada tahun 1948, Ed Parson yang tinggal di Astoria, Oregon, membuat sistem community antenna television (CATV) dengan media kabel twin head dan dipasang dari satu atap rumah ke atap rumah lain. Lalu pada tahun 1950 Bob Tarlton membangun sistemnya di Landford, Pennsylvania, dengan menggunakan kabel coaxial yang dipasang pada tiang. Model inilah yang kemudian banyak digunakan oleh penyelenggara televisi kabel, termasuk yang marak di berbagai daerah di Indonesia.
Pada perkembangan selanjutnya, bisnis televisi kabel telah menjadi lahan yang menggiurkan. Keuntungan yang diperoleh dari usaha ini lumayan besar. Maka bermunculanlah para pengusaha televisi kabel di daerah. Ada yang mempunyai pelanggan hingga ratusan rumah, tetapi ada juga yang mempunyai pelanggan puluhan rumah saja.
Tidak Senafas
Namun saat ini masih sering terjadi persinggungan diantara para pengusaha televisi kabel di daerah. Pemicunya juga beragam. Tetapi yang paling sering adalah akibat persaingan usaha dan perebutan pelanggan. Di salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan bahkan ada dua pengusaha televisi kabel yang bersitegang dan berujung pada bentrok fisik. Untuk menarik pelanggan, bahkan ada kasus pengusaha televisi kabel yang menyiarkan video porno. Kini kasusnya sudah ditangani oleh kepolisian.

Memang semestinya di Indonesia ada regulasi tentang lembaga penyiaran berlangganan yang yang di dalamnya termasuk yang akan menggunakan satelit, teresterial, dan kabel. Penggunaan satelit biasanya untuk lingkup nasional, sedangkan penggunaan teresterial adalah untuk nasional dan lokal, sementara penggunaan kabel hanya di tingkat lokal.
Ketentuan Umum Pasal 1 Ayat 1 Undang-Undang No. 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran (UU Penyiaran) menyebutkan; Penyiaran adalah kegiatan pemancarluasan siaran melalui sarana pemancaran dan/atau sarana transmisi di darat, di laut atau di antariksa dengan menggunakan spektrum frekuensi radio melalui udara, kabel, dan/atau media lainnya untuk dapat diterima secara serentak dan bersamaan oleh masyarakat dengan perangkat penerima siaran.
Berdasarkan ketentuan itu, maka televisi kabel masuk dalam domain penyiaran. UU Penyiaran sendiri hanya mengakomodir empat lembaga penyiaran, yakni Lembaga Penyiaran Publik, Lembaga Penyiaran Swasta, Lembaga Penyiaran Komunitas, dan Lembaga Penyiaran Berlangganan (Pasal 13 Ayat 2). Sesuai dengan model pemancarluasannya yang hanya diterima oleh para pelanggannya, maka televisi kabel tergolong Lembaga Penyiaran Berlangganan.
Untuk teknis pelaksanaannya, Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 52 Tahun 2005 tentang Penyelenggaraan Penyiaran Lembaga Penyiaran Berlangganan. Namun PP tersebut rupanya tidak senafas dengan praktik penyelenggaraan televisi kabel. Frame pembuatan PP tersebut adalah praktik televisi berlangganan seperti Indovision, Cable Vision, dan semacamnya, sehingga syarat administrasi dan perizinannya sangat berat bagi pengelola televisi kabel di daerah. Akibatnya, terjadi pelanggaran copyright atau hak cipta di bidang penyiaran oleh penyelenggara televisi kabel.
Rapim KPI di Cianjur itu kemudian melahirkan berbagai rekomendasi terkait televisi kabel. KPI berpendapat bahwa maraknya televisi kabel di berbagai daerah di Indonesia, terutama di wilayah blank spot, adalah merupakan potensi lokal yang sangat berkaitan erat bagi kepentingan distribusi informasi dan ekonomi masyarakat daerah yang perlu mendapatkan perhatian.
Berdasarkan asas manfaat yang dianut dalam UU Penyiaran, televisi kabel telah membantu upaya redistribusi siaran kepada masyarakat yang berada di wilayah blank spot atau dengan kualitas siaran televisi yang kurang baik. Untuk itu, televisi kabel harus diarahkan agar dapat berjalan sesuai dengan koridor hukum dan peraturan yang berlaku.
Rapim KPI juga mengamanatkan agar segera disusun konsep peraturan yang dapat mengakomodir keberadaan televisi kabel serta penyusunan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 dan SPS) yang mengatur tentang Lembaga Penyiaran Berlangganan.
Yang menarik, Rapim juga mengamanatkan agar KPI Pusat berkoordinasi dengan Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) untuk menyusun sebuah Peraturan Menteri (Permen) atau Surat Keputusan Bersama terkait dengan Lembaga Penyiaran Berlangganan agar dapat menyerap aspirasi keberadaan televisi kabel.
Rekomendasi-rekomendasi dari Rapim KPI di Cianjur itu sedikit banyak telah melegakan berbagai pihak, terutama yang terkait dengan televisi kabel. Ada semangat baru untuk menjalankan tugas dan kewajiban KPI sesuai amanat UU Penyiaran, salah satunya adalah menjamin masyarakat untuk memperoleh informasi yang layak dan benar sesuai dengan hak asasi manusia.
Bagi pengusaha televisi kabel sendiri diharapkan membentuk asosiasi dan menetapkan kode etik bersama agar ada aturan yang bisa ditaati bersama. Asosiasi ini juga yang nantinya akan melakukan kerja sama dengan penyelenggara Lembaga Penyiaran Berlangganan yang sesungguhnya dan selama ini kontennya telah dimanfaatkan oleh pengusaha televisi kabel untuk disiarkan kepada para pelanggannya.
Tentunya kerja sama itu melalui perhitungan bisnis yang disepakati bersama. Misalnya asosiasi televisi kabel inilah yang akan mengurus soal biaya hak cipta penyiaran dari masing-masing anggotanya. Dengan demikian, tidak ada lagi pelanggaran hak cipta seperti yang selama ini terjadi.

Spirit Cianjur itu telah memberikan harapan baru kepada semua pihak. Kita berharap status hukum televisi kabel di daerah akan semakin jelas. Dengan demikian masyarakat sebagai pengguna juga akan semakin nyaman menerima siarannya dan pada akhirnya akan mendorong terbentuknya masyarakat informasi di daerah-daerah. Yang tak kalah pentingnya, spirit Cianjur telah menjadi tanda semakin membaiknya hubungan antara KPI dan Pemerintah, dalam hal ini Depkominfo.

Tribun Timur, Selalu yang Pertama

Ada peristiwa menarik?
SMS www.tribun-timur.com di 081.625.2233
email: tribuntimurcom@yahoo.com

Hotline SMS untuk berlangganan koran Tribun
Timur, Makassar (edisi cetak) : 081.625.2266.
Telepon: 0411 (8115555) (***)
 

--
Tribun Timur, Surat Kabar
Terbesar di Makassar
www.tribun-timur.com

Tuesday, February 26, 2008

Kronologis Tawuran Unhas Versi Polisi

Sumber: Surat Kabar Tribun Timur, Makassar

Selasa, 26-02-2008 | 19:06:12 
Kronologis Tawuran Unhas Versi Polisi
Laporan: Muhammad Anshor, tribuntimurcom@yahoo.com
 
Makassar, Tribun - Tawuran Unhas yang menyebabkan 11 korban luka menurut Wakapolresta Makassar Timur Kompol Roh Hadi yang memantau langsung ke lokasi tawuran, insiden tersebut berawal keributan di kantin Jasbog (Jasa Boga) Fakultas Teknik.
 
Keributan tersebut diduga melibatkan dua kelompok mahasiswa yaitu mahasiswa fakultas teknik dan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).

Keributan tersebut berbuntut panjang ketika sekitar 20-an mahasiswa teknik, mencari mahasiswa fisip yang terlibat keributan dengan anak fisip. Di antara mahasiswa yang menyerang dari arah fakultas teknik ada juga yang membawa balok kayu.

"Memang katanya ada penyerangan ke fisip dan itu awal dari tawuran. Kami masih menyelidiki lagi, sementara belum ada mahasiswa yang diamankan," kata Roh Hadi.

Tawuran tersebut melibatkan empat fakultas yaitu fakultas teknik, Fisip, Sastra, Ekonomi melawan mahasiswa Fakultas Teknik.(*)

Tribun Timur, Selalu yang Pertama

Ada peristiwa menarik?
SMS www.tribun-timur.com di 081.625.2233
email: tribuntimurcom@yahoo.com

Hotline SMS untuk berlangganan koran Tribun
Timur, Makassar (edisi cetak) : 081.625.2266.
Telepon: 0411 (8115555) (rir)
 

--
Tribun Timur, Surat Kabar
Terbesar di Makassar
www.tribun-timur.com

Mahasiswa Unhas Tawuran Lagi

sumber: Surat Kabar Tribun Timur, Makassar
http://www.tribun-timur.com/view.php?id=65807&jenis=Makassarhttp://www.tribun-timur.com/view.php?id=65807&jenis=Makassar
Selasa, 26-02-2008 | 15:35:43 
Mahasiswa Unhas Tawuran Lagi
Laporan: Mursalim/Ansor/Meli. tribuntimurcom@yahoo.com
 
Makassar, Tribun - Mahasiswa universitas terbesar di Indonesia timur, Universitas Hasanuddin (Unhas), tawuran lagi Selasa (26/2) pukul 14.15 wita. Tawuran ini dipicu oleh pemukulan yang terjadi pada Kamis (14/2) di Balai Prajurit M Jusuf saat mahasiwa Teknik Unhas menggelar malam inaugurasi.
 
Tawuran yang terjadi saat ini diduga merupakan kelanjutan dari pemukulan yang terjadi pada malam inaugurasi tersebut. Ketika itu mahasiswa fakultas teknik dipukul oleh mahasiswa fakultas ekonomi.

Dewi, wartawan Identitas Unhas, melaporkan, tawuran ini sudah memakan sejumlah korban. Dari kedua belah pihak. Beberapa mahasiswa terlihat berdarah di bagian kepalanya.

Sampai saat ini tawuran ini masih berlangsung dan belum berhasil dihentikan oleh aparat keamanan kampus. Pihak kepolisian juga belum tiba di lokasi kejadian.(*)

Tribun Timur, Selalu yang Pertama

Ada peristiwa menarik?
SMS www.tribun-timur.com di 081.625.2233
email: tribuntimurcom@yahoo.com

Hotline SMS untuk berlangganan koran Tribun
Timur, Makassar (edisi cetak) : 081.625.2266.
Telepon: 0411 (8115555) (lim)

--
Tribun Timur, Surat Kabar
Terbesar di Makassar
www.tribun-timur.com

Monday, February 25, 2008

HMI di Makassar Demo Kecam Pemuatan Kartun Nabi

Sumber: Surat Kabar Tribun Timur, Makassar
HMI di Makassar Demo Kecam Pemuatan Kartun Nabi
Laporan: Jumadi Mappanganro. jum_tribun@yahoo.com
 
Makassar, Tribun - Belasan mahasiswa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Universitas 45 Makassar siang ini berunjukrasa di depan kampusnya di Jl Urip Sumoharjo, Makassar.
 
Mereka mengecam ulah sejumlah media massa di Denmark, Swiss, Spanyol, dan Belanda beberapa hari lalu yang kembali memuat karikatur yang disimbolkan Nabi Muhammad SAW seperti pernah dimuat Jylland Posten Denmark.

Aksi kader komunitas hijau hitam ini juga meminta agar produk-produk asal Denmark tidak diperdagangkan di Indonesia, terlebih di Kota Makassar. Pasalnya, negara Denmark dinilai turut menyakiti hati umat Islam.

Akibat aksi mahasiswa tersebut arus lalulintas di depan kampus Universitas 45 hingga di depan Kampus UMI sedikit terganggu. Kendaraan bermotor terpaksa harus berjalan pelan. Pasalnya, aksi mahasiswa ini mengambil sebagian badan jalan Urip Sumoharjo. (*)


Tribun Timur, Selalu yang Pertama

Ada peristiwa menarik?
SMS www.tribun-timur.com di 081.625.2233
email: tribuntimurcom@yahoo.com

Hotline SMS untuk berlangganan koran Tribun
Timur, Makassar (edisi cetak) : 081.625.2266.
Telepon: 0411 (8115555) (wid)

--
Tribun Timur, Surat Kabar
Terbesar di Makassar
www.tribun-timur.com

Saturday, February 23, 2008

Check out my Facebook profile

facebook

Check out my Facebook profile


I set up a Facebook profile with my pictures, videos and events and I want to add you as a friend so you can see it. First, you need to join Facebook! Once you join, you can also create your own profile.

Thanks,
Febric

Here's the link:
http://www.facebook.com/p.php?i=1110170857&k=S4G6P5P54WTF6EAHUEX4S&r&v=2
See who else has invited you to Facebook:
Riyan MangkuraRiyan Mangkura
0 friends
0 photos
This e-mail may contain promotional materials. If you do not wish to receive future commercial mailings from Facebook, please opt out. Facebook's offices are located at 156 University Ave., Palo Alto, CA 94301.

Pemeran Film Bandung With Love Suka Coto Makassar


Sumber: Koran Tribun Timur, Makassar

Sabtu, 23-02-2008 | 20:56:27 
Pemeran Film Bandung With Love Suka Coto Makassar
Laporan: Meliana Bory. mhellonk_ftuh@yahoo.com
 
Makassar, Tribun - Pemeran utama pria film From Bandung With Love, Richard Kevin, rupanya sudah dua kali ke Kota Makassar. Baik artis, wisatawan, ataupun hanya sekadar singgah ke kota yang dijuluki kota Anging Mammiri ini, tidak bakalan merasa afdal jika tidak mencoba masakan khasnya.
 

Hal inipun juga dirasakan Richard Kevin. Dua kali kunjungannya ke kota ini, hidangan coto Makassar, merupakan makanan yang menjadi favorit sekaligus dirindukannya.

"Gue paling suka makan makanan satu ini, aroma dan rasanya enak," tuturnya saat mengikuti kegiatan road show fil From Bandung With Love, di SMA Kartika Chandra Kirana (Kachak) Makassar, tadi siang. Kegiatan tersebut digelar oleh Telkomsel.

Selain Kevin, salah seorang pemain pendukung di film yang diproduseri oleh Lghthouse Production itu, Lulu, juga hadir dalam kegiatan itu. Meski baru pertama kali menginjak kota yang sudah berusia 400 tahun ini, Lulu, sangat penasaran dengan rasa yang didapatkan dari sop konro.

"Pokoknya hunting makanan, salah satunya sop konro wajib dilakukan. Saya mau rasa masakan khas yang satu itu," katanya yang disertai senyuman. (*)



Tribun Timur, Selalu yang Pertama

Ada peristiwa menarik?
SMS www.tribun-timur.com di 081.625.2233
email: tribuntimurcom@yahoo.com

Hotline SMS untuk berlangganan koran Tribun
Timur, Makassar (edisi cetak) : 081.625.2266.
Telepon: 0411 (8115555) (asw)
 

--
Tribun Timur, Surat Kabar
Terbesar di Makassar
www.tribun-timur.com

Wednesday, February 20, 2008

Febric Fitriansyah wants to chat

-----------------------------------------------------------------------

Febric Fitriansyah wants to stay in better touch using some of
Google's coolest new
products.

If you already have Gmail or Google Talk, visit:
http://mail.google.com/mail/b-47724b57ed-9ba4794365-f1c42520bd494be7
You'll need to click this link to be able to chat with Febric Fitriansyah.

To get Gmail - a free email account from Google with over 2,800 megabytes of
storage - and chat with Febric Fitriansyah, visit:
http://mail.google.com/mail/a-47724b57ed-9ba4794365-edfd20037c

Gmail offers:
- Instant messaging right inside Gmail
- Powerful spam protection
- Built-in search for finding your messages and a helpful way of organizing
emails into "conversations"
- No pop-up ads or untargeted banners - just text ads and related information
that are relevant to the content of your messages

All this, and its yours for free. But wait, there's more! By opening a Gmail
account, you also get access to Google Talk, Google's instant messaging
service:

http://www.google.com/talk/

Google Talk offers:
- Web-based chat that you can use anywhere, without a download
- A contact list that's synchronized with your Gmail account
- Free, high quality PC-to-PC voice calls when you download the Google Talk
client

Gmail and Google Talk are still in beta. We're working hard to add new features
and make improvements, so we might also ask for your comments and suggestions
periodically. We appreciate your help in making our products even better!

Thanks,
The Google Team

To learn more about Gmail and Google Talk, visit:
http://mail.google.com/mail/help/about.html
http://www.google.com/talk/about.html

(If clicking the URLs in this message does not work, copy and paste them into
the address bar of your browser).

Makassar Kotor, Di Mana Petugas Kebersihan



Makassar Kotor, Di Mana Petugas Kebersihan



BEBERAPA pekan terakhir, pusat Kota Makassar terlihat sangat kotor. Sampah busuk berserakan di pinggir beberapa ruas jalan.
Beberapa saat yang lalu, sampah menumpuk di trotoar Jl Gunung Bawakaraeng, sekitar 50 meter dari traffic light.
Masuk ke Jl Cenderawasih, keadaan lebih parah. Tidak jauh dari kampus Akpar, sampah menumpuk di tepi jalan. Sampah juga terlihat persis di depan kampus Akpar.
Bergerak sedikit, persis di samping pintung gerbang lorong Baji Bicara, sampah menumpuk tak terangkut.
Sampah-sampah yang jorok itu bersaing dengan pemandangan baliho para calon wali kota.
Di Jl Andi Tonro, pengguna jalan tidak hanya dipusingkan oleh sampah yang berserakan setiap hari di luar kontainer sampah di samping kampus YPUP.
Kontainer sampah itu diletakan begitu saja setiap hari nyaris di tengah jalan sehingga kerap menjadi sumber kemacetan.

--
Kabar dari Makassar
www.tribun-timur.com

Saturday, February 16, 2008

Kepedulian Sosial di Hari Valentine

Sabtu, 16-02-2008
Kepedulian Sosial di Hari Valentine
Oleh
Ulfiani Rahman
Anggota kelompok diskusi Menara Ilmu

Jika hari valentine sudah disiapkan dengan segudang rencana yang hanya menyenangkan sesaat, marilah mencoba melakukan perayaan valentine tahun ini dengan penuh kepedulian kepada sesama sebagai bentuk luapan kasih sayang dengan berbagi secara moril ataupun materil


Sudah sejak lama sebagaian masyarakat dunia menggandrungi perayaan hari berkasih sayang sebagai hari yang dinanti-nantikan. Terutama bagi kawula muda-mudi. Tetapi tidak menutup bagi mereka yang berusia tidak muda lagi. Bahkan tradisi ini tidak hanya disambut oleh mereka yang berada diperkotaan saja, tetapi juga bagi mereka yang berada di pedesaan.

Sabtu, 16-02-2008
Perdagangan Wanita
Salam Tribun
 
KEDUTAAN Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur dan Polisi Kuala Lumpur berhasil membongkar perdagangan manusia untuk menjadi pelacur di beberapa hotel di Kuala Lumpur. Sebanyak enam wanita Indonesia berhasil diselamatkan dari bisnis haram itu.
Komisaris Besar Polisi Setyo Wasisto SH, petugas penghubung Polri di KBRI Kuala Lumpur, Rabu (13/2), mengungkapkan, Satgas KBRI bersama polisi Kuala Lumpur menemukan enam wanita Indonesia itu saat melakukan penggerebekan di Hotel Malaya, Kuala Lumpur.
Perdagangan wanita merupakan kejahatan transnasional yang terorganisasi, di samping penyelundupan orang, perdagangan narkoba dan penyelundupan senjata. Perdagangan wanita sering melintasi batas-batas teritorial negara. Namun, tak selamanya perdagangan orang harus melintasi batas negara.

Jumat, 15-02-2008
Paradigma Pendidikan Islam dalam Masyarakat Plural
Oleh
Arhanuddin Salim
Mahasiswa Program Pasca Sarjana UIN Alauddin Makassar

Untuk mau berbagi kemanusiaan, maka pendidikan Islam perlu memahami eksistensi umat agama lain sebagai sesama makhluk Tuhan dengan dialog dan toleransi. Dialog merupakan konsekuensi dari keberagamaan dalam kehidupan masyarakat yang plural

Kecenderungan kekerasan bernuansa agama, juga konflik etnik yang makin kental di beberapa bagian wilayah Indonesia, makin mengancam keberadaan masa depan kehidupan berbangsa dan bermasyarakat yang dikenal sangat majemuk ini. Kekerasan tersebut tentu saja tidak boleh berkembang dan dibiarkan sedemikian rupa. Ini tidak dapat dilepaskan dari upaya setiap elemen bangsa untuk mencari jalan keluar dari ancaman konflik agama dan etnik.

Jumat, 15-02-2008
Bank untuk UMK
Salam Tribun
 
KEBIJAKAN dunia perbankan, sampai saat ini, belum sepenuhnya berpihak kepada dunia usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM. Jumlah usaha mikro, kecil, menengah yang sudah menikmati kucuran kredit untuk mengembangkan usaha masih terbilang sedikit.
Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan UMKM, Fadjar Sofyar, mengungkapkan di Jakarta, dari sebanyak 48,9 juta usaha mikro kecil menengah yang tersebar di Indonesia, baru 19,1 juta yang bisa mengakses kredit perbankan. Sebanyak 29,8 juta usaha mikro kecil menengah tetap menggantungkan harapan mendapat kredit pada sektor informal.
Kendala untuk memperoleh kredit perbankan antara lain sulitnya memperoleh jaminan kredit dan terbatasnya lembaga penjamin kredit koperasi dan usaha kecil. Begitu pula regulasi bank dalam menilai kredit, di antaranya aspek jaminan. Manajemen dan administrasi UMKM juga kurang memadai sehingga menyulitkan evaluasi kelayakan usaha maupun kinerja keuangannya.

Kamis, 14-02-2008
Inovasi Media Sebagai Keharusan
Opini Tribun
 
Oleh: Aswar Hasan, Ketua KPID Sulsel

Pada tahun 1990 Bill Gates meramalkan, 10 tahun lagi (tahun 2000) surat kabar tercetak akan mati. Tetapi setelah sepuluh tahun berselang, pendiri Microsoft tersebut, kembali merevisi prediksinya, kemungkinan sekitar 50 tahun lagi ke depan, ramalannya akan mewujud.

Kamis, 14-02-2008
Kerusakan Terumbu
Salam Tribun
 
SUMATERA Barat atau Sumbar mengalami kerugian 90,55 juta dolar AS, sekitar Rp 815 miliar setahun akibat kerusakan 34 persen kawasan terumbu karang di perairan lautnya. Jika dihitung kerusakan terumbu karang pada seluruh perairan laut Sumbar yang berhadapan dengan lautan Samudera Hindia nilai kerugian akan lebih besar.
Peneliti kelautan dan perikanan dari Program Pasca Sarjana Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Bung Hatta, Indrawadi mengungkapkan di Padang, Minggu (10/2),
nilai kerugian jauh di atas keuntungan dari tindakan eksploitasi kekayaan laut dengan cara merusak terumbu karang seperti menggunakan bom ikan atau racun.


www.tribun-timur.com
Harian Tribun Timur, Makassar (Sulawesi Selatan, Indonesia)


Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.

Obrolan tentang TV Lokal, Originalitas sebagai Kekuatan

TV Lokal vs TV Nasional


http://onlysenja.ngeblog.net/2007/09/19/tv-lokal-vs-tv-nasional/
September 19, 2007 at 05:36 AM by senja
Entah mengapa, kantor saya didesain sedikit kedap suara dari bisingnya dunia luar. Alhasil deru motor dan mobil serta hujan, bahkan adzan tidak bisa terdengar. Kendati bisa melihat luruhnya matahari sore hari lewat kaca ruangan, namun tetap saja mendatangkan keraguan akankah sudah waktunya berbuka puasa..
Salah satu alternatifnya, kadang saya ngecek magrib via temen-teman yang ada di list YM. Atau yang paling mungkin adalah nyetel tv lokal Semarang untuk mengikuti beduk magrib…kegiatan nonton tv lokal Semarang inilah yang lantas menjadi aktifitas rutin saya (kami). Menjelang dan sesudah magrib, acara tv lokal itu kerap diisi dengan program-program features, misalnya buka puasa bersama di masjid Kauman, atau menelusuri masjid-masjid unik di Semarang dan Jateng. Ada juga acara serupa wisata kuliner, dan semacamnya…
Jujur sebelumnya saya jarang nonton tv Semarang. Kalau dah nyampe kantor, biasanya nonton Liga Indonesia (kalau pas jam dan harinya), atau liat berita di metro TV…
Dalam ilmu jurnalistik, ada istilah yang bernama proximity atau kedekatan. Jika dihubungkan dengan konteks berita (konsep berita ini berkembang seiring jaman dan jenis media massa-nya. Kedekatan diartikan sebagai sebuah hal atau peristiwa yang dekat dengan pembaca atau penontonnya akan lebih berharga atau menarik ketimbang peristiwa yang tidak punya kedekatan psikologis dengan penikmat program atau berita. Misal, kecelakaan di Palembang tentu dipandang sebagai berita yang menarik dan penting bagi penduduk Palembang ketimbang masyarakat Papua. Sebuah peristiwa yang besar, seperti tsunami di Aceh memang akan menjadi perhatian nasional, namun nilai kedekatannya tentu lebih mengena dengan masyarakat Sumatra—misalnya– ketimbang orang Madura. Dan banyak lagi contoh lainnya. Proximity kemudian berkembang menjadi rasa lokalitas yang kemudian menjadi sajian atau kekuatan utama media-media lokal. Untuk media cetak misalnya, isu-isu yang diangkat koran asli daerah itu seperti Suara Merdeka (Semarang) atau Pikiran Rakyat (Bandung) pasti lebih ke arah hal-hal yang ber-implikasi langsung dengan daerahnya. Akan sulit diterima jika headline Suara Merdeka melulu isu internasional padahal di Semarang sedang geger pembangunan jalan tol Semarang-Solo (misalnya). Suara Merdeka pasti akan lebih memilih mengangkat isu jalan tol (jika setelah dipilah pada hari itu, isu yang terpenting adalah jalan tol) dibandingkan dengan kecelakaan pesawat di India yang menelan ratusan korban jiwa.
Di media cetak, kekuatan "rasa" lokal menjadi koran daerah makin diminati dan lantas kedudukannya susah digeser oleh koran nasional. Ide ini kemudian diterjemahkan ke dalam sebuah kebijakan untuk membuat sisipan atau edisi daerah dalam setiap koran nasional. Misal, Kompas dan Sindo nasional ada sisipan untuk Jateng-DIY dan Jawa Pos dengan Radar-Radarnya. Grup-grup media besar membuat gurita media di semua daerah di Indonesia. Ini adalah –selain kepentingan bisnis—usaha untuk lebih mendekatkan diri kepada masyarakat lokal….
Nah, strategi ini ditiru oleh TV…
Sayangnya, hingga kini langkah itu tidak sesukses media cetak.
Saya pribadi, ternyata setelah sering berbuka dengan pedoman bedug TV lokal Semarang, juga ternyata merasa kurang nyaman dengan sajian TV lokal. Padahal dari aspek kedekatan, apa yang mereka angkat seharusnya sangat akrab dengan keseharian orang Semarang.
Sebagai orang awam, saya merasa, ada gambar dan suasana yang tidak bisa ditampilkan oleh TV lokal. Baik dari segi yang paling minimal, seperti grafis, musik iringan, gaya hingga ke hal-hal yang substansi seperti ide cerita dan alur …
Oke, masalah pendapatan iklan memang kerap menjadi batu sandungan bagi mereka untuk tampil lebih indah dan tak kalah menarik dari pada tv swasta/nasional. Lantas apa ini tidak bisa dikoreksi. Pasti bisa. Nah sebenarnya kenapa ya programnya tidak semengkilap tv swasta???
Sudah 2 hari ini saya memikirkannya, dan ada beberapa kesimpulan yang saya anggap cukup mewakili kegusaran saya…
Sebenarnya menekan bugdet anggaran bukan hanya milik TV lokal, TV nasional dan swasta pun melakukan hal yang sama. Buktinya, banyak program in-house dari pada memakai hasil olahan production house luar. Nah, salah satu TV swasta yang kerap punya produksi/program in-house sukses dan kemudian lantas di tiru oleh TV lainnya adalah Trans TV. Stasiun inilah yang paling kaya dengan acara-acara features yang kemudian menjadi image TV. Sebut saja, Wisata Kuliner yang kini dijiplak terang-terangan oleh TV lainnya. Lalu ada Jelang Siang, acara yang menggabungkan kisah humanis, plus info sehari-hari. Gula-Gula, acara memasak—sesuai dengan namanya yakni makanan full manis– dengan latar belakang pemandangan asri tempat wisata. Lalu ada Koper dan Ransel, yang menampilkan tempat wisata sekaligus, akomodasinya. Koper adalah perjalanan wisata dengan fasilitas lux, sedangkan ransel diibaratkan sebagai perjalanan untuk turis yang hanya punya duit pas-pas-an. Ada pula acara Griya Unik, dan Good Morning. Semua acara ini idenya 90 persen original. Oke kita dapat 1 poin kesimpulan, yakni orisinilitas alias lain dari pada yang lain. TV lokal di Surabaya sudah ada yang berhasil, yakni JTV dengan program Pojok Kampung. Adalah acara berita yang disampaikan dengan bahasa Jawa khas Suroboyoan. Penyiarnya cakep-cakep, tapi tetap ngomong dengan bahasa khas ibukota Jatim yang terkenal cukup kasar dan kurang sopan. Misalnya, "Enek kecelakaan awan mau. Korbane matek langsung soale keplindes tur keseret truk nganti 500 meter…." hehehehe, lucu ya. Tapi konon acara ini cukup mencuri hati pemirsa setia JTV. Di Bandung, beberapa program yang mengangkat tema tentang tim Persib juga mulai menyaingi program TV swasta. Sekali lagi, originalitas dan lokalitas ternyata menjadi senjata ampuh untuk bersaing dengan TV nasional.
Lalu, cara pengambilan gambar dengan shoot-shoot yang close up dan berani. Membuat mata jadi nyaman. Lokasi atau tempat liputan boleh saja sangat biasa namun angle gambar cukup membantu untuk menampilkan hal yang biasa menjadi tampak lebih indah. Lalu narasi yang singkat, dan santai. Tak perlu banyak cakap karena penonton sudah bisa melihatnya melalui gambar. Ini yang terkadang sering dilupakan acara-acara di TV lokal. Misalnya acara menikmati sate padang di salah satu sudut kota Semarang. Host-nya kebanyakan ngomong. Sehingga justru inti dari rasa dan keunikan makanan di acara itu tidak tampak. Untuk acara yang dilakukan di dalam studio dekorasi ruangan, lighting, dan busana host seharusnya bisa diperbaiki. Tak perlu menggunakan kemewahan. Bisa saja sederhana dan simple namun tetap menarik, cocok dan enggak asal-asalan. Untuk bisa tampil oke memang perlu SDM yang mumpuni. Dan itu bisa ditingkatkan, belajar dan terus belajar serta peka menangkap aspek-aspek lokalitas masyarakat sekitar…
Nah, itu tuh..analisa saya sebagai orang awam alias jeritan konsumen TV lokal Semarang……..wakakakakaka
Posted in Opinion

23 Comments »

  1. Hahaha… hahaha… bisa aja, nih! Kecele aku… awalnya cerita nunggu beduk maghrib gak taunya malah mengkritik hihihi. Kereen! Eh, met buka aja yaa :)
    Comment by si eneng — September 19, 2007 @ 10:07 am
  2. emang semarang udah ada Tipi Lokal to sen????
    :P
    Comment by sofianblue — September 19, 2007 @ 11:29 am
  3. setel program solat aja mbak di laptop atau komputer kantor nya spt : shollu..biar klo adzan pada tau..
    Comment by andi bagus — September 19, 2007 @ 1:34 pm
  4. Ehm… dowo banget tulisaneeee…
    Tak moco sik yo, Nduk… :P
    Comment by Tiwul — September 19, 2007 @ 2:26 pm
  5. Jadi ingat … sekitar 3 minggu yang lalu saya ketemu beberapa rekan dari TV lokal di Indonesia yang dikirim untuk ikut short course di Hilversum (Belanda) selama 1 minggu.
    Dari hasil obrolan dengan teman2 mereka saya menangkap kalau banyak juga TV lokal yang tidak bermasalah dengan iklan (beberapa yang ketemu dengan saya dari Batam TV, Bandung TV, Jogja TV, MQ, dan … lupa :D ).
    Lalu yang jadi pertanyaan adalah kenapa ada beberapa TV lokal lain yang mengalami kendala dalam hal iklan? Karena network yang sempit kah? Atau ada masalah lain?
    Comment by deKing — September 19, 2007 @ 2:50 pm
  6. jadi penasaran soal tivi lokal Nja. soalnya, aku hanya sempet menikmati TVRI sebagai tv lokal sebelum booming TV2 swasta nasional. dan, memang, TVRI jadi kalah jauh banget sama TV2 yang belakangan muncul. TV2 lokal belakangan ini, bahkan JakTV aja aku nggak pernah tau bentuk tayangannya seperti apa. postinganmu bikin aku penasaran. :D
    met puasa Nja.
    Comment by fitri mohan — September 19, 2007 @ 5:16 pm
  7. kan ada jogja TV, bali TV dll nah, saya bangga tuh nja sebagai bocah metro, ada Metro TV :D
    Comment by nico — September 20, 2007 @ 12:13 am
  8. dowo men postingane, khas wartawan sporty hehehe….nice post nja, aku betah bacanya :)
    Comment by Tia — September 20, 2007 @ 2:21 am
  9. hohoho, JTV emang lucu mas… ga cuman berita2nya, tp ada telenovela yg di dubbing ke boso jowo. Jadinya lucuuuu banget :P
    Comment by mitra w — September 20, 2007 @ 2:50 am
  10. angkat Senja jadi pengamat perTELEVISIan!!!
    VOTE!!! VOTE !!!
    Comment by paririan — September 20, 2007 @ 3:52 am
  11. panjang banget.. komeng dulu baru baca.. hewhewhew…
    Comment by Anang — September 20, 2007 @ 4:58 am
  12. Siap2 sampeyan bentar lagi dibajak jadi produser tv lokal :D
    Comment by Hedi — September 20, 2007 @ 7:52 am
  13. Waduh.. TV junkies merangkap kritikus nih.. sedap :P
    Comment by indah — September 20, 2007 @ 1:29 pm
  14. Justru TV lokal di Bulan Ramadhan ini yang paling diminati, karena adzan Maghribnya itu. Masa mau ikutan buka puasa pake adzan Maghrib TV Jakarta…
    Thanks ya dah mampir ke blog-ku.
    Comment by Mufti AM — September 20, 2007 @ 1:29 pm
  15. masih sambil tertawa terbahak-bahak. wakaka..peace mbak senja. :D
    Comment by nico — September 20, 2007 @ 3:07 pm
  16. Dulu pas aku masih punya N-Gage klasik, orang satu lantai pada nunggu Adzan diradio HP ku. Berhubung sekarang HP ituudah almarhum, jadi sekarang patokannya pake software adzan shollu. Makasih……….
    Comment by adi-wiyono — September 20, 2007 @ 10:28 pm
  17. Aku juga suka nonton berita lokal Suroboyo:
    Polisi njlentrekke, awan mau enek wong tuwek mbambung matek kecemplung sumur
    Lumayan buat belajar bahasa Jawa lokal. :p
    Eh, sekalian lapor, Nduk:
    Di Adzan Maghrib salah satu tipi Surabaya ada iklan r*yc* penyedap masakan dan teh celup 54riw4ngi.
    Gimana tuh?
    Comment by Dew — September 21, 2007 @ 2:10 pm
  18. eh…yang kayak Koper dan Ransel tuh sebelumnya aku pernah liat di Metro TV, lupa nama acaranya apa, yg jelas sebelum Oprah Winfrey. Buatan TV luar memang. Yg idiom kopernya cowok, yg ransel cewek..trus jalan2nya sama makan dan segala akomodasinya ditunjukin harganya. Jadi idenya kayaknya dari situ.
    Comment by endang — September 22, 2007 @ 12:44 am
  19. Ulasan tentang kondisi pertelevisian lokal yang memukau mba. Saya rasa benar, apa yang mba senja rasakan juga saya rasakan. Berbicara kualitas, tentunya berbanding lurus dengan pendukungnya sendiri. Saya setuju dengan pendapat mba senja, SDM bisa jadi hal krusial yang paling mungkin untuk diperbaiki demi peningkatan kualitas Pertelevisian Lokal. Artikel yang memikat mba… sukses selalu.
    Comment by undercover — September 22, 2007 @ 9:25 am
  20. Wuhuyy, keren ulasannya. Jeritan hati gadis lokal. :)
    @Mitra W: Telenopela apa yang di dubbing boso jowo? Astaga! Ada?
    Comment by arifkurniawan as bangaiptop — September 22, 2007 @ 10:28 am
  21. Kurang panjang nja postingnya.^_^
    @arifkurniawan as bangaiptop said "Wuhuyy, keren ulasannya. Jeritan hati gadis lokal.
    @Mitra W: Telenopela apa yang di dubbing boso jowo? Astaga! Ada?"
    Comment by tita^_^ — September 23, 2007 @ 2:54 am
  22. @arifkurniawan as bangaiptop : film" berbahasa inggris didub ke boso jowo suroboyoan.
    Comment by tita^_^ — September 23, 2007 @ 2:57 am
  23. mantap se-x sekali pengamatanmu jeng. saya berani taruhan nyawa ayam kalau senja itu lebih menarik pengatamannya dari mas Imam yang ahli komunikasi UI itu..alasanku ya, karena senja lebih proximity dibanding dia meski dari UI sekalipun… :)
    Comment by Kurt — September 28, 2007 @ 1:27 pm


www.tribun-timur.com
Harian Tribun Timur, Makassar (Sulawesi Selatan, Indonesia)


Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.

TV Lokal Banjarmasin

Maraknya TV Lokal, Janji Angkat Budaya Daerah
Sabtu, 09-02-2008 | 01:09:37
Langit di kota Banjarmasin kian disesaki frekuensi stasiun televisi. Kini, sejumlah televisi swasta lokal telah mengudara. Orientasi bisnis atau mengangkat kearifan lokal?
Melintas di Jalan Pramuka tembus ke Jalan Veteran Banjarmasin bakal disuguhi enam tiang tower. Letaknya saling berdekatan. Menara-menara itu adalah pemancar stasiun televisi swasta. Dua di antaranya adalah pemancar televisi lokal.
Dua yang lokal itu milik Duta TV yang berada di bawah bendera PT Duta Televisi Indonesia dan PT Borneo Television yang mengiklankan diri dengan TVB.
Pun di Jalan Gatot Soebroto. Di antara sederet menara pemancar stasiun TV nasional, mencuat pemancar milik PT Banjar Elektronika Sarana Televisi dengan Banjar TV-nya.
Siapa aktor di balik TV-TV lokal itu? Mereka adalah para pengusaha Banua. Owner Banjar TV adalah Dristie Prajnavirya Adistana. Sedang Duta TV yang awalnya didanai HM Ramlan, kini muncul sosok Rudy Tansil dan Sukendi Johan yang ikut mengelola. Sedangkan TVB didanai oleh Solai Limantara dan Hilman Zakir.
Ketiga stasiun televisi lokal ini memang belum memperoleh izin tetap dari Menteri Komunikasi dan Informasi. Namun, mereka sudah mendapat rekomendasi dari Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalsel sehingga berhak mengudara sebagai percobaan siaran pemancar.
Banjar TV dan Duta TV sudah 'berani' unjuk gigi. Sedang TVB masih ancang-ancang untuk siaran. Meski belum mengudara, mereka menasbihkan diri membidik segmentasi sebagai TV news (televisi berita).
Direktur Utama TVB, Ahmad Rosyadi beralasan, berita lokal yang mengutamakan unsur kedekatan bisa menarik minat warga Kalsel untuk menonton.
"Selama ini banyak informasi di Kalsel yang tidak ter-cover oleh televisi nasional. Informasi tidak terpatok peristiwa, tetapi bisa kuliner, budaya atau tempat-tempat menarik. Ini yang akan kita angkat melalui TVB," ujarnya kepada BPost, Jumat (8/2).
Station Manager Banjar TV, Kamarul Hidayat, tak mau kalah. Dia menegaskan mereka hadir untuk memberi alternatif tontonan. "Dengan jargon TV-nya Urang Banjar akan mengangkat kultur budaya daerah seperti madihin dan lainnya serta aspek-aspek yang mendukung perekonomian masyarakat Kalsel," ujarnya.
Ramlan pun mengatakan stasiun televisinya komitmen menggalakkan seni budaya masyarakat Kalsel. "Di stasiun televisi nasional seperti itu kurang mendapat sorotan. Kalau pun ada porsinya kecil. Kita juga akan mengangkat hasil-hasil pembangunan Kalsel baik dalam bidang ekonomi, politik, sosial, budaya dan keagamaan," tuturnya.
Seorang warga, Adi mengaku senang dengan kehadiran mereka. Namun, ia berharap stasiun televisi itu tidak menjadi duplikat dari televisi nasional. Lebih mengedepankan kepentingan publik, bukan bisnis semata.
"Harapan kami TV lokal mampu lebih arif dalam tayangannya dan lebih mendidik. Jangan sampai rating menjadi alasan sehingga tayangan tidak lagi memperhatikan kultur orang Banjar yang agamis," tukasnya.
Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalsel, Samsul Rani mengatakan, munculnya TV lokal merupakan hal positif bagi penyampaian beragam informasi. "Bagi KPID sendiri, hadirnya TV lokal menjadi tantangan untuk melakukan pengawasan yang lebih ketat. Sebab selama ini pengawasan hanya pada radio dan meneruskan laporan warga yang protes dengan tayangan TV nasional," tukasnya.
Kebangkitan para pengusaha lokal ini merupakan suatu fenomena menarik. Mengingat, Banjarmasin bukanlah kota sebesar Bandung, Surabaya atau Jakarta. Apalagi investasi di pertelevisian tidaklah murah.
Tidak lagi ratusan juta tetapi mencapai angka miliaran. Ambil contoh Duta TV. Menurut Ramlan, investasi yang ditanamnya sudah melebihi Rp 4 miliar. "Kira-kira perlu dana Rp 5 miliar lagi," ujarnya. (ais)


www.tribun-timur.com
Harian Tribun Timur, Makassar (Sulawesi Selatan, Indonesia)


Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.

Indosiar Jogjakarta


http://okto.silaban.net/2008/01/general/indosiar-lokal-jogja-vs-jogja-tv-bukti-potensi-tv-lokal/

Indosiar Lokal Jogja vs Jogja TV, Bukti Potensi TV Lokal

Tags: ,
IndosiarKalau di TVRI ada yang namanya TVRI Lokal, seperti TVRI Jambi, TVRI Jogja, dll. Nah kali ini nampaknya Indosiar mencium peluang bisnis yang bagus dengan model siaran seperti ini.
Beberapa waktu lalu saat nonton film di Indosiar, tiba - tiba muncul newsticker (teks berjalan di bagian bawah layar TV). Tulisannya berbunyi kurang lebih : "Sesaat lagi saluran ini akan berpindah ke saluran lokal". Aku dan temenku awalnya tidak mengerti maksudnya apa.
Tadi pagi setelah berkeliling - keliling Jogja melihat sisa - sisa perayaan Tahun Baru, aku menghidupkan TV tunner untuk melihat berita. Saat itu aku membuka saluran Indosiar. Aku bingung kok seluruh berita dan acara - acaranya seputar Jogja saja. Dan di bawah logo Indosiar pun tertera teks Yogyakarta. Ternyata ini adalah saluran Indosiar lokal Yogyakarta. Wow.. suatu hal yang baru nih.
Secara umum bentuk desainnya terkesan masih copy paste dari Indosiar nasional (ya jelaslah.., memang sama - samaIndosiar kok). Tetapi untuk kualitas acara, aku rasa masih kalah dengan Jogja TV. Masih "kurang Jogja".
Saya tidak tahu apakah RCTI, Trans Corp, ANTV, dll membuka saluran lokal juga di daerah lain. Tetapi yang jelas ini membuktikan bahwa potensi TV lokal sangat besar. Kebetulan kesempatan ini tidak dimanfaatkan dengan baik oleh pemain lokal, maka TV Nasional yang mengisinya. Saya katakan tidak dimanfaatkan dengan baik, dengan melihat Tugu TV yang akhirnya tutup, kemudian RBTV yang kualitasnya tidak pernah membaik. Untungnya masih ada Jogja TV yang saya nilai perkembangannya cukup baik. Bahkan beberapa acaranya sudah melekat di benak warga Jogja.
Kalau stasiun TV Lokal tidak segera berbenah.., bukan tidak mungkin mereka akan mati dengan sendirinya. Di Jogja sendiri sedang ada persiapan statsiun TV Lokal baru, bernama Malioboro TV. Di Jambi pun saat ini sedang dipersiapkan Jambi TV.
01/01/08 | General | Okto Silaban |Trackback |

www.tribun-timur.com
Harian Tribun Timur, Makassar (Sulawesi Selatan, Indonesia)


Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.

Satu Jakarta 20 Stasiun TV

http://organisasi.org/daftar_stasiun_televisi_lokal_dan_nasional_yang_bisa_ditangkap_di_jakarta

Daftar Stasiun Televisi Lokal dan Nasional Yang Bisa Ditangkap di Jakarta

Berikut ini adalah daftar siaran TV yang bisa ditangkap di sekitar wilayah Jadebotabek (jakarta depok bogor tangerang bekasi). Untuk TVRI 1 dan 2 ditangkap di frekuensi VHF, sedangkan tv swasta bisa ditangkap d frekuensi UHF. Awalnya CTV berada di VHF, namun saat ini pindah ke UHF. Gunakan antena yang berkualitas untuk dapat menangkap semua sinyal stasiun TV. Kuat sinyal bervariasi antara satu daerah dengan daerah lain, serta dipengaruhi pula oleh ketinggian dan hambatan antena yang digunakan untuk menangkap sinyal siaran televisi. Jika anda menggunakan Antena Parabola maka tidak semua siaran tersedia melalui satelit.
1. TVRI - Televisi Republik Indonesia
Stasiun TV tertua dengan jangkauan terluas di seluruh wilayah nusantara. Acaranya kurang sesuai dengan selera anak muda. Sebagian besar konten dalam negeri. (TV Nasional)
2. TVRI2 - Telebisi Republik Indonesia Programa 2
Siaran mulai dari sore hari hingga malam sekitar jam 9 malam. Acaranya bisa dibilang lebih buruk dibandingkan dengan TVRI pusat. (TV Lokal Jakarta)
3. RCTI - Rajawali Citra Televisi Indonesia
Stasiun tv swasta tertua yang mulai siaran dengan sistem satelit antena parabola. Acaranya umum bervariasi dan penuh dengan sinetron Indonesia. (TV Nasional)
4. SCTV - Surya Citra Televisi
Mirip RCTI dengan tayangan yang bersifat general dan bervariasi. Sinetron-sinetron baru yang berkualitas (bagi ibu-ibu) juga melimpah di TV yang satu ini. (TV Nasional)
5. TPI - Televisi Pendidikan Indonesia
Televisi nasional yang berkaitan selalu dipersepsikan dengan TV dangdut, Film India, Acara Mistis, Sinetron Mistis, dan Humor Lawak. Memang kurang sesuai dengan nama dan peruntukan awalnya. Pada awal berdirinya banyak menayangkan acara pelajaran sekolah yang diulang-ulang sehingga membosankan dan membingungkan pemirsanya. (TV Nasional)
6. ANTV - Andalas Televisi
Banyak acara-acara yang kurang menarik. (TV Nasional)
7. Indosiar
Sekelas dengan RCTI dan SCTV yang sifatnya umum. Siaran juga merajalela di TV ini. (TV Nasional)
8. TVRI Bandung (Jawa Barat) - Televisi Republik Indonesia Daerah Bandung
Siarannya kebanyakan disamakan dengan TVRI pusat. Namun kadang-kadang menampilkan acara sendiri dengan logo yang berbeda di pojok atas tv. sinyalnya kurang kuat sehingga gambarnya tidak jelas. (TV Lokal Jawa Barat)
9. Metro TV
Acara berita yang paling berani dan objektif. Beritanya selalu hangat dan menarik untuk disaksikan. TV ini akan heboh jika ada event tertentu yang menarik perhatian orang banyak baik lokal maupun internasional. Jika tidak ada event maka TV ini akan menayangkan acara sport, travel, iptek, ngobrol-ngobrol, dan lain sebagainya. (TV Nasional)
10. Global TV
TV yang berkolaborasi dengan Nickeloden untuk tayangan acara kartun anak seperti dora the exlorer dan spongebob squarepants. Berkolaborasi juga dengan MTV untuk acara musik lokal dan global. (TV Nasional)
11. TransTV
Setingkat di atas RCTI dan SCTV dengan banyak acara kreatif dan segar seperti humor extravaganza. Namun dari sisi sinetron pun juga tidak mau kalah. (TV Nasional)
12. Lativi
Televisi yang menjadi TV Anak di pagi dan sore hari (Banyak film kartun anak). Pada malam hari suka menayangkan dan menyiarkan acara dewasa atau untuk 17 tahun ke atas (seharusnya 21 tahun ke atas, 17 tahun masih terlalu lugu dan belum dewasa. Di USA ukuran dewasa adalah 18 tahun untuk sex dan 21 tahun untuk minuman keras). Sinema layar tancap biasanya diputar di malam akhir pekan. (TV Nasional)
13. TV7
Acara olahraga lebih akrab dengan TV ini. Biasanya menayangkan sepakbola nasional, sepakbola timnas, bola voli, balapan, dan juga sepakbola liga inggris. (TV Nasional)
14. CTV
Acaranya banyak yang kurang menarik. Televisi acara umum. (TV Lokal Banten). Gambar tidak bagus di sekitar jaksel.
15. O Channel
Acaranya kebanyakan musik dan film asing yang kurang bagus.
16. TV Bogor
Siaran Percobaan. (TV Lokal Bogor). Gambar tidak bagus.
17. JakTV
Acaranya mayoritas adalah acara tips untuk kalangan atas (berduit) di Jakarta, info Jakarta, dan musik. Setiap pagi dan larut malam biasanya ada Jak Chat, yaitu chatting di tv dengan sms premium.
18. Space Toon
Siaran acaranya didominasi oleh acara film kartun anak dan lagu anak. (TV Lokal Jakarta)
19. Elshinta TV
Siaran Percobaan. (TV Lokal Jakarta). Gambar tidak bagus.
20. Dai TV
Siaran Percobaan. (TV Lokal Jakarta). Gambar tidak bagus.


www.tribun-timur.com
Harian Tribun Timur, Makassar (Sulawesi Selatan, Indonesia)


Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.

Kanal Frekwensi TV Tersedia di Jatim



http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa/jawamadura/2005/02/04/brk,20050204-77,id.html

 
Jawa Madura
Jawa Timur Masih Terbuka Pengajuan Izin TV Lokal
Jum'at, 04 Pebruari 2005 | 21:16 WIB
TEMPO Interaktif, Surabaya:Provinsi Jawa Timur masih terbuka untuk pengajuan perizinan stasiun televisi (TV) lokal.

Menurut Hans Edward Hehakaya, anggota Komisi Penyiaran Independen Daerah (KPID) Jawa Timur, saat ini dari 89 kanal frekuensi yang terbagi dalam 11 wilayah layanan, baru 28 kanal yang terpakai. "Jumlah kanal frekuensi tersebut lebih terkonsentrasi pada kota besar, seperti Surabaya dan Malang," katanya, Jumat (4/2).

Menurut dia, 28 kanal frekuensi TV tersebut hanya mencakup 8 wilayah layanan, yang meliputi Surabaya, Malang, Madiun, Pacitan, Pasuruan, Sumenep, Bondowoso, Jember, dan Magetan.

Hans menjelaskan, jumlah keseluruhan TV lokal yang telah mengajukan permohonan perizinan siaran kepada KPID Jawa Timur 39 TV. Dari jumlah itu, yang terbanyak berasal dari Malang (11 TV), Surabaya (8), dan Madiun (3). Adapun perusahaan televisi swasta nasional yang telah mengajukan izin di Jawa Timur adalah RCTI dan Indosiar.

Saat ini masih ada tiga wilayah layanan kanal frekuensi TV lokal di Jawa Timur yang masih belum terisi, yaitu di daerah Bondowoso dan Madura. "Mungkin daerah tersebut dianggap tidak menguntungkan," kata Hans. (Zed Abidien)


www.tribun-timur.com
Harian Tribun Timur, Makassar (Sulawesi Selatan, Indonesia)


Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.

TV Lokal di Semarang


http://www.suaramerdeka.com/harian/0409/07/nas05.htm

Selasa, 07 September 2004
NASIONAL
Line

Kemunculan TV Lokal (3-Habis)

Bersaing Ketat, Andalkan Program


RUANG KONTROL: Salah seorang kru televisi mengamati siaran melalui layar monitor di ruang kontrol. (55e) - SM/Achiar MP


KEMUNCULAN TV-KU beberapa waktu lalu menambah jumlah TV swasta lokal komersial di Jateng. Di Semarang saja, paling tidak stasiun tersebut harus bersaing dengan TV sejenis yang telah lebih dulu ada, yaitu TVB dan Pro-TV. Namun fenomena tersebut menandakan ada optimisme pengelola stasiun televisi lokal dalam merebut segmen pemirsa.
Prospek bisnis pertelevisian agaknya juga bergerak ke arah yang bagus. Maret tahun lalu saat TVB uji tayang, tak semua kalangan menganggap bisnis itu bakal prospektif. Ada pesimisme yang cukup signifikan terhadap kemunculan TV swasta lokal komersial itu di wilayah Jateng.
Pesimisme itu tentu tak muncul tanpa alasan. TV lokal dibayangkan tak bakal mampu bersaing dengan TV swasta nasional. Apalagi yang disebut terakhir itu bertambah banyak dan juga menjadikan pemirsa di tataran lokal Jateng sebagai segmennya.
Bukan itu saja, besar biaya operasional sebuah televisi swasta menjadi momok yang menakutkan. Beberapa TV swasta nasional yang dikabarkan selalu rugi ketika itu karena sedikitnya iklan yang didapat juga bukan cerita awalan yang menggembirakan. Padahal, sebagai contoh saja, untuk sebuah program tayangan, biaya produksi yang harus dikeluarkan bukan main besar.
Namun pesimisme itu ditangkap pengelola TVB hanya serupa batu kecil yang masuk ke lubang sepatu. Optimisme mereka bakal mampu merebut segmen pemirsa lokal begitu besar.
"Masih banyak potensi Jateng yang belum tergarap TV swasta nasional. Dan kami bermain di wilayah itu. Apalagi provinsi ini kaya potensi kultural dan ekonomis," ujar Hengky Gunawan Prasetiyo, Direktur TVB.
Kenyataannya, dua bulan berikutnya TVB resmi diluncurkan, meskipun cakupan tayangannya masih sangat terbatas di beberapa wilayah seputar Semarang. Kini, lebih dari setahun beroperasi televisi tersebut masih kukuh. Lebih dari itu, makin menerakan optimisme bisnis tersebut, November mendatang TVB memperlama jam tayang, dari 5,5 jam menjadi 17 jam.
Bagaimana dengan Pro-TV, TV swasta lokal lainnya di Semarang? Agustina Dewi, General Manager TV tersebut dengan tegas menyatakan optimismenya. Mengapa?
"Kenapa tidak optimistis? Bagaimanapun TV swasta lokal tetap dibutuhkan. Dia menjadi alternatif TV nasional."
Apalagi, kata wanita itu, ada misi TV swasta yang tak bisa disepelekan. Dia menjadi aset provinsi untuk mengembangkan daerah tersebut. Betapa tidak, informasi perkembangan daerah bisa disampaikan pada masyarakat lewat tayangannya. Selain itu, tenaga kerja yang terserap ke dalam bisnis itu juga bukan hal yang tak penting.
Optimisme serupa juga disebutkan TV-KU yang baru diluncurkan Agustus lalu. Sebagai televisi yang lahir dari dunia kampus, secara spesifik terkesan aneh kalau harus bersaing dengan dua TV sebelumnya. Lebih dari itu, Dr Yuliman Purwanto MEng, Direktur PT Televisi Kampus Udinus, sangat yakin TV swasta lokal mampu bersaing dengan TV nasional dalam meraup keuntungan.
"Meski tak terlalu besar, kalau segmen pemirsa dan karakteristik program tayangannya jelas, tak ada alasan untuk tak mampu bersaing. Kalau diibaratkan pembagian kue, ya tetap dapatlah. Cuma kalau TV nasional giginya besar-besar, jadi gigitannya besar pula," ujar dia sembari tertawa.
Tak main-main dengan hal tersebut, Yuliman yakin TV-KU akan mencapai BEP (break even point) atau titik impas 3 hingga 5 tahun setelah diluncurkan.
Sangat Mahal
Kenyataannya, betapa pun semua pengelola TV swasta lokal di Semarang tersebut menyatakan optimismenya, pengelolaannya tak selalu mudah. Paling tidak untuk operasionalisasi sebuah televisi membutuhkan biaya yang sangat mahal. Itu mencakup biaya untuk program tayangan, listrik, telepon, dan karyawan. Padahal, 100 persen pemasukannya berasal dari perolehan iklan.
Sekadar contoh, dalam sehari saja TVB harus mengeluarkan antara Rp 20 juta dan Rp 25 juta. Itu untuk jam tayang selama 5,5 jam. Jauh berbeda dari jumlah itu, TV-KU yang tayang selama empat jam, mengisarkan biaya produksi Rp 15 juta hingga Rp 20 juta untuk satu bulan.
"Tapi itu belum mencakup gaji dan honor pegawai yang memang ditanggung yayasan (Yayasan Perguruan Tinggi Dian Nuswantoro). Apalagi, produksi TV-KU masih sangat kecil."
Adapun Pro-TV tak secara spesifik menyebut jumlah biaya operasional. "Maaf kami tak bisa menyebut jumlahnya. Itu rahasia perusahaan," kata Agustina.
Namun, yang pasti kisaran biayanya bisa ditebak: cukup tinggi. Walau begitu, biaya yang tinggi tersebut tak akan memusingkan benar kalau perolehan iklan cukup signifikan. Dan kata Hengky dari TVB, sebenarnya potensi pengiklan di Jateng sangat besar. Nah, itu juga alasan optimisme pada televisinya.
"Selama ini kendalanya berpusar pada mahalnya pembuatan iklan. Kebanyakan pembuat iklan lari ke Jakarta yang mahal. Andai makin banyak PH (production house) lokal yang lebih murah, itu akan merangsang pengiklan."
Ucapan Hengky tentu mengungkap mengenai "kran" lain dalam bisnis pertelevisian. Singkatnya, makin banyak PH diharapkan makin banyak pembuatan iklan yang lalu ditayangkan di TV swasta lokal. Kalau sudah demikian, tak ada alasan untuk tak optimistis.
Keserupaan Tayangan
Di samping soal biaya tinggi, televisi-televisi tersebut juga dihadapkan pada persaingan. Keserupaan tayangan TV-KU dan TVB dalam memikat pemirsa masih dijumpai pada sebuah tayangan lain. Kalau TVB memiliki "Redup", TV-KU menajukinya dengan "Resah (Realita Kisah)". Isinya boleh dibilang setali tiga uang.
Apa nilai diferensial TV-KU sebagai "si bungsu" di Semarang? "Program-program TV-KU dikemas dengan sentuhan sinematografis. Jadi, punya nilai rasa yang berbeda bila dibandingkan dengan program yang sudah ada sebelumnya," ujar Imam Rachmayadi, News Director TV-KU.
Di luar keserupaan itu, yang pasti Dr Yuliman Purwanto MEng dari TV-KU yakin, media elektroniknya akan mampu bertahan di tengah persaingan yang disebutnya "sengit" di antara televisi swasta. Selain mengandalkan kemenarikan program, keyakinan itu juga didasari komitmen Yayasan Perguruan Tinggi Dian Nuswantoro untuk menopang keberlangsungan stasiun TV tersebut.
"Ibaratnya, tanpa iklan pun TV-KU tetap bisa mengudara. Sebab, sampai hari ini yayasan masih menanggung 100 persen biaya operasional."
Tentu saja itu berbeda dari dua TV swasta lainnya yang harus membiayai segalanya dari perusahaan. Makanya, Agustina sangat berharap, dalam merebut pemirsa secara sehat, penetapan tarif iklan harus sehat pula.
"Tarif iklan TV ideal adalah minimal 30 persen di atas tarif iklan radio. Saya berharap penetapan itu ditentukan secara jelas."
Intinya, selain program-program unggulan yang diandalkan untuk merebut pemirsa, TV swasta lokal juga harus berebut pula dalam pemerolehan iklan. Sebab, seperti telah disebutkan, TV hidup 100 persen dari iklan. Untuk kasus itu, TV-KU yang tanpa iklan tetap beroperasi bisa disebut "sangat beruntung".
Bagaimanapun hal-hal tersebut menjadi pekerjaan yang tak ringan bagi pengelola untuk tetap bisa bertahan. Sebab, optimisme mengenai prospek bisnis pertelevisian harus diimbangi dengan strategi merebut pemirsa yang jitu.(Saroni Asikin, Achiar M Permana, Haryo Hernandhono-33t)


www.tribun-timur.com
Harian Tribun Timur, Makassar (Sulawesi Selatan, Indonesia)


Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.

Tuesday, February 12, 2008

Gubernur Perkenalkan Portal Tribun ke Pangkoopsau


http://www.tribun-timur.com/view.php?id=63681&jenis=Politik

Selasa, 12-02-2008 
Gubernur Perkenalkan Portal Tribun ke Pangkoopsau
CARETAKER Gubernur Sulawesi Selatan Ahmad Tanribali Lamo sumringah di hadapan para petinggi Komando Operasional Angkatan Udara (Koopsau) II, di Markas Komando Koopsau II, Jl Perintis Kemerdekaan Km 15, Makassar, Senin (11/2). Sesekali ia menyeruput secangkir teh di meja untuk mencairkan suasana.
Mantan Asisten Personalia KASAD dengan pangkat terakhir mayor jenderal ini, bertemu dengan Pangkoopsau II Marsekal Muda Yushan Suyuti, Kaskoopsau II Marsekal Pertama Benjamin Dandel, dan Panglima Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional (Pangkosekhanudnas) II Marsma Adityawarman, serta sejumlah petinggi Koopsau II lainnya.
 
Di sela-sela perbincangan tertutup tersebut, Ahmad tiba-tiba berbicara mengenai perkembangan informasi di Sulsel. "Coba buka Portal Tribun-Timur. Anda akan mendapatkan berita terbaru di Makassar dan Sulsel," kata Tanri kepada para petinggi tersebut.
Tanri menceritakan ketika ia diundang menghadiri launching Portal Tribun-Timur di Hotel Sahid, Sabtu malam lalu. Ia merasa takjub karena kejadian beberapa saat sebelumnya sudah dapat dibaca di portal."Jangan-jangan pertemuan kita sekarang sudah ada di portal," kata Tanri, yang diikuti tawa para perwira tinggi komando pangkalan udara itu.

Ada peristiwa menarik?
SMS www.tribun-timur.com di 081.625.2233
email: tribuntimurcom@yahoo.com

Hotline SMS untuk berlangganan Tribun
Timur edisi cetak: 081.625.2266.
Telepon: 0411 (8115555) (muhammad irham)


www.tribun-timur.com
Harian Tribun Timur, Makassar (Sulawesi Selatan, Indonesia)


Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.

Imel Ten 2 Five Puji Portal Tribun

http://www.tribun-timur.com/view.php?id=63679&jenis=Makassar


Selasa, 12-02-2008 | 15:41:01 
Imel Ten 2 Five Puji Portal Tribun
Laporan: meliana bory. mhellonk_ftuh@yahoo.com
 
Makassar, Tribun - Meski resmi dilaunching Sabtu, 9 Februari lalu, edisi real time Tribun Timur (portal) mendapat decak kagum dari vokalis Ten 2 Five, Imel. Menurut vokalis yang baru bergabung di grup band papan atas Indonesia ini, para pembaca berita Makassar hari ini, tidak perlu lagi menunggu hingga besok di edisi cetak.
 
Pasalnya, dengan hanya meng-klik di portal www.tribun-timur.com, warga Kota Makassar bisa langsung tahu seperti apa kondisi kota yang dijuluki Kota Anging Mammiri ini. "Tidak hanya warga di sini saja, kita-kita yang di Jakarta dan di daerah ataupun negara lain juga bisa tahu. Jadi lebih up date. Mudah-mudahan saya juga bisa terus meng-up date berita dari portal itu," tuturnya.

Imel berharap, harian Tribun Timur ke depan dapat lebih canggih lagi dari yang sudah ada dalam mengeluarkan teknologi pemberitaan. "Sukses terus buat Tribun. Mudah-mudahan bisa terus bertahan di antara persaingan media," tambahnya.

Grup band yang dibentuk sejak 1998 itu, rencananya akan tampil di Botol Musik Hotel Quality, malam ini. Penampilan mereka di Makassar dalam rangka hari Valentine. Mereka juga akan menyanyikan 12 lagu yang bertemakan cinta. (*)

Ada peristiwa menarik?
SMS www.tribun-timur.com di 081.625.2233
email: tribuntimurcom@yahoo.com

Hotline SMS untuk berlangganan Tribun
Timur edisi cetak: 081.625.2266.
Telepon: 0411 (8115555) (wid)



www.tribun-timur.com
Harian Tribun Timur, Makassar (Sulawesi Selatan, Indonesia)


Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.

UCAPAN DAN KOMENTAR TERHADAP HUT KE-4 KORAN TRIBUN TIMUR, MAKASSAR

http://www.tribun-timur.com/guest.php?offset=0

Beberapa komentar dan ucapan selamat atas HUT kE-4 surat kabar Tribun Timur, Makassar, di buku tamu portal real time Tribun Timur, www.tribun-timur.com

12-02-2008 | 09:03:37
yan palembangan
urip sumoharjo 105
Email : yanpalembangan@yahoo.com
URL : http://
Komentar :
happy anniversary ke 4 buat tribun timur..moga2 kedepannya selalu menjadi yg terdepan..


12-02-2008 | 02:18:15
TotalTravel
Bandung
Email :
URL : http://www.totaltravel.info/
Komentar :
Selamat kepada Tribut Timur atas HUTnya yang ke-4, Tetap Jaya!


12-02-2008 | 00:20:31
Dahlan
Jl Cenderawasih 430 Makassar
Email : day2_lan@yahoo.com
URL : http://www.tribun-timur.com/
Komentar :
Terima kasih kepada segenap pihak yang memberi perhatian yang begitu besar dan luar biasa kepada Tribun Timur. Ada kritik, juga harapan berkaitan dengan HUT Ke-4 Tribun Timur. Sekali lagi, terima kasih. Salam buat semua. Semoga Makassar, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Barat semakin jaya. Salam



12-02-2008 | 00:06:23
TURAIHAN AJEHURI
Makassar
Email : raihan_tls@yahoo.com
URL : http://unismuh.ac.id
Komentar :
Selamat Hari Jadi Tribun Trimur,dan terima kasih atas pendampingannya selama ini, semoga umur bertambah kejayaan pun semakin rekat dan kaya khasanah beritanya, Tribun Timur Betul-betul Spirit bagi masyrakat Sulsel dan Sekitarnya. Hormat dan salam kami Keluarga Besar Unit Kegiatan Mahasiswa Seni dan Budaya Talas Universitas Muhammadiyah Makassar.

11-02-2008 | 23:46:16
thahir
makassar
Email : tahir_teaching@yahoo.com
URL : http://unismuh.ac.id
Komentar :
Mat Ulang Tahun Tribun, smoga menjadi Guru, Teman, keluarga masyarakat Sulsel khususnya dan Indonesia umumnya.

11-02-2008 | 20:48:58
puji_we
Manggala-Makassar
Email : puji_we@yahoo.co.uk
URL : -
Komentar :
"met ULTAH u/ Tribun...! Saya penggemar PSM, Horas berita bolanya...Top markotop pokok-e....Eh ngomong2 Tim Pengelola PSM SUPERLIGA sedang getol mencari DUIT u/ biaya PSM, saya da konsep bisnisnya nih....Gimana caranya kontak beliau2 (PENGELOLA&PENGURUS), saya siap presentasi ANY TIME..Thanks Tribun... Sukses Selalu...

11-02-2008 | 12:40:17
Ube'
Daya
Email : rhu_band85@yahoo.co.id
URL : http://
Komentar :
makacih buat berita bolanya yg terup-date. oia, met ultah yg ke-4 nah moga diusiax yg masih muda bget qm akan ttap jd pemimpin di Makassar. kalo bisa banyakin donk kegiatan" sosialx biar masyarakat lbh syg ama tribun-timur.


11-02-2008 | 11:51:53
Acram M. Azis
Makassar
Email : acram@telkom.net
URL : http://acramazis.blogspot.com
Komentar :
Thank's for real time News at Portal Tribun Timur. Good luck and Success...


11-02-2008 | 08:42:37
Hendra gunawan
Kota Palopo
Email : Hen_7hr@yahoo.co.id
URL : http://
Komentar :
Slamat pagi tribun ? Portal tribun pagi ini memuat berita yang sangat perfect, terutama headline berita kota palopo mengenai pendaftaran balon walikota dan cawali, bravo truss tribu-timur

10-02-2008 | 23:40:08
H.MLK
Bone
Email : nabila_cullular@yahoo.com
URL : http://
Komentar :
Met ULTAH Tribun... Jaya Trusss... Portalnya real time, cellular stylenya ok, apalagi Super Ballnya... Pokoknya T O P dah...!!!

10-02-2008 | 22:44:30
oqy
makassar
Email : okky_90@yahoo.com
URL : http://
Komentar :
slamt ultah bwt tribun yg keempat, smoga ttp tmpil muda seperti umurnya.. smoga tribun bkn hanya pemimpin baru, tp pemimpin abadi..

10-02-2008 | 19:40:15
Ube'
daya
Email : rhu_band85@yahoo.co.id
URL : http://
Komentar :
salut bget buat portal tribun timur. akses berita bola jadi lebih cepat.

10-02-2008 | 17:53:54
Andi Boy
Sabah,Malaysia.
Email :
URL : http://www.ranau.com
Komentar :
terus sukses tibun timur....salam sayang buat warga malaysia d ujung pandang....dan keluarga d pinrang,sul-sel...semoga hubungan malaysia-indonseia terus akrab...


10-02-2008 | 15:15:53
Syahrul Bayan, SSTP
Bantaeng
Email : sby_btg@plasa.com
URL : http://
Komentar :
Salam Tribun Timur. Selamat Ulang Tahun Ya... Sukses dan Jaya Selalu. Terima kasih karena berita kami tentang liputan perjalanan petenis Yunior BJTC Bantaeng, Nuradim Ramdhani Iswan, diliput terus hingga selesai setiap turnamen baik tiu skala daerah, nasional maupun internasional. Kami mohon dukungan sponsor dari tribun khusus untuk peliputannya atau yang lain. Insya Allah kami akan berkunjung setelah pulang dari Jakarta hari selasa tanggal 12 Februari 2008. Wassalam 085255508868

09-02-2008 | 14:52:54
M. IDRIS, ST
MAKASSAR
Email : kombos_instral@plasa.com
URL : http://www.prienster/kombos_instral
Komentar :
Selamat Ulang Tahun yg ke-4 Tribun Timur, diharapkan nantinya ada page khusus dalam bidang transportasi by direktur institut Survai Transportasi dan Lingkungan

09-02-2008 | 14:26:49
Ferdy
Selangor, MY
Email :
URL : http://ferdy.myinfo.ws
Komentar :
Selamat Ulang Tahun yg ke-4 Tribun Timur, Semoga makin sukses makin jaya, maju terus sebagai Pemimpin Baru! Makannn makannnnnnnn...... door prize.... Hidup Pak Baso!!!

09-02-2008 | 12:55:05
Dwie BPost
Banjarmasin
Email : ulundwie@yahoo.com
URL : http://--
Komentar :
Selamat Ulang Tahun Sahabat..Maju Terus, Senantiasa Mantapkan Diri Sebagai Pemimpin Baru.

07-02-2008 | 11:32:06
nasrun
Surabaya
Email : nasrun_nur@yahoo.co.id
URL : http://
Komentar :
Aku suka tampilan website-nya "mas" Tribun-Timur. jadi kalau kepingin up date perkembangan Makassar langsung aja aku kunjungi "mas" Tribun. Nitip salam nih buat keluarga ku di Jl. Swadaya No.8 Makassar. Thanks yah mas,...




www.tribun-timur.com
Harian Tribun Timur, Makassar (Sulawesi Selatan, Indonesia)


Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.

Monday, February 11, 2008

HUT Ke-4 Tribun Timur Makassar dan tribun-timur.com

http://www.tribun-timur.com/view.php?id=63288



Sabtu, 09-02-2008
tribun-timur.com
Catatan HUT Ke-4 Tribun Timur
 
KITA hidup dalam masyarakat yang mengalami perubahan secara cepat. Jenis kebutuhan masyarakat juga cepat berubah, demikian pula cara memenuhinya.
Surat kabar, sebagai mana juga lembaga-lembaga bisnis lainnya, dituntut senantiasa memenuhi kebutuhan masyarakat. Dengan itu ia akan tetap eksis. Tapi bila gagal ia punah.
Saya selalu mengutip Charles Darwin (12 Februari 1809-19 April 1882) ketika mengingatkan teman-teman kerja di kantor mengenai sengitnya persaingan.
Kata ahli teori evolusi itu: "Bukan yang kuat yang bertahan hidup melainkan yang bisa menyesuaikan diri."
 
Kuat bukanlah resep untuk bertahan. Perusahaan yang kuat hari ini bukan karena dia benar-benar kuat, melainkan bisa menyesuaikan diri dengan perubahan.
Masyarakat berubah, kebutuhannya berubah, cara memenuhi kebutuhannya pun berubah. Dulu orang senang membaca berita yang pajang-panjang. Sekarang, waktu membaca surat kabar menjadi sangat singkat.
Dulu orang senang membaca pidato, sekarang tidak lagi. Kebutuhan akan berita berubah, begitu pula cara menyajikannya.
Tribun Timur tumbuh sekitar 1.500 persen sejak kuartal kedua 2004 hingga kuartal terakhir 2007.
Kami senang bukan saja karena angka pertumbuhan yang fantastis itu. Yang jauh lebih penting, Tribun Timur, isi maupun cara penyajiannya, mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus berubah.

DALAM masyarakat yang berubah itu, ada satu kekuatan yang begitu dahsyat yang mendorong, menciptakan, dan mengarahkan perubahan. Bukan cuma perubahan di sini, di Makassar, tapi juga di dunia.
Kekuatan yang dahsyat itu adalah teknologi informasi. Teknologi ini kita temukan di komputer maupun telepon selular (ponsel). Di sana ada juga internet.
Pada 2007, sekitar 31,5 juta orang Indonesia menggunakan internet. Rata-rata tumbuh lebih tiga juta pengguna internet tiap tahun dalam 10 tahun terakhir.
Pengguna internet di Singapura tumbuh 68 persen tapi jumlah pengguna hanya 2,4 juta. Pengguna internet di Indonesia hanya tumbuh 8,9 persen tapi mencapai 20 juta orang.
Pengguna internet itu berusia 10-39 tahun. Mereka bersentuhan dengan internet di kafe, sekolah atau kampus, tempat kerja, dan rumah.
Sampai dengan 20 tahun ke depan, generasi internet inilah yang akan mewarnai Indonesia.
Melihat data-data internetworldstats.com pada 2007, dapatlah dikatakan bahwa jumlah pengguna internet merupakan sisi Indonesia yang membanggakan.
Penetrasinya memang masih rendah, hanya 8,5 persen dari total populasi, jauh tertinggal dari bangsa-bangsa maju seperti Jepang (68,7 persen) atau bahkan Malaysia (60 persen).
Tapi dibanding India, salah satu raksasa ekonomi dunia, penetrasi Indonesia lebih baik.
Asia merupakan kawasan pengguna internet terbesar di dunia, 510 juta, mengalahkan Eropa dan Amerika Utara.
Dari segi jumlah, pengguna internet Indonesia merupakan ketiga terbesar di Asia setelah Jepang dan Cina.
Jumlah 31,5 juta pengguna internet di Indonesia memang bukan jumlah yang sedikit. Jumlah itu jauh lebih besar dari seluruh penduduk satu benua Australia. Juga lebih besar dari gabungan antara penduduk Malaysia dan Singapura.

BAGAIMANA dengan Makassar? Dari segi jumlah belum terlalu fantastis. Data PT Telkom Makassar menyebutkan, layanan internet mencakup 15 ribu pelanggan yang mengakses via Telkomnet Instant dan 2.300 pelanggan yang mengakses internet melalui Speedy.
Telkom menyiapkan 20 ribu satuan sambungan layanan (SSL) telepon Speedy untuk layanan internet selama 2008 ini.
Fasilitas hotspot di Makassar, yang mulai diperkenalkan di Pantai Losari pada 27 Mei 2007, diperkirakan mendongkrak pengguna internet, baik melalui laptop maupun ponsel.
Saat ini, hampir seluruh pusat perbelanjaan, hotel, rumah makan, dan kafe menyiapkan fasilitas hotspot, beberapa di antaranya gratis.
Fasilitas hotspot juga sudah masuk ke kampus-kampus bahkan kantor partai politik.
Hotspot mengubah gaya hidup sebagian warga Makassar.
Di warung kopi, suasana berubah gara-gara hotspot: dari mengobrol saja menjadi mengakses internet.
Di kampus, hotspot mengubah gaya hidup mahasiswa: dari keranjingan demo menjadi kecanduan internet.
Kita sudah melihat kecenderungan global akibat pengaruh teknologi informasi, yang secara perlahan-lahan menyeret masyarakat Makassar.
Dalam waktu yang tidak terlalu lama, berkat hotspot, kota ini akan benar-benar menjadi "cyber city".

BAGAIMANA Tribun Timur merespon perubahan tersebut? Sejak 24 September 2007, kami membentuk tim kecil untuk melakukan perubahan total terhadap isi (content) www.tribun-timur.com.
Dulunya, kami hanya mengikuti kecenderungan surat kabar lain di Indonesia. Isi surat kabar Tribun Timur edisi cetak di-posting ke www.tribun-timur.com.
Di Indonesia, hanya koran-koran besar di Jakarta, Kompas misalnya, yang menggabungkan isi print edition dengan edisi real time. Selebihnya, portal surat kabar hanya berisi berita-berita edisi cetak.
Dengan menyajikan berita-berita real time, www.tribun-timur.com menjadi portal berita real time pertama di luar Jakarta. Sambutan masyarakat ternyata luar biasa.
Di lingkungan Kompas Gramedia, inovasi Tribun Timur ini dijadikan model bagi seluruh koran daerah.
Kami senang bahwa sebentar lagi koran lain di Makassar akan mengikuti langkah kami. Sang pemimpin memang selalu diikuti langkahnya.
Pada ulang tahun yang keempat, 9 Februari 2008, ini, kami ingin menyatakan terima kasih kepada seluruh pembaca dan relasi bisnis.
PT Indopersda Primamedia, holding Kompas Gramedia yang menaungi seluruh koran daerah Kompas Gramedia, menetapkan Tribun Timur sebagai koran terbaik 2007 dari sisi pertumbuhan financial, customer perspective, business procces, dan inovation.
Portal Tribun, www.tribun-timur.com, merupakan salah satu inovasi kami untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berubah.
Akhirnya, kata Darwin: "Bukan yang kuat yang bertahan hidup melainkan yang bisa menyesuaikan diri."
Pembaca, kami memohon doa. Dengan doa kita semua, secara resmi kami luncurkan portal Tribun, www.tribun-timur.com. Semoga bermanfaat untuk masyarakat.

Tribun Timur,
Selalu yang Pertama

Ada peristiwa menarik?
SMS www.tribun-timur.com di 081.625.2233
email: tribuntimurcom@yahoo.com

Hotline SMS untuk berlangganan Tribun
Timur edisi cetak: 081.625.2266.
Telepon: 0411 (8115555) (*)
 

www.tribun-timur.com
Harian Tribun Timur, Makassar (Sulawesi Selatan, Indonesia)


Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.