Monday, June 30, 2008

Dokter Farid, Aceh, Poso, Maluku, dan Buku Baru


Farid Husain, seorang dokter. Dalam upaya melelahkan meretas jalan damai dalam konflik agama di Poso dan Maluku serta konflik politik-historis di Aceh, Indonesia dan dunia mengenal Wapres Jusuf Kalla dan mantan Menteri Hukum dan HAM Dr Hamid Awaluddin.

Di luar nama itu, ada dokter Farid, "operator lapangan" yang masuk ke daerah konflik, bernegosiasi dengan para tokoh kunci --yang kadang namanya tak pernah disebut media massa. Bersama Kalla dan Hamid, dr Farid orang Makassar.

Prestasi mereka mendamaikan Poso, Maluku, dan Aceh mengaburkan daerah asal mereka yang memang tidak penting. Yang terpenting adalah mereka juru damai, penyelamat ribuan nyawa yang berpotensi hilang sia-sia di daerah konflik berdarah.

Pekan ini, ia ke Makassar, mengunjungi almamaternya, Universitas Hasanuddin.


Sumber: Tribun Timur, Makassar
http://www.tribun-timur.com/view.php?id=85647&jenis=Kota

Selasa, 01-07-2008 
Dr Farid Cerita Aceh di Unhas
Makassar,Tribun - Tim negosiator penyelesaian konflik Aceh dr Farid Husain membedah buku karyanya yang berjudul To See The Unseen, Kisah di Balik Damai di Aceh.
Bedah buku itu dilaksanakan di Auditorium Fakultas Kedokteran Unhas, Kampus Unhas Tamalanre, Senin (30/6).
Buku To See The Unseen karya dr Farid mengisahkan, sekelumit perjalanan Dosen Fakultas Kedokteran Unhas itu dalam tugasnya merintis perdamaian antara pemerintah dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).
 
Dalam buku tersebut, Farid yang kini tercatat sebagai Dirjen Pelayanan Medik Departemen Kesehatan RI, secara gamblang menyajikan kisah-kisah ekslusif yang belum pernah terungkap dibalik suksesnya pemerintah menangani konflik di Aceh.
Termasuk bagaimana awalnya dia mendapat perintah dari Wapres Jusuf Kalla untuk menangani konflik di Poso, Ambon, dan kemudian Aceh.
Diuraikan pula cara pendekatannya yang tak lazim dalam menelusiri jejak tokoh GAM hingga ke warung makan orang Aceh di Benhil, Lhok Sukon, Singapura, hingga ke Stockholm Swedia.
Rektor Unhas Prof Idrus Paturusi dalam pengantarnya mengatakan, sebagi bukti kedekatan emosional Sulsel-Aceh maka masyarakat Sulsel membangunkan rumah sakit di Aceh pasca Tsunami di Aceh.
alah ruang operasi di rumah sakit itu diberi nama Persaudaraan Bugis-Aceh. "Selain itu, mahasiswa Aceh juga diberi kesempatan untuk praktek dan kuliah di Unhas. Kini, ratusan mahasiswa asal Aceh sudah tamat dan lanjut S2 di unhas," terangnya.

Nurdin dan Ridwan Mendengar
KEGIATAN tersebut menghadirkan sejumlah panelis yakni Prof Dr Idrus Paturusi, Juha Christensen Direktur Interpeace Indonesia dan Mediator MoU Helsinki, dan Dr Dedy Tikson Dekan Fisip Unhas.
Kegiatan itu dipandu Salim Shahab Editor dan Project Manager IPI. Buku To See The Unseen yang ditulis Farid tersebut baru berusia satu tahun namun telah masuk cetakan ketiga atau telah dicetak hingga 10 ribu eksemplar.
Bedah buku tersebut selain dihadiri akademisi Unhas dan sejumlah guru besar Unhas juga dihadiri kandidat Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah yang unggul suaranya versi LSI dan Ridwan Musagani calon Wali Kota Makassar.
Sebelum acara bedah buku, dilakukan penayangan video perjalanan proses perjalan perdamain di Aceh.

--
Tribun Timur,
Surat Kabar Terbesar di Makassar
http://www.tribun-timur.com

FORUM DISKUSI PEMBACA TRIBUN TIMUR
tribun.freeforums.org

Usefull Links:

http://jurnalisme-makassar.blogspot.com
http://jurnalisme-tv.blogspot.com
http://jurnalisme-radio.blogspot.com
http://jurnalisme-blog.blogspot.com
http://makassar-updating.blogspot.com
http://makassar-bugis.blogspot.com

Edisi Terakhir Tribun Timur Euro Update dan Kepemimpinan Portal Tribun, www.tribun-timur.com

Sumber: www.tribun-timur.com

Senin, 30-06-2008 | 06:42:05
Pagi Ini, Edisi Terakhir Tribun Timur Euro Update Beredar
Laporan: Irfan Syuhudi, Mansur AM, Aqsa Riyandi. tribuntimurcom@yahoo.com
 

SETELAH terbit sejak 8 Juni 2008, ketika Euro 2008 dimulai, Tribun Timur Euro Update edisi terakhir terbit pagi ini dengan laporan lengkap hasil final Euro 2008: Spanyol juara.

Bagi penggemar Spanyol, edisi ini dilengkapi dengan satu halaman warna skuad Spanyol serta rapor pemain Jerman dan Spanyol di partai final.

Tribun Timur Euro Update merupakan edisi khusus Euro 2008 yang diterbitkan surat kabar Tribun Timur, Makassar, setiap pagi, beberapa jam setelah edisi reguler Tribun Timur beredar di pasar.

Ini merupakan terobosan terbaru Tribun Timur serta satu-satunya di Makassar dan Indonesia timur demi memanjakan pencinta bola Makassar dengan berita-berita terbaru dari pentas Euro 2008 di Austria dan Swiss.

Berita-berita Euro 2008 juga diupdating di tribun-timur.com, menjadikan pengunjung portal Tribun Timur ini meroket tajam.

Rata-rata jumlah pengunjung setiap hari 4.666 IP address dengan lebih dari 100 ribu kali kunjungan per hari, serta rata-rata jumlah halaman yang dibuka 27.066 setiap hari, jauh meninggalkan portal berita lainnya.

Ini juga semakin memperkokoh posisi tribun-timur.com sebagai portal berita real time dengan pengunjung terbesar di Makassar dan Indonesia timur.

Selamat untuk Spanyol dan para pendukung Matador.

Semoga Tribun Timur Euro Update dan tribun-timur.com bermanfaat. Nantikan terobosan Tribun Timur berikutnya.

Tribun Timur,
Selalu yang Pertama


--
Tribun Timur,
Surat Kabar Terbesar di Makassar
http://www.tribun-timur.com

FORUM DISKUSI PEMBACA TRIBUN TIMUR
tribun.freeforums.org

Usefull Links:

http://jurnalisme-makassar.blogspot.com
http://jurnalisme-tv.blogspot.com
http://jurnalisme-radio.blogspot.com
http://jurnalisme-blog.blogspot.com
http://makassar-updating.blogspot.com
http://makassar-bugis.blogspot.com

Thursday, June 26, 2008

Barrack Obama, Calon Presiden AS, Kampanye, dan Komunitas Muslim AS


ARTIKEL The New York Times ini barangkali bisa memberikan sisi lain tentang Barrack Obama, pergulatannya di tengah pemilih yang mayoritas non-Muslim, dan masa lalu yang begitu kental dengan warna Muslim.

Andrea Elliott, sang penulis, melukiskan bagaimana Obama (atau para pengawal dan tim kampanyenya?) menghindarkan Obama dari orang-orang Islam pada masa kampanye. Simak selengkapnya:

Sumber:
http://www.nytimes.com/2008/06/24/us/politics/24muslim.html?_r=1&oref=slogin


Muslim Voters Detect a Snub From Obama


Published: June 24, 2008

As Senator Barack Obama courted voters in Iowa last December, Representative Keith Ellison, the country's first Muslim congressman, stepped forward eagerly to help.
Damon Winter/The New York Times

Barack Obama, on the altar at Ebenezer Baptist Church in Atlanta, has appeared in synagogues this campaign but no mosques.

Mr. Ellison believed that Mr. Obama's message of unity resonated deeply with American Muslims. He volunteered to speak on Mr. Obama's behalf at a mosque in Cedar Rapids, one of the nation's oldest Muslim enclaves. But before the rally could take place, aides to Mr. Obama asked Mr. Ellison to cancel the trip because it might stir controversy. Another aide appeared at Mr. Ellison's Washington office to explain.

"I will never forget the quote," Mr. Ellison said, leaning forward in his chair as he recalled the aide's words. "He said, 'We have a very tightly wrapped message.' "

When Mr. Obama began his presidential campaign, Muslim Americans from California to Virginia responded with enthusiasm, seeing him as a long-awaited champion of civil liberties, religious tolerance and diplomacy in foreign affairs. But more than a year later, many say, he has not returned their embrace.

While the senator has visited churches and synagogues, he has yet to appear at a single mosque. Muslim and Arab-American organizations have tried repeatedly to arrange meetings with Mr. Obama, but officials with those groups say their invitations — unlike those of their Jewish and Christian counterparts — have been ignored. Last week, two Muslim women wearing head scarves were barred by campaign volunteers from appearing behind Mr. Obama at a rally in Detroit.

In interviews, Muslim political and civic leaders said they understood that their support for Mr. Obama could be a problem for him at a time when some Americans are deeply suspicious of Muslims. Yet those leaders nonetheless expressed disappointment and even anger at the distance that Mr. Obama has kept from them.

"This is the 'hope campaign,' this is the 'change campaign,' " said Mr. Ellison, Democrat of Minnesota. Muslims are frustrated, he added, that "they have not been fully engaged in it."

Aides to Mr. Obama denied that he had kept his Muslim supporters at arm's length. They cited statements in which he had spoken inclusively about American Islam and a radio advertisement he recorded for the recent campaign of Representative Andre Carson, Democrat of Indiana, who this spring became the second Muslim elected to Congress.

In May, Mr. Obama also had a brief, private meeting with the leader of a mosque in Dearborn, Mich., home to the country's largest concentration of Arab-Americans. And this month, a senior campaign aide met with Arab-American leaders in Dearborn, most of whom are Muslim. (Mr. Obama did not campaign in Michigan before the primary in January because of a party dispute over the calendar.)

"Our campaign has made every attempt to bring together Americans of all races, religions and backgrounds to take on our common challenges," Ben LaBolt, a campaign spokesman, said in an e-mail message.

Mr. LaBolt added that with religious groups, the campaign had largely taken "an interfaith approach, one that may not have reached every group that wishes to participate but has reached many Muslim Americans."

The strained relationship between Muslims and Mr. Obama reflects one of the central challenges facing the senator: how to maintain a broad electoral appeal without alienating any of the numerous constituencies he needs to win in November.

After the episode in Detroit last week, Mr. Obama telephoned the two Muslim women to apologize. "I take deepest offense to and will continue to fight against discrimination against people of any religious group or background," he said in a statement.

Such gestures have fallen short in the eyes of many Muslim leaders, who say the Detroit incident and others illustrate a disconnect between Mr. Obama's message of unity and his campaign strategy.

"The community feels betrayed," said Safiya Ghori, the government relations director in the Washington office of the Muslim Public Affairs Council.

Even some of Mr. Obama's strongest Muslim supporters say they are uncomfortable with the forceful denials he has made in response to rumors that he is secretly a Muslim. (Ten percent of registered voters believe the rumor, according to a poll by the Pew Research Center.)

(Page 2 of 2)

In an interview with "60 Minutes," Mr. Obama said the rumors were offensive to American Muslims because they played into "fearmongering." But on a new section of his Web site, he classifies the claim that he is Muslim as a "smear."


"A lot of us are waiting for him to say that there's nothing wrong with being a Muslim, by the way," Mr. Ellison said.

Mr. Ellison, a first-term congressman, remains arguably the senator's most important Muslim supporter. He has attended Obama rallies in Minnesota and appears on the campaign's Web site. But Mr. Ellison said he was also forced to cancel plans to campaign for Mr. Obama in North Carolina after an emissary for the senator told him the state was "too conservative." Mr. Ellison said he blamed Mr. Obama's aides — not the candidate himself — for his campaign's standoffishness.

Despite the complications of wooing Muslim voters, Mr. Obama and his Republican rival, Senator John McCain, may find it risky to ignore this constituency. There are sizable Muslim populations in closely fought states like Florida, Michigan, Ohio and Virginia.

In those states and others, American Muslims have experienced a political awakening in the years since Sept. 11, 2001. Before the attacks, Muslim political leadership in the United States was dominated by well-heeled South Asian and Arab immigrants, whose communities account for a majority of the nation's Muslims. (Another 20 percent are estimated to be African-American.) The number of American Muslims remains in dispute as the Census Bureau does not collect data on religious orientation; most estimates range from 2.35 million to 6 million.

A coalition of immigrant Muslim groups endorsed George W. Bush in his 2000 campaign, only to find themselves ignored by Bush administration officials as their communities were rocked by the carrying out of the USA Patriot Act, the detention and deportation of Muslim immigrants and other security measures after Sept. 11.

As a result, Muslim organizations began mobilizing supporters across the country to register to vote and run for local offices, and political action committees started tracking registered Muslim voters. The character of Muslim political organizations also began to change.

"We moved away from political leadership primarily by doctors, lawyers and elite professionals to real savvy grass-roots operatives," said Mahdi Bray, executive director of the Muslim American Society Freedom Foundation, a political group in Washington. "We went back to the base."

In 2006, the Virginia Muslim Political Action Committee arranged for 53 Muslim cabdrivers to skip their shifts at Dulles International Airport in Northern Virginia to transport voters to the polls for the midterm election. Of an estimated 60,000 registered Muslim voters in the state, 86 percent turned out and voted overwhelmingly for Jim Webb, a Democrat running for the Senate who subsequently won the election, according to data collected by the committee.

The committee's president, Mukit Hossain, said Muslims in Virginia were drawn to Mr. Obama because of his support for civil liberties and his more diplomatic approach to the Middle East. Mr. Hossain and others said his multicultural image also appealed to immigrant voters.

"This is the son of an immigrant; this is someone with a funny name," said James Zogby, president of the Arab American Institute, who is a Christian who has campaigned for Mr. Obama at mosques and Arab churches. "There is this excitement that if he can win, they can win, too."

Yet some Muslim and Arab-American political organizers worry that the campaign's reluctance to reach out to voters in those communities will eventually turn them off. "If they think that they are voting for a campaign that is trying to distance itself from them, my big fear is that Muslims will sit it out," Mr. Hossain said.

Throughout the primaries, Muslim groups often failed to persuade Mr. Obama's campaign to at least send a surrogate to speak to voters at their events, said Ms. Ghori, of the Muslim Public Affairs Council.

Before the Virginia primary in February, some of the nation's leading Muslim organizations nearly canceled an event at a mosque in Sterling because they could not arrange for representatives from any of the major presidential campaigns to attend. At the last minute, they succeeded in wooing surrogates from the Clinton and Obama campaigns by telling each that the other was planning to attend, Mr. Bray said. (No one from the McCain campaign showed up.)

Frustrations with Mr. Obama deepened the day after he claimed the nomination when he told the American Israel Public Affairs Committee that Jerusalem should be the undivided capital of Israel. (Mr. Obama later clarified his statement, saying Jerusalem's status would need to be negotiated between Israelis and Palestinians.)

Osama Siblani, the editor and publisher of the weekly Arab American News in Dearborn, said Mr. Obama had "pandered" to the Israeli lobby, while neglecting to meet formally with Arab-American and Muslim leaders. "They're trying to take the votes without the liabilities," said Mr. Siblani, who is also president of the Arab American Political Action Committee.

Some Muslim supporters of Mr. Obama seem to ricochet between dejection and optimism. Minha Husaini, a public health consultant in her 30s who is working for the Obama campaign in Philadelphia, lights up like a swooning teenager when she talks about his promise for change.

"He gives me hope," Ms. Husaini said in an interview last month, shortly before she joined the campaign on a fellowship. But she sighed when the conversation turned to his denials of being Muslim, "as if it's something bad," she said.

For Ms. Ghori and other Muslims, Mr. Obama's hands-off approach is not surprising in a political climate they feel is marred by frequent attacks on their faith.

Among the incidents they cite are a statement by Mr. McCain, in a 2007 interview with Beliefnet.com, that he would prefer a Christian president to a Muslim one; a comment by Senator Hillary Rodham Clinton that Mr. Obama was not Muslim "as far as I know"; and a remark by Representative Steve King, Republican of Iowa, to The Associated Press in March that an Obama victory would be celebrated by terrorists, who would see him as a "savior."

"All you have to say is Barack Hussein Obama," said Arsalan Iftikhar, a human rights lawyer and contributing editor at Islamica Magazine. "You don't even have to say 'Muslim.' "

As a consequence, many Muslims have kept their support for Mr. Obama quiet. Any visible show of allegiance could be used by his opponents to incite fear, further the false rumors about his faith and "bin-Laden him," Mr. Bray said.

"The joke within the national Muslim organizations," Ms. Ghori said, "is that we should endorse the person we don't want to win."

--
Tribun Timur,
Surat Kabar Terbesar di Makassar
http://www.tribun-timur.com

FORUM DISKUSI PEMBACA TRIBUN TIMUR
tribun.freeforums.org

Usefull Links:

http://jurnalisme-makassar.blogspot.com
http://jurnalisme-tv.blogspot.com
http://jurnalisme-radio.blogspot.com
http://jurnalisme-blog.blogspot.com
http://makassar-updating.blogspot.com
http://makassar-bugis.blogspot.com

Wednesday, June 25, 2008

Dipukul Orang Tak Dikenal, Anggota DPRD Bulukumba Masuk IRD



Aduh, kasihan juga ya... anggota DPRD kok dipukul?

Sumber: Surat Kabar Tribun Timur, Makassar
http://www.tribun-timur.com/view.php?id=84531&jenis=Makassar

Rabu, 25-06-2008 | 00:21:36 
Dipukul, anggota DPRD Bulukumba Masuk IRD
Laporan: imam wahyudi. wahyudi_eki@yahoo.com
 
Bulukumba, Tribun - Anggota DPRD Bulukumba yang juga Ketua DPC Partai Bintang Reformasi Bulukumba, Mustamin Patawari Philip, dilarikan ke Rumah Sakit Andi Sultan Dg Radja, Bulukumba, pukul 23.00 wita.
 
Informasi yang berhasil dihimpun Tribun menyebutkan, anggota DPRD dari daerah pemilihan Kecamatan Gantarang dan Kindang ini masuk ke rumah sakit setelah dipukul oleh pria yang belum diketahui identitasnya di lingkungan Ponre, Kelurahan Matekko, Kecamatan Gantarang, Bulukumba.

Lokasi kejadian tersebut tidak jauh dari Markas Polsek Gantarang.

Isu pemukulan ini dibantah oleh keponakan Philip, Hikmawati, yang mengatakan bahwa Philip tidak dipukul melainkan terjatuh karena kelelahan.

Kapolsek Gantarang Iptu Ramli mengaku belum tahu penyebab kejadian tersebut. Ia mengaku belum mendapat laporan dari bawahannya di lapangan.

Informasi lain menyebutkan, Philip dipukul di bagian wajah dengan keras sehingga ia tidak sadarkan diri. Motifnya diduga karena dendam lama sejak SMA dulu. (*)

--
Tribun Timur,
Surat Kabar Terbesar di Makassar
http://www.tribun-timur.com

FORUM DISKUSI PEMBACA TRIBUN TIMUR
tribun.freeforums.org

Usefull Links:

http://jurnalisme-makassar.blogspot.com
http://jurnalisme-tv.blogspot.com
http://jurnalisme-radio.blogspot.com
http://jurnalisme-blog.blogspot.com
http://makassar-updating.blogspot.com
http://makassar-bugis.blogspot.com

Sunday, June 22, 2008

2.731 Peserta UMB Lulus di Unhas



Sumber: Tribun Timur, Makassar
http://www.tribun-timur.com/view.php?id=83951&jenis=Front


Minggu, 22-06-2008 
2.731 Peserta UMB Lulus di Unhas
Hari ini Diumumkan di Tribun; 31 Calon Mahasiswa Lulus di Luar Unhas; Tak Capai Passing Grade, Kursi Dibiarkan Kosong; Dalam Dua Jam, Koran Pengumuman Ludes Terjual
 
Makassar, Tribun - Sebanyak 2.731 peserta ujian masuk bersama (UMB) calon mahasiswa baru lulus di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar.
Pembantu Rektor (PR) I Unhas, Prof Dr Ir Dadang A Suriamiharja, Sabtu (21/6), kepada Tribun, mengungkapkan, dari jatah calon mahasiswa yang untuk jalur UMB, masih tersisa sekitar 60-an kursi yang tidak terisi karena tidak mencapai nilai passing grade yang ditetapkan.
 
Tribun Timur mengumumkan hasil kelulusan UMB 2008 di Unhas maupun peserta UMB yang mengikuti seleksi di Unhas namun lulus di universitas lain, Minggu (22/6) hari ini.
Jatah calon mahasiswa yang disiapkan untuk jalur UMB sekitar 70 persen dari total kuoata yang disediakan oleh Unhas untuk tahun akademik 2008/2009.
"Meski jatah tiap program studi itu mencapai 40 kursi, namun tidak semua harus diterima. Karena hanya yang memiliki nilai tinggi dan memenuhi standar yang diterima. Ini untuk menjamin kualitas," jelas Dadang.
Sementara itu, koran kampus identitas mulai menjual lembar pengumuman UMB 2008, tadi malam. Hanya dalam hitungan dua jam, ribuan eksamplar koran tersebut ludes diserbu.
"Saya menjual 50 eksamplar dan dalam watu setengah jam sudah habis terjual," kata seorang mahasiswa yang menjual koran di sekitar Jl Urip Sumoharjo.
Koran identitas dijual Rp 5.000 hingga Rp 7.000 per eksamplar.

Dadang mengungkapkan, pelaksanaan UMB berjalan lancar dan tertib tanpa diwarnai praktik perjokian.
Hal tersebut tidak lepas dari kesiapan Unhas melaksanakan ujian bersama tersebut.
Selain Unhas, ada empat universitas lainnya di Indonesia yang melakukan ujian yang sama, di antaranta, Universitas Indonesia (UI) Jakarta dan Universitas Sumatera Utara (USU) Medan.
Sementara dua perguruan tinggi (PTN) di Makassar, Universitas Negeri Makassar (UNM) dan Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin tidak masuk dalam UMB namun bergabung di SNMPTN.
Meski berjalan tertib, Dadang mengaku, pihaknya berharap UMB tidak dilaksanakan kembali tahun depan. Alasannya, pihak Unhas kelelahan melaksanakan dua kali ujian masuk perguruan tinggi.

Daftar Ulang
Dadang, mengatakan, proses pendaftaran ulang akan berlangsung pada 6-20 Agustus mendatang di gedung registrasi Unhas Tamalanre. Saat proses tersebut, peserta harus menyerahkan berkasnya dan datang sendiri sesuai jadwal.
Mereka yang dinyatakan lolos diminta membawa kartu tanda peserta UMB 2008 asli saat pendaftaran ulang. Selain itu, berkas-berkas seperti ijazah/STTB/STL/STK asli dan fotokopinya, dan foto berukuran 3x4 cm dan 2x3 cm masing-masing sebanyak empat lembar serta mengisi formulir biodata juga menjadi keharusan.
Selain itu akan ada pemeriksaan kesehatan dan cek foto yang akan berlangsung di gedung registras. Sedangkan bagi peserta UMB yang diterima pada program studi pilihan diharuskan membawa surat panggilan dari panitia UMB pusat.
Peserta diwajibkan untuk membayar biaya administrasi pendaftaran masing-masing Rp 1.390.000 untuk IPA dan Rp 1.240.000 untuk IPS di Bank BNI. "Mahasiswa yang lulus juga diwajibkan untuk mengikuti upacara penerimaan mahasiswa baru di Auditorium Baruga AP Pettarani, 21 Agustus mendatang," kata Dadang.

--
Tribun Timur,
Surat Kabar Terbesar di Makassar
http://www.tribun-timur.com

FORUM DISKUSI PEMBACA TRIBUN TIMUR
tribun.freeforums.org

Usefull Links:

http://jurnalisme-makassar.blogspot.com
http://jurnalisme-tv.blogspot.com
http://jurnalisme-radio.blogspot.com
http://jurnalisme-blog.blogspot.com
http://makassar-updating.blogspot.com
http://makassar-bugis.blogspot.com

Saturday, June 21, 2008

Nilai UN Makassar Terburuk Ke-4 di Sulawesi Selatan

INI sebuah alarm, peringatan. Makassar, ibu kota Sulsel, tidak lagi menjadi tempat pendidikan bermutu. Justru di kabupaten, nilai Ujian Nasional SMP 2008 lebih baik, sama juga dengan nilai UN SMA.
Anak-anak SMP itu berusia 15-16 tahun. Sekitar 10 tahun lagi akan memasuki dunia kerja dan 20 tahun lagi akan menjadi calon pemimpin muda. Bila kualitasnya makin merosot, maka kepemimpinan Sulsel di level nasional akan terancam.
Dunia berubah, tantangan juga berubah. Perlu pendekatan baru untuk masalah baru. Siapa yang bisa merumuskannya secara tepat, dialah pemilik masa depan.


Sumber: Surat Kabar Tribun Timur, Makassar
http://www.tribun-timur.com/view.php?id=83789&jenis=Front


Sabtu, 21-06-2008 
Nilai UN Makassar Terburuk Ke-4
Siswa Tak Lulus Capai 30 Persen; Nilai Hasil Ujian Terburuk Kelima; Tingkat Ketidaklulusan SMP Sulsel Capai 15 Persen; Diknas Akui Tahun Ini Sulsel Anjlok
 
Makassar, Tribun - Hasil ujian nasional (UN) sekolah menengah pertama (SMP) dan sederajat di Makassar hanya berada di urutan ke- 20 dari 23 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan (Sulsel).
Hasil UN SMP yang diumumkan di Tribun, Sabtu (20/6) hari ini, menunjukkan, tingkat ketidaklulusan siswa Makassar cukup tinggi, mencapai 30,10 persen atau sebanyak 5.639 siswa tidak lulus dari 18.734 siswa di Makassar.
 
Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Provinsi Sulsel mengumumkan rekapitulasi hasil UN se-Sulsel tahun ini, kemarin.
Sedangkan berdasarkan nilai ujian, Makassar lagi-lagi terpuruk. Posisinya hanya lebih baik dari empat kabupaten lainnya.
Makassar berada di posisi 19 atau kelima terburuk.
Total nilai UN siswa Makassar hanya 23,69 poin, dengan perincian untuk mata pelajaran bahasa Indonesia rata-rata bernilai 5,78, bahasa inggris (6,38), matematika (5,16), dan ilmu pengetahuan alam atau IPA (6,37).
Prestasi luar biasa ditunjukkan kabupaten yang berada di kawasan Luwu Raya.
Untuk hasil nilai ujian, Luwu dan Palopo berada di urutan pertama dan kedua. Siswa-siswi Luwu memiliki total nilai 29,47. Palopo menyusul dengan total nilai 29,39.
Sedangkan pada tidak ketidaklulusan, lagi-lagi Luwu berada di urutan pertama dengan siswa tidak lulus hanya mencapai 17 orang dari 5.821 siswa atau 0,29 persen.
Tana Toraja berada di urutan kedua. Siswa di Tator yang tidak lulus hanya 0,65 persen atau 48 dari 7.425 siswa.
Terburuk
Tiga daerah, masing-masing Parepare, Barru, dan Gowa mencatat hasil terburuk UN SMP tahun ini untuk tingkat ketidaklulusan siswa.
Parepare berada di urutan buncit dengan siswa tidak lulus mencapai 853 dari 2.162 siswa atau sebesar 39,45 persen.
Di Barru, sebanyak 36,79 persen siswa tidak lulus atau 927 dari 2.520 siswa.
Gowa juga memperlihatkan angka ketidaklulusan yang cukup tinggi. Sebanyak 2.182 dari 6.911 siswa tidak lulus (selengkapnya, lihat Hasil Ujian Nasional SMP se-Sulsel).
15 Persen
Kepala Dinas Diknas Sulsel, Andi Patabai Pabokori, mengakui, tahun ini, secara umum, UN SMP Sulsel mengalami penurunan kualitas.
Tingkat ketidaklulusan saja naik sembilan persen, yakni mencapai 15 persen dibanding tahun lalu, hanya enam persen.
"Tapi ini bukan hanya terjadi di Sulsel. Hampir seluruh provinsi terjadi penurunan kualitas," kata Patabai kepada Tribun, tadi malam.
Itu terungkap dari hasil pertemuan informal seluruh kepala dinas atau pejabat terkait di Jakarta saat menjemput hasil ujian nasional.
Soal hasil ujian Kota Makassar yang hanya bertengger di urutan ke-19 dari 23 kabupaten/kota, Patabai mengakuinya.
"Saya juga heran kenapa kualitas hasil UN Kota Makassar terpuruk begitu dibanding daerah lain?" katanya.
Itu membuktikan bahwa kualitas pendidikan bergeser ke daerah. Kualitas gurunya bagus, kualitas pembinaan siswa cukup bagus, gurunya lebih tekun, dan siswanya lebih rajin ketimbang di Kota Makassar.
Namun, kata Patabai, hasil UN di Makassar anjlok bukan karena SMP negeri, melainkan SMP swasta.
"Saya melihat datanya seperti itu, kalau SMP negeri cukup bagus, tapi hasil UN SMP swasta sangat buruk sehingga mempengaruhi peringkat secara umum," jelasnya.
Kelemahan Makassar
Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, M Natsir Aziz, mengaku sedih dengan hasil yang dicapai oleh Makassar dalam ujian nasional SMP. Ia mengakui Makassar memiliki beberapa kelemahan.
"Tahun depan saya tidak akan membiarkan kondisi keterpurukan kita ini. Kita memang memiliki beberapa kelemahan," ujar Natsir kepada Tribun.
Natsir menyalahkan banyaknya sekolah yang tidak bisa menyesuaikan dengan kenaikan standar nilai minimal ujian nasional (UN) dari 5,00 tahun lalu menjadi 5,25 tahun ini. Juga penyesuaian terhadap bertambahnya pelajaran IPA dalam UN.
Kelemahan lain adalah lemahnya kontrol dinas pendidikan terhadap aktivitas belajar mengajar di sekolah. Tidak semua sekolah dapat dipantau dan diawasi perkembangannya dalam setiap semester.
"Banyak sekolah yang tidak memberikan laporan hasil ujian semester sehingga kita tidak tahu berapa siswa yang kurang baik, apakah guru sudah menyampaikan pelajaran sesuai target," kata Natsir.
Ke depan, ia bersikeras agar sekolah memberikan laporan perkembangan per semester.
"Sehingga siapa siswa yang kurang baik hasil ujiannya akan kita bina lebih intensif. Demikian juga guru yang tidak sampai target kita tegur," lanjutnya.
Soal Bocor
Mengenai hasil ujian susulan di enam SMA swasta yang juga kurang memuaskan, Natsir menyayangkan.
Menurutnya, kelemahan itu tidak lepas dari peristiwa bocornya soal yang membuat enam sekolah itu harus mengulang.
Sampai tadi malam, Bagian Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Makassa belum menerima berkas hasil ujian susulan enam SMA itu. Namun Natsir mengatakan cukup banyak siswa di enam sekolah itu yang tidak lulus.
"Jumlahnya saya belum tahu, sebab belum ada laporan mengenai itu. Tetapi cukup banyak yang tidak lulus kendati ada juga yang baik," jelasnya.

--
Tribun Timur,
Surat Kabar Terbesar di Makassar
http://www.tribun-timur.com

FORUM DISKUSI PEMBACA TRIBUN TIMUR
tribun.freeforums.org

Usefull Links:

http://jurnalisme-makassar.blogspot.com
http://jurnalisme-tv.blogspot.com
http://jurnalisme-radio.blogspot.com
http://jurnalisme-blog.blogspot.com
http://makassar-updating.blogspot.com
http://makassar-bugis.blogspot.com

Thursday, June 19, 2008

Kopdar Pendukung Barrack Obama di Indonesia

Bagi yang berminat Kopdar.... Lagi, dari pendukung Obama di Indonesia.

---------- Forwarded message ----------
From: Facebook <notification+zedcgcpf@facebookmail.com>
Date: 2008/6/19
Subject: "Indonesia for Obama '08" sent you a message on Facebook...
To: Febric Fitriansyah <febricfitriansyah@gmail.com>


Enda Nasution sent a message to the members of Indonesia for Obama '08.

--------------------
Subject: Kopdar II dan Bagi T-Shirt dan Mailing List

Sori, tiba-tiba banyak message dari gue hehe.

Anyway, Indonesia for Obama akan ngadain KOPDAR II.

WAKTU: Sabtu, 21 Juni, 16.00
LOKASI: Pasar Festival, Rasuna Said, Kuningan Jakarta
Lokasi tepatnya, kumpul di Bengawan Solo Coffee di depan, nanti kita pindah kalo harus pindah.

ACARA UTAMA:
Bagi-bagi T-Shirt untuk yang sudah pesan dan mau ambil langsung. Atau kalau belum pesan, bisa langsung beli di sana juga.

Kalo mau pesan masih bisa detailnya di:
http://id-obama.wetpaint.com

Acara super utama:
Kenalan, kumpul-kumpul, cerita-cerita, foto-foto

Yang harus di bawa:
Ga ada yang harus, tapi kalo mau bawa print-print-an, poster obama akan lebih keren.

Acara tambahan:
Akan ada liputan dari Al Jazeera TV dan Radio CVC Australia (media yg sudah confirm ini)


MAILING LIST

Nah biar ga gue aja yg bisa ngemessage semua member di Facebook Group ini, maka kayaknya kita butuh media 2 arah yang lebih komunikatif.

Maka bergabungnlah di milis Indonesia for Obama, klik ke:
http://groups.google.com/group/id-obama

Dan join jadi member dari situ.


Siiip begitu dulu aja kabar-kabarinya. Ditunggu nanti hari Sabtu! :)



Enda Nasution
enda.nst@gmail.com
YM: enda_001
0813 9487 1625
--------------------

To reply to this message, follow the link below:
http://www.facebook.com/n/?inbox/readmessage.php&t=1022339473499

___
Want to control which emails you receive from Facebook? Go to:
http://www.facebook.com/editaccount.php?notifications&md=bXNnO2Zyb209NTAwOTc4OTMxO3Q9MTAyMjMzOTQ3MzQ5OTt0bz0xMTEwMTcwODU3





--
Tribun Timur,
Surat Kabar Terbesar di Makassar
http://www.tribun-timur.com

FORUM DISKUSI PEMBACA TRIBUN TIMUR
tribun.freeforums.org

Usefull Links:

http://jurnalisme-makassar.blogspot.com
http://jurnalisme-tv.blogspot.com
http://jurnalisme-radio.blogspot.com
http://jurnalisme-blog.blogspot.com
http://makassar-updating.blogspot.com
http://makassar-bugis.blogspot.com

Artalyta, Kemas Yahya Rahman, Jaksa Urip, Korupsi, dan olok-olok Ringtone dari Makassar

Melawanlah. Melawanlah dengan cara yang kamu bisa.

Barangkali semangat itulah yang mendorong aktivis antikorupsi di Makassar membuat ringtone, nada sambung pribadi, yang unik.

Simak beritra Tribun Timur, Makassar, berikut ini:
http://tribun-timur.com/view.php?id=83110


Rabu, 18-06-2008 
Olok-olok Ringtone dari Makassar
AIB bagi kejaksaan agung (Kejagung), ilham bagi aktivis antikorupsi di Makassar.
Di tengah gelayut mendung di korps Adhyaksa akibat tersebarnya rekaman percakapan terdakwa Artalyta Suryani dengan sejumlah petinggi jaksa, aktivis antikorupsi Makassar menjadikan kejadian itu momen pemberantasan korupsi.
 
Beberapa aktivis dan akademisi di Makassar berkumpul di Warung Kopi (Warkop) Daeng Anas, Selasa (17/6).
Mereka membahas strategi untuk tidak melewatkan kejadian memalukan berlalu begitu saja.
"Sekali lagi, kita ingin momen ini menjadi tonggak terciptanya gerakan nasional pemberantasan korupsi," ujar akademisi Unhas, Prof Dr Amran Razaq.
Amran meminta, disebut-sebutnya petinggi kejagung dalam rekaman percakapan harus dipertanggungjawabkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Dalam acara ini, hadiri aktivis Koalisi Masyarakat Anti Korupsi (KMAK) Abraham Samad dan Djusman AR.
Akademisi yang hadir antara lain, Dr Hamid Paddu (Unhas), Prof Abd Muin Fahmal (UMI), Husain Abdullah (Unhas), dan Koordinator Forum Informasi Komunikasi (FIK) LSM Sulsel Khudri Khuduri.
Bagi Hamid, kejadian itu betul-betul sangat memalukan. Menurutnya, saat reformasi, utang Indonesia Rp 2.000 triliun.
Stok utang Indonesia dipakai untuk rekap industri Rp 600 triliun. Sebanyak Rp 460 triliun digunakan untuk penyehatan BLBI.
"Nah, jika pengusutan kasus BLBI itu dipenuhi sandiwara, apa jadinya dan di mana nurani bangsa ini," tegas Hamid.
Akhirnya mereka sepakat menjadikan rekaman percakapan Ayin, panggilan akrab Artalyta, dengan petinggi jaksa itu sebagai nada panggil pribadi (ringtone) telepon selular (ponsel).
"Kita bersama teman-teman dari kampus, me-launching percakapan Ayin. Kritikan terhadap kejaksaan dan simbol perlawanan terhadap perilaku korup yang telah terjadi di lembaga penegakan hukum," kata Abraham.
Menurutnya, sikap itu sebagai bentuk keprihatinan yang mendalam. Sebab seharusnya lembaga penegakan hukum menjadi benteng, justru menjadi lembaga suap-menyuap.
"Kita memberikan hukuman sosial terhadap jaksa-jaksa yang suka berlaku korup. Kita berkeyakinan bahwa hukum kita akan kesulitan menghukum mereka. Maka kita sebagai masyarakat memberi sanksi sosial terhadap mereka," kata Abraham
Bagi Djusman, kejadian itu menunjukkan lemahnya pengawasan aparat kejaksaan.
"Ini sudah kejadian yang ke sekian kalinya. Pengawasan di internal kejaksaan sangat lemah. Kejadian ini harus dijadikan pelajaran dan momen bersama bertindak," tegas Djusman.
Bisa saja orang lain menilai Ayin itu bobrok. Tapi bagi Prof Muin, wanita berparas ayu itu pahlawan.
"Artalyta adalah pahlawan tanda kutip. Karena dia mempertontonkan kepada publik kebobrokan kejaksaan yang selama ini ditutup-tutupi. Presiden harus mereduksi kejagung dengan memilih pejabat dari luar lingkup kejagung," ujar Muin.
Kemas Protes
Dari Jakarta, mantan Jampidsus, Kemas Yahya Rahman, memprotes aksi aktivis dan akademisi Makassar.
"Saya kan belum terbukti ada kaitannya dengan kasus Urip (Jaksa Urip Tri Gunawan). Saya berulang kali menjelaskan soal telepon itu. Kok langsung dikaitkan," ujar mantan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulsel ini.
Kemas menilai pemasangan ringtone itu kurang baik. "Tapi ya memang enggak bisa dilarang, silakan saja," ujar Kemas yang kini menjabat staf ahli jaksa agung itu.
Menurut Kemas, rekaman pembicaraan antara dirinya dengan Ayin juga masih perlu diuji kebenarannya.
Percakapan Kemas dan Ayin terjadi pada Sabtu 1 Maret 2008 atau satu hari setelah Kejagung mengumumkan penghentian kasus BLBI II terkait Sjamsul.
Tanggal 2 Maret sore, Urip yang merupakan ketua tim penyelidik BLBI tertangkap KPK menerima uang suap dari Ayin.
Rekaman pembicaraan Kemas-Ayin diperdengarkan oleh jaksa KPK di persidangan Tipikor dengan terdakwa Ayin pekan lalu.

Versi Lengkap Ringtone Kemas-Artalyta
BILA sedikit bersabar, ringtone yang diluncurkan kalangan akademisi dan aktivisi di Makassar berisi percakapan lengkap Kemas dan Ayin, bisa didengar hingga usai.
Saat ringtone percakapan Ayin-Kemas diperdengarkan, pengunjung Warkop Daeng Anas banyak yang langsung tertarik memilikinya. Akhirnya ringtone itu disebarkan dengan menggunakan fasilitas bluetooth ke setiap ponsel.
Tidak seperti ringtone yang lain, nada dering ini tidak berisi lagu atau memiliki nada khas ringtone.
Isinya melulu percakapan Ayin-Kemas. Durasinya sekitar dua menit 15 detik. Inilah isinya:
Artalyta (A): Halo
Kemas (K): Halo
A: Ya, siap
K: Sudah dengar pernyataan saya? Hehehe
A: Good, very good
K: Jadi tugas saya sudah selesai
A: Siap, tinggal...
K: Sudah jelas itu gamblang. Tidak ada permasalahan lagi
A: Bagus itu
K: Tapi saya dicaci maki. Sudah baca Rakyat Merdeka?
A: Aaah Rakyat Merdeka, nggak usah dibaca.
K: Bukan, saya mau dicopot hahaha. Jadi gitu ya...
A: Sama ini mas, saya mau informasikan
K: Yang mana?
A: Masalah si Joker
K: Ooooo nanti, nanti, nanti
A: Nggak, itu kan saya perlu jelasin, Bang
K: Nanti, nanti, tenang saja
A: Selasa saya ke situ ya...
K: Nggak usah, gampang itu, nanti, nanti. Saya sudah bicarakan dan sudah ada pesan dari sana. Kita...
A: Iya sudah
K: Sudah sampai itu
A: Tapi begini Bang...
K: Jadi begini, ini sudah terlanjur kita umumkan. Ada alasan lain, nanti dalam perencanaan.


--
Tribun Timur,
Surat Kabar Terbesar di Makassar
http://www.tribun-timur.com

FORUM DISKUSI PEMBACA TRIBUN TIMUR
tribun.freeforums.org

Usefull Links:

http://jurnalisme-makassar.blogspot.com
http://jurnalisme-tv.blogspot.com
http://jurnalisme-radio.blogspot.com
http://jurnalisme-blog.blogspot.com
http://makassar-updating.blogspot.com
http://makassar-bugis.blogspot.com

Wednesday, June 18, 2008

Uang Beredar di Bisnis Petepete Makassar Hampir Rp 2 Miliar Per Hari

Surat kabar Tribun Timur, Makassar (www.tribun-timur.com), melansir data Jaringan Kerja Penataan Transportasi Perkotaan (JKPT) mengenai jumlah petepete atau angkutan kota:
* Terdapat 5.111 unit petepete yang beroperasi di 13 rute
* Jumlah rata-rata penumpang sebanyak 514 ribu orang per hari

Mari menghitung berapa banyak uang yang berputar di bisnis ini. Bila 5.111 unit petepete rata-rata membelanjakan Rp 50 ribu untuk bensin, maka sehari, pompa bensin (SPBU) di Makassar mendapatkan Rp 255.550.000 dari petepete saja.

Jumlah penumpang petepete 514 ribu orang setiap hari. Artinya, uang yang masuk ke kocek sopir rata-rata 1.542.000.000 sehari dengan asumsi setiap penumpang mengeluarkan Rp 3.000 (tarif sekarang hanya satu rute).

Terbayang betapa menggiurkannya bisnis petepete.

Setidaknya 10.200 sopir menggantungkan hidupnya di bisnis petepete. Itu dengan asumsi setiap petepete ada dua sopir. Satu sopir utama, satunya cadangan.


--
Tribun Timur,
Surat Kabar Terbesar di Makassar
http://www.tribun-timur.com

FORUM DISKUSI PEMBACA TRIBUN TIMUR
tribun.freeforums.org

Usefull Links:

http://jurnalisme-makassar.blogspot.com
http://jurnalisme-tv.blogspot.com
http://jurnalisme-radio.blogspot.com
http://jurnalisme-blog.blogspot.com
http://makassar-updating.blogspot.com
http://makassar-bugis.blogspot.com

Makassar Kota Seribu Petepete (Angkutan Kota)


ADA 5.111 unit angkutan kota atau sering disebut petepete di Makassar. Padahal, idealnya cuma 2.700 unit saja untuk kota besar di luar Jawa ini. Selain sebagai kota sejuta bos, kota sejuta ruko, kota seribu demonstrasi, Makassar layak dijuluki kota seribu petepete.

Akibat kelebihan jumlah petepete itu, terlihat beberapa hal: jalan-jalan Makassar tidak hanya semakin semrawut, tapi juga kian macet. Waktu tempuh untuk satu rute menjadi lebih lama, yang artinya, bensin yang dihabiskan semakin banyak. Pada saat yang sama, jumlah penumpang setiap petepete juga makin berkurang.

Tidak jarang petepete lari kosong atau lari dengan dua-tiga penumpang.

Pukulan untuk bisnis petepete bertambah dengan kemudahan pembeli mendapatkan sepeda motor. Berbekal uang muka Rp 500 ribu, motor sudah bisa dibawa pulang ke rumah. Cicilannya pun ringan, sekitar Rp 400 ribu sebulan. Jumlah itu lebih sedikit ketimbang harus bayar petepete pulang-pergi dari rumah ke kantor, dari rumah ke sekolah, atau dari rumah ke kampus.

Petepete tidak hanya bersaing dengan petepete untuk memperebutkan penumpang. Moda angkutan itu bersaing dengan dealer sepeda motor, dan kelihatannya mereka kalah.

Ini berita surat kabar Tribun Timur, Makassar, tentang petepete
http://tribun-timur.com/view.php?id=80276&jenis=Kota

Rabu, 04-06-2008 
Rasionalisasi Petepete, Pemkot Rancang Trayek Baru
Makassar, Tribun - Pemerintah Kota Makassar sedang berusaha merancang trayek baru bagi petepete (angkot) tanpa menambah jumlahnya. Trayek baru itu, selain untuk lebih menjangkau warga, juga untuk merasionalisasi petepete.
"Jumlah petepete pada jalur-jalur yang ada sekarang sudah sangat tidak berimbang dengan kebutuhan warga. Sementara ada beberapa rute belum tersentuh. Ada beberapa trayek yang sedang kita godok," ujar Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin, di Makassar, Selasa (3/6).
 
Berdasarkan data Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Sulawesi Selatan 2007 lalu, jumlah petepete di Makassar sebanyak 5.111 kendaraan yang melayani 14 trayek. Padahal berdasarkan kajian MTI, Makassar hanya membutuhkan tak lebih dari 2.700 petepete saja.
Trayek yang paling banyak memiliki armada petepete adalah trayek D jurusan Makassar Mal- Daya-Sudiang. Ada 1.199 petepete yang beroperasi setiap hari. Padahal hanya ada 127.406 penumpang. Dengan jumlah penumpang sebanyak itu, trayek D hanya membutuhkan 580 armada saja.
"Mereka (sopir petepete) selalu berpikir itu rute gemuk. Betul dilihat dari jumlah penumpangnya. Tetapi rasionya tidak imbang dengan jumlah petepete. Makanya tidak heran jika satu penumpang ditunggu tiga petepete. Di sisi lain, banyaknya petepete yang berhenti menimbulkan kemacetan," kata Ilham.
Jumlah petepete yang tidak rasional dengan jumlah penumpang inilah yang akan didistribusikan dalam beberapa rute baru. Tentu tanpa menambah jumlahnya. Ilham mencontohkan, trayek Pasar Butung-Makassar Mal-Barombong adalah salah satu yang akan diadakan.
Jika jumlah petepete cukup rasional dengan jumlah penumpang di Makassar, kenaikan tarif petepete pada kenaikan harga BBM berikutnya tidak akan terlampau tinggi. Permintaan sopir dan pengusaha agar tarif naik 30 persen adalah karena load factor (tingkat keterisian) sangat rendah.


--
Tribun Timur,
Surat Kabar Terbesar di Makassar
http://www.tribun-timur.com

FORUM DISKUSI PEMBACA TRIBUN TIMUR
tribun.freeforums.org

Usefull Links:

http://jurnalisme-makassar.blogspot.com
http://jurnalisme-tv.blogspot.com
http://jurnalisme-radio.blogspot.com
http://jurnalisme-blog.blogspot.com
http://makassar-updating.blogspot.com
http://makassar-bugis.blogspot.com

Toyota Memimpin Penjualan Mobil di Sulawesi Selatan, Menyusul Suzuki dan Daihatsu


Toyota masih memimpin penjualan mobil di Sulawesi Selatan, demikian data yang dipublikan surat kabar Tribun Timur, Makassar.
Link: http://tribun-timur.com/view.php?id=72764&jenis=Front

Data penjualan mobil di Sulawesi Selatan
(Berdasarkan data Samsat Makassar Januari-Februari 2008)

* Jumlah mobil yang terjual sebanyak 1.578 unit
* Toyota memimpin pasar dengan volume 430 unit atau dengan pangsa pasar 27,2 persen.
* Suzuki yang membukukan penjualan 277 unit
* Daihatsu 257 unit
* Honda 187 unit
* Mitsubishi 102 unit
* Nissan 90 unit
* Isuzu 59 unit
* Hino 59 unit.


Minggu, 13-04-2008 
Toyota Masih Raja Mobil
Jual 937 Juta Per Hari; Suzuki dan Mitsubishi Masuk Tiga Besar; Penjualan Honda Meningkat
 
Jakarta, Tribun - Toyota kian mengukuhkan diri sebagai pemimpin pasar otomotif di Indonesia.
Toyota mencatat angka tertinggi untuk penjualan triwulan pertama 2008 (Januari, Februari, Maret) pada seluruh segmen jenis mobil.
 
Presiden Direktur PT Toyota-Astra Motor, Johnny Darmawan, Sabtu (12/4), mengungkapkan data yang dilansir Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).
"Meskipun masih tetap ada tantangan menghadapi dampak dari kondisi perekonomian global yang kurang pasti, kami berharap pasar otomotif nasional akan tetap stabil, didukung dengan aneka product movement yang akan hadir tahun ini," kata Johnny.
Untuk segmen kendaraan jenis Sedan misalnya, market share Toyota mencapai 41 persen.
Toyota mencatat angka penjualan 3.548 unit. Toyota mengandalkan mobil Vios, Limo, All New Corolla Altis, dan Camry untuk segmen sedan.
Pada segmen 4x2 nonsedan, Toyota juga memimpin dengan 37.306 unit atau market share mencapai 43,1 persen.
Di segmen ini, Toyota mencatat penjualan tertinggi karena mobil mereka seperti Avanza, Innova, dan Rush yang memang paling banyak diminati.
Begitu pula di segmen 4x4, Toyota juga di posisi teratas dengan market share mencapai 40 persen.
Maret lalu, dua produk Toyota yang baru-baru ini meluncurkan varian terbarunya telah mencatatkan kenaikan penjualan yang cukup signifikan.
All New Corolla Altis melonjak 143 persen dibanding penjualan Februari lalu, sedangkan Yaris meningkat 52,6 persen pada periode yang sama.

Sedangkan penjualan Toyota pada segmen sedan di triwulan I-2008, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, telah mencatatkan kenaikan hingga 308 persen.
Kenaikan tersebut lebih besar daripada yang dialami oleh oleh pasar segmen sedan secara nasional, yaitu sebesar 177,3 persen.
Komposisi tiga besar pasar sedan ini adalah Toyota (41 persen), Honda (31,8 persen), serta Suzuki (14,3 persen).
Untuk segmen 4x2 nonsedan, penjualan Toyota meningkat 134,4 persen dibandingkan triwulan pertama 2007 lalu.
Komposisi tiga besar tahun ini adalah Toyota (43,1 persen), Suzuki (15,5 persen) dan Daihatsu (14,7 persen).
Pada segmen ini, angka penjualan tertinggi tetap dipegang oleh Avanza (16.158 unit) serta Kijang Innova (14.033 unit). Daihatsu Xenia menyusul di posisi ketiga dengan 7.668 unit.
Total penjualan nasional selama triwulan pertama 2008 adalah 135.607 unit, meningkat 160,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Dilihat dari komposisi market, Toyota stabil pada peringkat pertama dengan penjualan mencapai 45.096 unit, disusul oleh Mitsubishi (19.878 unit), dan Suzuki (18.706 unit).
Pasar Sedan Toyota adalah di kelas mini sedan Vios dan Limo. Corolla dan Camry menjadi market leader di kelasnya masing-masing.
Pasar Kendaraan 4x2 untuk low adalah Avanza tetap memimpin dengan pangsa pasar mencapai 46,5 persen.
Demikian pula Kijang Innova, dengan pangsa pasar 68,2 persen di kelas 4x2 Medium MPV.
Toyota Yaris terjual 2.555 unit atau 18,5 persen di kelas 4x2 Medium Mini, dan Rush berhasil menguasai 33,1 persen pasar 4x2 Medium SUV dengan jumlah unit 2.865.
Pasar kendaraan 4x4, Toyota Fortuner tetap menjadi market leader di kelas Medium dengan penjualan 207 unit atau pangsa pasar 47 persen selama triwulan pertama 2008.
Segmen kendaraan komersial, penjualan nasional di pasar kendaraan komersial triwulan pertama 2008 mencapai 39.902 unit. Toyota menguasai 10 persen pasar dengan penjualan 3.994 unit.
Toyota Dyna adalah penyumbang terbesar penjualan Toyota di pasar ini dengan angka 2.460 unit atau 16,5 persen market share kelas 2 ton, selain Hilux yang menguasai 23 persen pasar kelas 4x2 Medium Komersil dengan penjualan mencapai 3.893 unit.
Melonjak
Secara keseluruhan, penjualan mobil pada triwulan I-2008 melonjak cukup tinggi, mencapai 60,78 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pada triwulan pertama 2007, sebanyak 84.337 unit mobil terjual. Bandingkan dengan penjualan triwulan pertama 2008 yang mencapai 135.598 unit.
Data Gaikindo mencatat penjualan Januari sebesar 41.381 unit , Februari (47.503 unit), dan Maret (46.714 unit).
Toyota tetap teratas dengan angka penjualan mencapai 45.058 unit (lihat, Toyota Menguasai).
Honda
Meski memimpin di seluruh segmen, Toyota tetap mewaspadai pesaingnya, terutama dari Honda.
PT Honda Prospect Motor (HPM) berhasil melakukan penjualan mobil pada triwulan pertama tahun 2008 sebesar 12.789 unit atau naik 46 persen dibanding penjualan di periode yang sama tahun 2007 yaitu sebesar 8.746 unit.
Hingga bulan Maret 2008 mobil Honda menguasai pangsa pasar di Indonesia sebesar 9,4 persen.
Khusus Maret, Honda berhasil membukukan penjualan sebanyak 4.339 unit.

"Seiring pertumbuhan pasar otomotif yang cukup baik di awal tahun ini, sebagian besar produk Honda juga mengalami peningkatan penjualan dibanding bulan sebelumnya. Dengan posisi ini, kami yakin pangsa pasar Honda akan terus meningkat hingga akhir tahun ini," kata Direktur Marketing & After Sales Service PT HPM, Jonfis Fandy.
Di kelas medium SUV, Honda CR-V terus mencatat angka penjualan yang tinggi dan menjadi market leader di segmennya dengan peraihan pangsa pasar sebesar 55 persen.
Honda CR-V berhasil membukukan penjualan sebanyak 1.367 unit pada bulan Maret.
Total penjualan Honda CR-V sepanjang tahun 2008 ini mencapai 5.074 unit.
Sementara Honda Jazz, produk andalan Honda di kelas low MPV, tetap memegang angka penjualan tertinggi di antara jajaran produk-produk Honda.
Di bulan Maret sendiri Honda Jazz berhasil terjual sebanyak 1.710 unit naik 16 persen dibandingkan bulan Februari lalu yang terjual sebanyak 1.471 unit.
Dengan begitu total penjualan Honda Jazz di sepanjang tahun 2008 ini telah mencapai 4.844 unit dengan peraihan pangsa pasar 10% di kelasnya. Sedangkan produk MPV Honda lainnya, Honda Odyssey pada Maret ini terjual sebanyak 117 unit.

Pasar Sulsel
Dihubungi terpisah, Operational Manager PT Hadji Kalla, Syarif Amir, mengatakan, pada triwulan pertama 2008, PT Hadji Kalla (main dealer Toyota area Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara), mengatakan, menguasai 40 persen pasar mobil di segmen comersial car.
Sedangkan di segmen noncomersial, kontribusinya lebih besar dari comercial car, khususnya di segmen non sedan 4x2.
Di segmen ini MPV 4x2 low, yaitu Avanza paling banyak memberikan kontribusi bagi Hadji Kalla (HK), mengalahkan penjualan Kijang Innova. "Tapi, saya tidak tahu data penjualannya karena baru-baru dari umrah," katanya.
Berdasarkan data Samsat Makassar Januari-Februari 2008, jumlah mobil yang terjual sebanyak 1.578 unit. Toyota memimpin pasar dengan volume 430 unit atau dengan pangsa pasar 27,2 persen.
Posisi kedua dan seterusnya masing-masing Suzuki yang membukukan penjualan 277 unit, Daihatsu 257 unit, Honda 187 unit, Mitsubishi 102 unit, Nissan 90 unit, Isuzu 59 unit, dan Hino 59 unit.
Di kelas sedan, Toyota membukukan penjualan 24 unit, diikuti Honda dan Hyundai masing-masing 20 unit, serta Kia-Mazda-Ford juga masing-masing satu unit. Di kelas non sedan 4x2, Toyota membukukan penjualan 340 unit.
Diikuti, Daihatsu 227 unit, Suzuki 217 unit, Honda 167 unit, Nissan 76 unit, dan Isuzu 31 unit, serta merek lain 41 unit. Sementara di kelas non sedan 4x4, Toyota membukukan penjualan lima unit, yang diikuti Ford dan Mazda sebanyak satu unit.

--
Tribun Timur,
Surat Kabar Terbesar di Makassar
http://www.tribun-timur.com

FORUM DISKUSI PEMBACA TRIBUN TIMUR
tribun.freeforums.org

Usefull Links:

http://jurnalisme-makassar.blogspot.com
http://jurnalisme-tv.blogspot.com
http://jurnalisme-radio.blogspot.com
http://jurnalisme-blog.blogspot.com
http://makassar-updating.blogspot.com
http://makassar-bugis.blogspot.com

Bajaj Masuk Makassar, Transportasi Makin Semrawut?

Setiap bulan, dealer mobil di Makassar rata-rata menjual lebih dari 500 unit mobil. Setiap bulan pula, dealer motor menjual lebih 1.000 unit.

Artinya, setiap bulan, jalan-jalan di Kota Makassar mendapat tambahan pengguna baru lebih 500 mobil dan lebih 1.00 motor.

Sementara itu, penambahan badan jalan sangat seret. Dapatlah dimengerti bila makin lama Makassar makin mendekati penyakit Jakarta dan kota-kota besar lainnya: jalanan tidak saja macet tapi semrawut.

Beda dari Jakarta, Makassar lebih parah karena di sini ribuan becak beroperasi bebas. Kendaraan roda tiga itu seperti raja jalanan. Belum lagi mobil-mobil truk yang berseliweran di dalam kota.

Petepete (angkutan kota) juga kian banyak. Pertumbuhannya seolah tidak terkontrol.

Dapatlah dibayangkan bagaimana suasana jalan-jalan di Makassar: penuh becak, sepeda motor, mobil pribadi, truk. Di beberapa ruas jalan ada juga pagandeng, penjual sayur mayur yang menggunakan sepeda. Ada juga bemo, becak motor (roda dua maupun roda tiga).

Pokoknya ramai. Persisnya pusing.

Jumlah kendaraan yang banyak sementara pembangunan ruas jalan yang tak sebanding pelan-pelan menggiring kota ini menuju kota neraka. Transportasinya akan menjadi masalah serius.

Sekarang, muncul rencana ada bajaj. Rame, rame.


Sumber: Tribun Timur, Makassar
http://www.tribun-timur.com/view.php?id=83263&jenis=Makassar

Rabu, 18-06-2008 | 21:37:22 
Herry Iskandar Akan Hadiri Opening Bajaj Makassar
Laporan: Eki Sakkirang, ekhymaldini@yahoo.com
 
Makassar, Tribun - Untuk memberikan layanan yang maksimal bagi pelanggannya, Bajaj (baca: Bajaj) yang hadir di Makassar awal tahun ini, akan meresmikan main dealernya PT Kumala Prima Auto (KPA)/Bajaj Makassar, Kamis (19/6) besok.
 
Grand Opening kantor yang beralamat di Jl Kumala (eks diler Chevrolet) akan dibuka secara resmi oleh direksi Kumala Motor Group, termasuk Presdir Kumala Motor Group Ricky Tandiawan, dan rencananya akan dihadiri Wakil Wali Kota Makassar, Andi Herry Iskandar.

M Edwin AJ Penaggung Jawab Global Communication, media partner even dan promosi Kumala Motor Group, mengatakan hal itu di Makassar, beberapa menit lalu. Menurutnya, Bajaj Makassar, menyediakan layanan penjualan, servis, dan suku cadang.

"Pembukaan kantor ini menegaskan keinginan kami untuk memberikan layanan sebaik-baiknya bagi pelanggan Bajaj," tegasnya. Apalagi, respon konsumen terhadap Bajaj cukup baik.

Selain meresmikan kantor baru, Bajaj Makassar (PT Kumala Prima Auto) juga dijadikan momen soft launching generasi Pulsar, yaitu XCD 125 cc dengan harga Rp 13,5 juta. Kehadiran XCD melengkapi motor sport sebelumnya, yaitu Pulsar 180 cc dan Pulsar 200 cc.

Dia menambahkan bahwa KPA juga akan menawarkan kemudahan mendapatkan sepeda motor sport Pulsar. Bajaj memadukan fashion dan teknologi baru. Desainnya agresif, gagah, dan bodi kekar, yang terpancar dari dari postur bodi yang aerodinamis dan atletis.

Dibanding motor sport sekelas, seperti Yamaha Scorpio, Honda Mega Pro, dan Honda Tiger, motor yang telah di pasarkan sejak April, lebih terjangkau.(*)


--
Tribun Timur,
Surat Kabar Terbesar di Makassar
http://www.tribun-timur.com

FORUM DISKUSI PEMBACA TRIBUN TIMUR
tribun.freeforums.org

Usefull Links:

http://jurnalisme-makassar.blogspot.com
http://jurnalisme-tv.blogspot.com
http://jurnalisme-radio.blogspot.com
http://jurnalisme-blog.blogspot.com
http://makassar-updating.blogspot.com
http://makassar-bugis.blogspot.com

tribun-timur.com Sajikan Laporan Pertandingan Italia vs Perancis di Euro 2008 Secara Live

www.tribun-timur.com yang dikelola surat kabar Tribun Timur, Makassar, menyajikan laporan pertandingan Italia vs Perancis secara live. Simak indeks laporannya yang mulai diupdating jelang, pada saat, dan setelah pertandingan selesai.

Link: http://www.tribun-timur.com/indexmks.php?jenis=Makassar%20Saat%20Ini

Makassar Saat Ini
Rabu, 18-06-2008 | 05:43:09
Tribun Timur Euro Update: Donadoni-Domenech Terancam Didepak
Laporan: Irfan Syuhudi/Mansur AM/Aqsa Riyandi. tribuntimurcom@yahoo.com
 

Rabu, 18-06-2008 | 05:42:25
Tribun Timur Euro Update: Belanda Gasak Rumania 2-0
Laporan: Irfan Syuhudi/Mansur AM/Aqsa Riyandi. tribuntimurcom@yahoo.com
 

Rabu, 18-06-2008 | 05:41:22
Tribun Timur Euro Update: Regenerasi Perancis
Laporan: Irfan Syuhudi/Mansur AM/Aqsa Riyandi. tribuntimurcom@yahoo.com
 

Rabu, 18-06-2008 | 05:40:24
Tribun Timur Euro Update: Raja Bola Mati
Laporan: Irfan Syuhudi/Mansur AM/Aqsa Riyandi. tribuntimurcom@yahoo.com
 

Rabu, 18-06-2008 | 05:39:21
Tribun Timur Euro Update: Italia Lolos ke Perempatfinal
Laporan: Irfan Syuhudi/Mansur AM/Aqsa Riyandi. tribuntimurcom@yahoo.com
 

Rabu, 18-06-2008 | 05:38:13
Tribun Timur Euro Update: Menit ke Menit Italia vs Perancis
Laporan: Irfan Syuhudi/Mansur AM/Aqsa Riyandi. tribuntimurcom@yahoo.com
 

Rabu, 18-06-2008 | 04:41:05
Tribun Timur Euro Update: Italia Berpesta, Perancis Menangis
Laporan: Irfan Syuhudi/Mansur AM/Aqsa Riyandi. tribuntimurcom@yahoo.com
 

Rabu, 18-06-2008 | 04:33:24
Tribun Timur Euro Update: Van Persie Hancurkan Rumania
Laporan: Irfan Syuhudi/Mansur AM/Aqsa Riyandi. tribuntimurcom@yahoo.com
 

Rabu, 18-06-2008 | 04:26:55
Tribun Timur Euro Update: Pirlo Diganti, Perannya Tak Tergantikan
Laporan: Irfan Syuhudi/Mansur AM/Aqsa Riyandi. tribuntimurcom@yahoo.com
 

Rabu, 18-06-2008 | 04:23:15
Tribun Timur Euro Update: Buffon Luar Biasa
Laporan: Irfan Syuhudi/Mansur AM/Aqsa Riyandi. tribuntimurcom@yahoo.com
 

Rabu, 18-06-2008 | 04:10:34
Tribun Timur Euro Update: Gooooooooooollllllllllllll, De Rossi Cetak Gol Kedua Italia
Laporan: Irfan Syuhudi/Mansur AM/Aqsa Riyandi. tribuntimurcom@yahoo.com
 

Rabu, 18-06-2008 | 04:04:29
Tribun Timur Euro Update: Perancis Masih Tekan Italia
Laporan: Irfan Syuhudi/Mansur AM/Aqsa Riyandi. tribuntimurcom@yahoo.com
 

Rabu, 18-06-2008 | 04:02:08
Tribun Timur Euro Update: Gollll, Belanda Sementara Menang 1-0
Laporan: Irfan Syuhudi/Mansur AM/Aqsa Riyandi. tribuntimurcom@yahoo.com
 

Rabu, 18-06-2008 | 03:51:15
Tribun Timur Euro Update: Pirlo Bintang, Cassano Buruk
Laporan: Irfan Syuhudi/Mansur AM/Aqsa Riyandi. tribuntimurcom@yahoo.com
 

Rabu, 18-06-2008 | 03:45:21
Tribun Timur Euro Update: 10 Pemain Perancis Dominasi Pertandingan
Laporan: Irfan Syuhudi/Mansur AM/Aqsa Riyandi. tribuntimurcom@yahoo.com
 

Rabu, 18-06-2008 | 03:40:36
Tribun Timur Euro Update: Italia Berpeluang, Belanda Main Bagus Tapi Masih 0-0
Laporan: Irfan Syuhudi/Mansur AM/Aqsa Riyandi. tribuntimurcom@yahoo.com
 

Rabu, 18-06-2008 | 03:37:38
Tribun Timur Euro Update: Italia Masih Unggul 1-0
Laporan: Irfan Syuhudi/Mansur AM/Aqsa Riyandi. tribuntimurcom@yahoo.com
 

Rabu, 18-06-2008 | 03:15:56
Tribun Timur Euro Update: Gollllllllllllll, Pirlo Sukses Eksekusi Penalti
Laporan: Irfan Syuhudi/Mansur AM/Aqsa Riyandi. tribuntimurcom@yahoo.com
 

Rabu, 18-06-2008 | 03:13:02
Tribun Timur Euro Update: Abidal Dapat Kartu Merah
Laporan: Irfan Syuhudi/Mansur AM/Aqsa Riyandi. tribuntimurcom@yahoo.com
 

Rabu, 18-06-2008 | 03:10:57
Tribun Timur Euro Update: Italia Dapat Hadiah Penalti
Laporan: Irfan Syuhudi/Mansur AM/Aqsa Riyandi. tribuntimurcom@yahoo.com
 

Rabu, 18-06-2008 | 02:57:02
Tribun Timur Euro Update: Ribery Cedera Menit Ke-9
Laporan: Irfan Syuhudi/Mansur AM/Aqsa Riyandi. tribuntimurcom@yahoo.com
 

Rabu, 18-06-2008 | 02:54:00
Tribun Timur Euro Update: Luca Toni Payah
Laporan: Irfan Syuhudi/Mansur AM/Aqsa Riyandi. tribuntimurcom@yahoo.com
 

Rabu, 18-06-2008 | 02:25:50
Tribun Timur Euro Update: Buffon Nomor 3, Kiper Polandia Nomor Satu
Laporan: Irfan Syuhudi/Mansur AM/Aqsa Riyandi. tribuntimurcom@yahoo.com
 

Rabu, 18-06-2008 | 02:19:33
Tribun Timur Euro Update: Italia Andalkan Toni-Cassano, Perancis Henry-Benzema
Laporan: Irfan Syuhudi/Mansur AM/Aqsa Riyandi. tribuntimurcom@yahoo.com
 

Rabu, 18-06-2008 | 02:10:44
Tribun Timur Euro Update: Italia-Perancis Bahaya, Belanda Kerahkan 9 Pemain Cadangan
Laporan: Irfan Syuhudi/Mansur AM/Aqsa Riyandi. tribuntimurcom@yahoo.com
 

Kamis, 19-06-2008 | 01:52:47
Tribun Timur Euro Update: Van Basten Ingin Profesional, Contra Ingin Menang
Laporan: Mansur AM/Irfan Syuhudi, Aqsa Riandy. tribuntimurcom@yahoo.com
 

Kamis, 19-06-2008 | 01:49:07
Tribun Timur Euro Update: Ribery Ogah Pulang Cepat, Donadoni Patok Harga Mati
Laporan Mansur AM/Irfan Syuhudi/Aqsa Riandy, tribuntimurcom@yahoo.com


--
Tribun Timur,
Surat Kabar Terbesar di Makassar
http://www.tribun-timur.com

FORUM DISKUSI PEMBACA TRIBUN TIMUR
tribun.freeforums.org

Usefull Links:

http://jurnalisme-makassar.blogspot.com
http://jurnalisme-tv.blogspot.com
http://jurnalisme-radio.blogspot.com
http://jurnalisme-blog.blogspot.com
http://makassar-updating.blogspot.com
http://makassar-bugis.blogspot.com

Tuesday, June 17, 2008

Ogah Jagung Amerika, Korea Lirik Sulsel

Korea Selatan mencari jagung di Sulawesi Selatan. Kabar baik untuk petani. Semoga tidak dihalangi oleh birokrasi yang motifnya memungut rente, dan pada akhirnya, merugikan petani.


Sumber: Surat Kabar Tribun Timur, Makassar, tribun-timur.com


Selasa, 17-06-2008 | 22:26:27 
Ogah Jagung Amerika, Korea Lirik Sulsel
Laporan: muhammad irham. la_toge_langi@yahoo.com
 
Makassar, Tribun - Koperasi Pertanian Korea Selatan (KPKS) berminat mengimpor jagung kuning sal Sulawesi Selatan untuk menutupi kekurangan stok jagung di negeri itu yang mencapai tujuh juta ton per tahun.
 
Keinginan itu disampaikan Kepala Bidang Pakan KPKS Ryu Gi Man saat menemui Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di kediaman Gubernur Jl Sungai Tangka, Makassar, Selasa (17/6). Ryu didampingi sejumlah pengurus koperasi asal negeri itu dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemprov Sulsel, Amal Natsir.

"Selama ini kami mengimpor jagung dari Amerika sebanyak tiga juta ton. Tapi mekanisme impornya timpang dan sangat berbelit, makanya kami mengalihkan ke wilayah Asia Tenggara khususnya Sulsel," jelas Ryu.

Jagung Sulsel dinilai sangat kompettitf dari segi harga namun harus diiringi dengan perbaikan kualitas. Ryu berharap Pemerintah Sulsel memberikan kemudahan fasilitas dengan melakukan pembenahan infrastuktur dan melakukan perbaikan kualitas jagung.

Korea siap mengimpor jagung asal Sulsel karena yakin kualitasnya tidak kalah dengan jagung asal Amerika. Dalam waktu dekat ini, tim dari Korea akan meninjau sejumlah daerah yang menjadi sentra penghasil jagung di Sulsel.

Beberapa daerah yang direkomendasikan oleh pemprov untuk dikunjungi antara lain, Takalar, Jeneponto, Gowa, dan Kabupaten Luwu. Keempat daerah ini memiliki lahan yang ditanami jagung seluas 480 ribu hektar.

Beberapa waktu lalu, Sulsel gagal mengekspor jagung ke Korea Selatan karena jagung yang sudah dikemas dalam kontainer sudah tercemar jamur aflatoksin yang berbahaya bagi kesehatan ternak. Jagung itu terpaksa dipulangkan kembali ke Indonesia. (*)

--
Tribun Timur,
Surat Kabar Terbesar di Makassar
http://www.tribun-timur.com

FORUM DISKUSI PEMBACA TRIBUN TIMUR
tribun.freeforums.org

Usefull Links:

http://jurnalisme-makassar.blogspot.com
http://jurnalisme-tv.blogspot.com
http://jurnalisme-radio.blogspot.com
http://jurnalisme-blog.blogspot.com
http://makassar-updating.blogspot.com
http://makassar-bugis.blogspot.com

Monday, June 16, 2008

Tribun Timur Euro Update, Terobosan Tribun Timur

Ini terobosan surat kabar Tribun Timur, Makassar, untuk menyemarakkan Euro 2008. Setiap hari terbit dua edisi.



sumber: www.tribun-timur.com
Sabtu, 14-06-2008 | 06:36:05 
Tribun Timur Euro Update Kembali Terbit Pagi Ini
Laporan: Irfan Syuhudi, Mansur AM, Aqsa Riyandi. tribuntimurcom@yahoo.com
 
Makassar, Tribun - Berakhir sudah pertandingan antara tuan rumah Austria melawan Polandia dengan skor 1-1. Pada saat pertandingan berlangsung, tim kecil Tribun Timur Euro Update mulai mengetik berita dan harus segera merampungkan berita sekaligus layout halaman sebelum pukul 05.30 wita. Itulah deadline Tribun Timur Euro Update setiap hari.

 
Tim Tribun Timur Euro Update terdiri atas reporter, layouter, tenaga grafis, TI, dan staf sekretariat redaksi.

Miriplah dengan tim surat kabar Tribun Timur edisi reguler. Cuma dari segi jumlah, jauh lebih mini.

Pertandingan pertama babak penyisihan Euro 2008 dimulai pukul 00.00 wita. Sedangkan pertandingan kedua mulai pukul 02.45 dan selesai pukul 04.30.

Dalam tempo sekitar satu jam, tim Tribun Timur Euro Updating sudah harus merampungkan seluruh halaman, termasuk laporan dan ulasan hasil pertandingan paling akhir.

Deadline yang superketat itu dimaksudkan agar pembaca Tribun Timur Euro Update di Makassar bisa menikmati hasil dan ulasan pertandingan beberapa jam sebelumnya lebih pagi.

Pagi ini, misalnya, halaman satu Tribun Timur Euro Update muncul dengan berita pertandingan Jerman vs Kroasia.

Sedangkan halaman dalam, halaman enam, berisi ulasan dan hasil pertandingan yang selesai pukul 04.30: Austria vs Polandia.

Berita sudah selesai dibikin ketika pada menit ke-92, Austria mencetak gol balasan untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Kesibukan terasa di kantor redaksi. Seluruh berita harus dirombak, foto-foto terbaru harus ditunggu, statistik pertandingan berupa klasemen dan top skor harus diubah, dan seterusnya.

Kendati demikian, deadline dapat dipenuhi tepat waktu dan pembaca bisa menikmati Tribun Timur Euro Update sejak pagi.

Koran-koran lain di Makassar baru melaporkan hasil pertandingan dini hari itu keesokan harinya.

Terbit perdana sejak Euro 2008 digelar 8 Juni lalu, Tribun Timur Euro Update merupakan edisi khusus surat kabar Tribun Timur, Makassar, yang terbit setiap pagi seperti halnya Tribun Timur edisi reguler.

Tebal 32 halaman tapi harga tidak naik, tetap Rp 2.000 per eksemplar.

Dengan edisi khusus tersebut, lampu-lampu merah dan tempat penjualan koran di Makassar pada pagi hari dihiasi surat kabar Tribun Timur dan Tribun Timur Euro Update.

Tribun Timur Euro Update berisi laporan dan ulasan dua pertandingan yang berlangsung dini hari atau beberapa jam sebelum koran 32 halaman dengan tiga sesi tersebut beredar di pasar.

Ini merupakan satu dari sekian terobosan Tribun Timur --yang mengusung moto "Selalu yang Pertama"-- untuk memenuhi kebutuhan pembacanya.(*)


--
Tribun Timur,
Surat Kabar Terbesar di Makassar
http://www.tribun-timur.com

FORUM DISKUSI PEMBACA TRIBUN TIMUR
tribun.freeforums.org

Usefull Links:

http://jurnalisme-makassar.blogspot.com
http://jurnalisme-tv.blogspot.com
http://jurnalisme-radio.blogspot.com
http://jurnalisme-blog.blogspot.com
http://makassar-updating.blogspot.com
http://makassar-bugis.blogspot.com

Sunday, June 15, 2008

Kabupaten Barru Jago IPA, Kabupaten Bantaeng IPS, Makassar?

Sumber: Surat Kabar Tribun Timur, Makassar, www.tribun-timur.com


Sabtu, 14-06-2008
Barru Jago IPA, Bantaeng IPS
Hasil Rekapitulasi Nilai UN SMA di Sulsel; Jeneponto Jawara di Kelompok Bahasa; Makassar Hanya Juara di Jenjang Madrasah; Hari Ini, Tribun Umumkan Hasil UN; Polisi Ancam Tangkap Siswa yang Ugal-ugalan di Jalan
 
Makassar, Tribun - Kabupaten Barru mencatat nilai rata- rata tertinggi yakni 49,16 hasil ujian akhir nasional (UN) SMA tahun 2008 di Sulawesi Selatan (Sulsel).
Sedangkan Kabupaten Bantaeng mencatat nilai tertinggi untuk kelompok IPS yakni 48,20 dan Jeneponto mencatat angka tertinggi di kelompok bahasa, 46,79.
Dinas Pendidikan Nasional (Depdiknas) Sulsel melansir data hasil UN tersebut, Jumat (13/6). Wakil Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Wakadis Diknas) Sulsel, Saleh Gottang, mengatakan, hasil yang dicapai oleh Sulsel tahun ini terbilang cukup memuaskan dibandingkan tahun, sebelumnya.
 
Khusus hasil UN di Kota Makassar, akan diumumkan, Sabtu (14/6), di harian Tribun Timur. Pengumuman tersebut mencakup 62 sekolah dari jenjang SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah (MA) negeri dan swasta.
Pada tahun ini, Kota Makassar tak masuk dalam jajaran lima besar peraih nilai rata-rata UN tertinggi untuk kelompok SMA IPA maupun IPS
Makassar hanya meraih peringkat pertama nilai rata-rata tertingg yakni 45,10 untuk jenjang MA


Peringatan Polisi
Kepala Polwiltabes Makassar, Komisaris Besar Genot Hariyanto, meminta orangtua siswa dan guru untuk mengingatkan siswa-siswinya agar tidak merayakan kelulusannya dengan cara ugal-ugalan di jalan raya.
Genot menegaskan pihaknya akan menangkap pelajar yang merayakan kelulusannya dengan cara berkonvoi dan ugal-ugalan karena sudah melanggar ketertiban umum.
"Saya sudah perintahkan aparat saya untuk tidak segan- segan menangkap mereka yang ugal-ugalan di jalan dengan melanggar aturan lalu lintas," ujar Genot yang dihubungi via telepon tadi malam.
Setiap tahun, siswa SMA dan SMP, merayakan pengumuman kelulusan mereka dengan melakukan aksi konvoi di jalan raya. Beberapa aksi tersebut bahkan berujung pada tawuran.
Menurutnya, pelampiasan rasa bahagia dengan cara ugal- ugalan di jalanan, selain berbahaya bagi pengguna lalulintas lainnya, juga rawan kecelakaan bagi siswa itu sendiri.
Genot yang akan menempari pos barunya Lembaga Pendidikan Polri itu menyarankan agar mereka yang lulus merayakan dengan aktivitas yang positif.
"Misalnya membantu fakir miskin atau membesuk anak- anak panti asuhan. Merayakan kelulusan juga bisa dilampiaskan dengan cara menggelar syukuran secara sederhana di rumah daripada di jalanan," kata mantan Kapolwil Parepare ini.

Peningkatan SDM
Saleh yang juga Ketua Panitia Ujian Nasional Sulsel Saleh Gottang mengaku tingkat kelulusan tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya.
Untuk tahun mendatang, pihaknya mengaharapkan ada peningkatan sumber daya manusia (SDM) para pendidik dan tenaga kependidikan agar dapat memberikan motivasi terhadap siswa untuk mencapai standar isi dan materi yang ditentukan. Tahun ini, standar UN 5,25.
Untuk menghindari kebocoran soal yang menuai masalah, Saleh mengharap aparat tenaga pendidik mengikuti mekanisme yang ada.
Prosesnya sudah memadai. "Panitia UN sudah bekerja di hulu, sehingga jangan lagi membuat aktivitas di luar mekanisme di hilir. Cukup tenaga pendidik dan tenaga kependidikan melakukan pengawasan dan koordinasi," katanya.
UN kali ini diwarnai dengan kasus bocornya soal di enam sekolah swasta yang ada di Makassar. Kasus tersebut diusut aparat kepolisian namun hingga kini penanganannya tidak jelas.

Makassar
Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Kejuruan Dinas Pendidikan Kota Makassar, Ismunandar, yang ditemui di SMK 6 Makassar, kemarin, menyebutkan, hasil UN SMA sederajat tahun ini masih lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.
"Meski tetap ada yang tidak lulus, tapi tahun ini juga banyak sekolah yang meluluskan siswanya hingga 100 persen," katanya didampingi Kepala Seksi Pendidikan Kejuruan, Suwardy.
Dari rekap sementara hasil UN, menyebutkan dari 5.149 peserta UN SMK, sebanyak 4.777 berhasil lulus. Sedangkan dari 12.580 peserta UN yang berlangsung Mei lalu, 5.557 siswa program IPA dan 4.156 program IPS juga sukses mencapai kriteria kelulusan ujian.
Hasil tersebut belum termasuk jumlah siswa lulus di SMA Negeri 1, SMAN 2, dan SMAN 3. Data kelulusan juga menyebutkan untuk SMK, kelulusan 100 persen lebih didominasi sekolah kejuruan berbasis keilmuan dan swasta di antaranya SMK Negeri Analisis Kimia yang meluluskan149 siswanya, SMK Teknologi Industri Makassar 105 siswa, SMK Telkom Sandhy Putra 2 dengan 104 peserta, dan beberapa SMK swasta lainnya.
Sedangkan kelulusan 100 persen untuk kategori SMA negeri berhasil dicapai SMAN 14 dengan jumlah 123 siswa (IPA) dan 119 IPS. Jumlah siswa yang tercatat tidak mengikuti UN sebanyak empat orang. Keberhasilan serupa juga diraih SMAN 17 yang meluluskan 168 siswa program IPA dan 11 orang siswa IPS. Siswa yang tidak mengikuti UN tercatat dua orang. Ismunandar juga memastikan pengumuman hasil UN SMA dan SMK hanya diumumkan di media cetak termasuk Tribun Timur dan tidak diumumkan di sekolah.
"Ini untuk meminimalisir hal-hal yang tidak kita inginkan seperti konvoi maupun coret-coret di sekolah. Siswa tidak perlu lagi datang ke sekolah, kalau perlu sekolah digembok untuk sementara," tegasnya.

Maros
Sebanyak 162 orang siswa SMA, SMK, dan MA negeri dan swasta di Maros tidak lulus UN. Pengumuman kelulusan siswa hasil akumulasi nilai UN dengan ujian sekolah akan dilakukan serentak, hari ini.
Di Maros, peserta UN tercatat 2.387 orang dan 162 orang tidak lulus UN. Jumlah ini terdiri atas siswa MA 72 orang, SMA 77 orang, dan 13 orang siswa SMK.
Kepala Sub Dinas Pendidikan Menengah (Kasubdin Dikmen Diknas Maros, Mashuddin, mengungkapkan, tingkat kelulusan siswa tahun ini cukup besar dibandingkan tahun kemarin. Tahun lalu, jumlah yang tidak lulus sebanyak 474 siswa dari 2.743 siswa yang ikut UN.
"Bila dibandingkan tahun kemarin dan sekarang lebih tinggi tingkat kelulusan tahun ini," katanya.
Gowa
Sementara di Kabupaten Gowa dari data di dinas diknas setempat sedikitnya 83 siswa tidak lulus. Siswa SMA yang tidak lulus sebanyak 44 orang dari 2.362 orang peserta UN. Kemudian dari MA tidak lulus 39 orang dari 593 peserta.
Kadis Diknas Gowa Idris Faisal Kadir dan Kepala Kantor Infokom Gowa Zainuddin Kaiyum mengungkapkan, tingkat kelulusan siswa di daerah ini juga meningkat di banding tahun 2007 lalu.
Idris menjelaskan, kelulusan SMK negeri 93,6 persen dan swasta 84,38 persen dimana tahun lalu hanya 87,19 persen (negeri dan swasta).
Sedangkan SMA negeri kelulusannya mencapai 98,25 persen (2007: 82,84 persen), SMA swasta 99,29 persen (86,11 persen), dan MA 87,13 persen (81,46 persen).
"Kelulusan dibanding tahun ajaran 2006/2007 terjadi peningkatan. Ini menunjukkan bahwa penerapan pendidikan gratis tidak mempengaruhi mutu tapi malah meningkatkan," jelasnya.
Bulukumba
Kepala Sub Dikdasmen Dinas Pendidikan Bulukumba, Suardi Gau, mengatakan, hingga kemarin baru beberapa data kelulusan SMA dan MA yang diterima Diknas Bulukumba dari Diknas Provinsi Sulsel.
Jumlah siswa tidak lulus sebanyak 54 orang itu baru dari 161 orang siswa MAN yang ikut UN. Hasil ujian seluruh sekolah, kata Suardi, kemungkinan baru tiba di Bulukumba Jumat malam.
Hasil UN yang sudah diterima diknas yaitu SMAN 1 Herlang, SMAN 1 Bonto Bahari, Madrasah Aliyah YPPI Bulukumba, MA Gunturu Herlang dan MA Darul Qalam. Peserta UN di lima sekolah ini, lulus semuanya atau seratus persen.
Di SMAN 1 Bulukumba, satu siswa yang tidak lulus. MA Ma'ruf 21 siswa tidak lulus dari 34 siswa peserta UN. Sedangkan di MAN Bulukumba 54 siswa tidak lulus dari 161 siswa peserta UN.
Bone
Diknas Bone melansir sekitar 58 pelajar SMA dan MA dinyatakan tidak lulus dalam UN. Peserta terbanyak yang tidak lulus, yakni dari MA Negeri 1 Watampone sebanyak 23 orang.
Sementara, di sekolah unggulan seperti SMA 1 Watampone terdapat seorang pelajar jurusan bahasa yang tidak lulus. Sekolah unggulan lainnya, seperti SMAN 2 Watampone dinyatakan lulus 100 persen.
Total kelulusan dari 5.023 peserta di Bone mencapai 98,87 persen atau meningkat dari persentase kelulusan tahun 2007 yang hanya 98,83 persen.
"Untuk data SMK belum kami terima, sehingga data yang ada hanya untuk SMA dan MA," kata Kepala Seksi Kurikulum Diknas Bone, Nur Salam, Jumat (13/6).
Wajo
Sementara, dari Wajo dilaporkan, jumlah peserta yang tidak lulus UN mencapai 110 orang dari tingkat SMA, MA, dan sekolah menengah kejuruan (SMK). Peserta SMA yang tidak lulus sebanyak 57 orang, SMK 34 orang, dan MA 19 orang dari total peserta 1.663 orang. Tingkat kelulusan di Wajo mencapai 92,26 persen.
Soppeng
Secara terpisah, Diknas Soppeng melaporkan, tingkat kelulusan mencapai 98,30 persen. Sebanyak 66 orang dinyatakan tidak lulus dari tingkat SMA, SMK, dan MA. Dari tingkatan ini, SMK tercatat sebagai jumlah terbanyak yakni 52 orang yang dinyatakan tidak lulus.
Untuk SMA dan MA, jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) mendapat jumlah terbanyak dengan 13 orang yang dinyatakan tidak lulus dan jurusan Bahasa satu orang. Jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) memperoleh prestasi terbaik dengan tingkat kelulusan 100 persen.
Parepare
Sedikitnya 309 siswa SMA, SMK, dan MA se-Kota Parepare tidak berhasil lulus dalam ujian nasional (UN) baru-baru ini. Jumlah ini belum termasuk siswa SMK Amsir 1 karena belum menyerahkan laporannya.
Dari laporan yang diperoleh di dinas pendidikan setempat, sebanyak 34 siswa SMA tidak lulus, 50 siswa SMK, dan sedikitnya 225 siswa SMK, minus laporan dari SMK Amsir 1. Kelulusan siswa SMA dan MA negeri/swasta mencapai 1.099 orang.
Kemudian SMK tercatat meluluskan 688 siswanya, belum termasuk laporan SMK Amsir 1. Total kelulusan mencapai 1.787 orang. Jumlah peserta UN tercatat 2.185 orang, terdiri atas 984 orang dari SMK dan 1.211 dari SMA dan MA.
Menanggapi angka ketidaklulusan UN siswa SMA, SMK, dan MA di Parepare, Kadis Pendidikan Kota Parepare Mustafa Mappangara mengaku tidak mempersoalkan banyaknya jumlah siswa yang tidak lulus.
"Menurut saya, bukan jumlah kelulusan siswa yang menjadi ukuran. Tetapi, yang kita mau lulus dan berkualitas. Lebih baik sedikit yang lulus tetapi berkualitas daripada banyak lulus tetapi tidak berkualitas," tegas Mustafa yang mengaku berada di Makassar saat dikonfirmasi.
--
Tribun Timur,
Surat Kabar Terbesar di Makassar
http://www.tribun-timur.com

FORUM DISKUSI PEMBACA TRIBUN TIMUR
tribun.freeforums.org

Usefull Links:

http://jurnalisme-makassar.blogspot.com
http://jurnalisme-tv.blogspot.com
http://jurnalisme-radio.blogspot.com
http://jurnalisme-blog.blogspot.com
http://makassar-updating.blogspot.com
http://makassar-bugis.blogspot.com