Friday, November 30, 2007

Kisah Founder Radio

Kisah Founder Radio

Cerita yang bagus tentang bagaimana, tanpa mengenal lelah, membangun radio siaran. Dimulai dari pelosok, bukan dari kota besar. Sekarang ia sukses.


http://www.hamline.edu/apakabar/basisdata/1996/01/13/0002.html


IN: GATRA - Berkibar Berkat Radio

From: apakabar@access.digex.net
Date: Sat Jan 13 1996 - 09:29:00 EST


From: John MacDougall <apakabar@access.digex.net>

Majalah Berita Mingguan GATRA, 13 Januari 1966 ( No.9/II ).
Rubrik : Ekonomi

http://www.hamline.edu/apakabar/basisdata/1996/01/13/0002.html

PROFIL

Berkibar Berkat Radio

Dengan modal dua kilogram emas, Rusmin membangun jaringan stasiun
radio di Jawa Tengah.

JULUKAN "Raja Radio" tampaknya pantas disandang Rusmin Kusen.
Lihat saja, pengusaha stasiun radio swasta itu, melalui
perusahaannya, PT Cipta Prima Pariwara Radio Net (CPP-Radio Net),
menguasai 25 stasiun radio di berbagai pelosok Jawa Tengah dan
Daerah Istimewa Yogyakarta. Boleh dibilang, kerajaan radio milik
Rusmin merupakan jaringan radio swasta terbesar di Indonesia.
Cuma RRI, jaringan radio milik pemerintah, yang bisa mengalahkan
jaringan radio pengusaha swasta tersebut.

Prestasi Rusmin, 47 tahun, mengembangkan bisnis radio memang bisa
dibanggakan. Soalnya, kompetisi di bisnis media saat ini sangat
ketat. Munculnya televisi swasta membuat porsi iklan radio
menyurut. Akibatnya, banyak pengelola stasiun radio yang tak
tahan bersaing, lalu bangkrut. Tapi Rusmin malah menjadikan hal
ini sebagai peluang. Satu per satu stasiun radio yang bangkrut
itu diambil alih dan dibenahinya.

Ada tiga langkah pembenahan yang dilakukan Rusmin. Pertama,
membangun persepsi baru dari radio yang diambil alih. Kedua,
menerapkan standar kerja baru bagi para pegawainya. Ketiga,
membentuk format dan produk siaran baru. "Kalau diperlukan, saya
tidak segan-segan mengganti orang lama yang tidak memenuhi
standar stasiun radio yang baru itu," katanya.

Tangan dingin Rusmin ternyata mampu mengubah kinerja stasiun
radio gurem tadi. Buktinya, kini hampir setiap stasiun radio di
jaringannya mampu menuai laba lumayan. Rata-rata stasiun radio
dalam jaringan Rusmin mampu mencetak laba sekitar Rp 100 juta per
tahun. Beberapa stasiun radio CPP, seperti Pop FM, RCTFM
(Semarang), SAS FM (Solo), dan Yasika FM (Yogyakarta), bahkan
tergolong radio paling digemari di wilayahnya masing-masing.

Walau belum pernah mendapat pendidikan tentang radio siaran,
Rusmin bukan orang baru dalam bisnis radio. Pria kelahiran
Magelang itu telah menggeluti radio sejak 1972. Saat itu Rusmin,
yang baru saja keluar dari bangku kuliahnya di Jurusan Teknik
Elektro Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga, melihat
bisnis radio memiliki prospek cerah. "Saya melihat industri di
dalam negeri akan berkembang. Tentunya mereka membutuhkan sarana
untuk mempromosikan produknya," kata Rusmin.

Harapan Rusmin makin besar karena stasiun radio yang ada saat itu
belum memanfaatkan peluang ini. Mereka umumnya masih mengelola
radio secara amatir. Buktinya, hampir semua radio di Jawa Tengah
ketika itu belum mengenal perencanaan, baik perencanaan jam
siaran, perencanaan program, maupun perencanaan segmen pasar yang
akan dibidik menjadi pendengarnya. Rusmin lalu memberi contoh
lagu yang diputar oleh penyiar. "Lagu yang diputar itu bukan
untuk memenuhi keinginan pendengar, apalagi untuk membentuk
pendengar," ujarnya.

Dari hasil pengamatannya, Rusmin lalu membuat proposal pendirian
radio baru. Lantaran tidak punya modal, proposal itu dijadikan
bekal untuk mencari dana dari teman-temannya. Ada enam temannya
yang tertarik menyertakan modal. "Waktu itu sumbangannya tidak
berupa uang, melainkan berupa cincin, kalung, atau gelang emas,"
kata Rusmin. Sekitar dua kilogram emas berhasil dikumpulkannya,
yang nilainya saat itu sekitar Rp 1 juta.

Dengan modal inilah ia mendirikan radio pertamanya, Polaris, di
Magelang. Dibantu enam penyiar, radio pertamanya ini mengudara
secara tetap mulai pukul 5.00 sampai pukul 24.00. "Radio Polaris
merupakan satu-satunya radio di Magelang yang punya jadwal siaran
tetap," kata Rusmin. Setelah radionya berdiri, Rusmin lalu
keliling toko dan pasar untuk menjaring pemasang iklan.

Ketika itu menjual slot iklan radio bukan pekerjaan gampang.
"Kebanyakan pengusaha merasa mampu menjual dagangannya dengan
baik tanpa iklan," katanya. Walau berkali-kali ditolak, Rusmin
tetap mendatangi para calon pemasang iklan potensial. "Modal saya
cuma satu, tidak kenal malu kalau ditolak," katanya kepada
Tedjomurti dari Gatra.

Akibat terlalu berkonsentrasi mencari iklan, kontrol Rusmin
terhadap mutu siaran terbengkalai, sehingga mutu siaran radionya
merosot. Perlahan-lahan Polaris ditinggalkan pendengarnya, dan
jatuh bangkrut. Tapi Rusmin tak putus asa. Ia lalu mengadakan
arisan di antara pengusaha Magelang. Hasil arisan ini lalu
dijadikannya modal untuk membangun kembali stasiun radionya.
Belajar dari kegagalan, Rusmin kali ini betul-betul mengontrol
mutu siarannya. Ia membuat standar kerja bagi penyiar, mulai dari
cara mempersiapkan lagu dan topik pembicaraan sampai gaya
bertutur. "Intinya, saya ingin penyiar tampil secara terencana,
jadi tidak terkesan amatiran," kata Rusmin.

Dengan standar kerja yang diterapkannya, perlahan-lahan Polaris
bangkit lagi, dan menjadi radio paling populer di Magelang. Dalam
waktu setahun, ia bisa mengembalikan emas pinjaman dari
teman-temannya. Tapi Rusmin belum puas, dan mulai melirik stasiun
radio lain untuk melebarkan jaringan. Langkahnya dimulai dengan
membeli radio Zenith di Salatiga pada 1982. Setelah itu Rusmin
membeli radio-radio gurem lainnya, sehingga jaringannya hampir
meliputi seluruh kota-kota penting di Jawa Tengah dan Daerah
Istimewa Yogyakarta.

Kini aset perusahaannya mencapai angka Rp 2 milyar. Umumnya,
stasiun radio milik Rusmin berada di jalur AM, hanya enam radio
yang bermain di jalur FM. "Sasaran pendengar kami adalah
masyarakat di pelosok-pelosok, jadi lebih pas dengan jalur AM,"
ujarnya. Kini bisnis Rusmin makin cepat berkembang. Sebab ia,
dengan jaringannya itu, berhasil mengefisienkan ongkos produksi.
"Biaya produksi bisa murah karena ditanggung 26 stasiun radio,"
katanya.

Setelah berhasil membangun jaringan di Jawa Tengah dan
Yogyakarta, Rusmin mulai melirik provinsi lain. Langkahnya
dimulai dengan mengambil alih radio Pelita Kasih di Jakarta, pada
Desember lalu. Obsesinya adalah memiliki jaringan radio di
seluruh Indonesia. "Setelah Jakarta, saya ingin melangkah ke
Sumatera," kata Rusmin.
Bambang Sujatmoko/GIS.-

favorite site: www.tribun-timur.com

TV Indonesia, Menuju Tontonan Kelas Bawah

TV Indonesia, Menuju Tontonan Kelas Bawah

Survei AGB Nielsen baru-baru ini menunjukkan gejala menarik: makin kaya seseorang makin jarang nonton TV. Sebaliknya, makin miskin kian sering nonton TV.

Ini kutipan hasil sigi Nielsen, yang dikutip Tribun Timur, Makassar: ”Survei ini juga menemukan kecenderungan bahwa semakin rendah pendapatan orang, semakin banyak waktu yang mereka habiskan untuk menonton televisi.”
Disebutkan juga, ”Masyarakat dengan sosial ekonomi status (SES) E yang pengeluaran di bawah Rp 500 ribu per bulan, terbukti paling banyak menonton televisi, terutama pada jam-jam tayang utama (prime time).”
”Sedang kelompok masyarakat dengan SES A (pengeluaran bulanan diatas Rp 3 juta) paling sedikit menyempatkan waktu menonton televisi.”

Hasil survei itu menarik, terutama untuk menjawab pertanyaan, apakah TV kita, persisnya program-program TV kita, sudah dan akan ditinggalkan pemirsa golongan menengah atas?

Sejalan dengan itu, apakah TV kita sudah dan akan menjadi santapan masyarakat kelas bawah?

Mungkin juga iya. Masyarakat kelas menengah-atas di Indonesia, seperti halnya juga gejala umum di kota-kota besar dunia, semakin sibuk. Seharian di kantor, bekerja, bertemu relasi, rapat. Tiba di rumah kecapekan, menghabiskan waktu keluarga, dan akhirnya, tidak ada waktu untuk menonton TV.

Pagi-pagi sekali, sambil sarapan, menonton (atau hanya mendengar saja?) siaran berita televisi. Setelah itu buru-buru ke kantor, tenggelam pada aktivitas rutin.

Pada saat weekend menonton TV? Mungkin juga tidak. Weekend adalah waktu yang teramat berharga untuk keluarga. Weekend lebih banyak dihabiskan di luar rumah ketimbang di rumah.

Kedua, selain soal waktu, yang tak kalah penting, daya tarik program TV Indonesia untuk kalangan menengah-atas. Menarikkah?

Seperti ditunjukkan survei Nielsen, jawabannya iya untuk beberapa acara "serius" seperti program berita dan beberapa acara "santai" seperti siaran sepakbola (bukan sepak bola Tanah Air, tapi luar negeri, yang tingal di-copy-paste).

Memang lalu tantangannya bagi pengelola TV adalah seberapa kreatif memproduksi mata acara yang memikat bagi kalangan menengah-atas.

Jadi, ada masalah waktu, ada masalah daya tarik program TV nasional.

Bila soalnya hanya waktu, muncul pertanyaan: bagaimana dengan produk teknologi selular yang memungkinkan bisa menonton TV di mana saja?

Menarik menunggu apakah produk ini sukses. Bila ya, dan tontonannya adalah program TV Indonesia, berarti para pengelola TV Indonesia mampu membuat program yang memikat kalangan menengah-atas.

Bila tidak, dapatlah dikatakan, pengelola TV kita mampunya hanya memproduksi tontonan kelas dangdut dan mistik.

Memang selalu menjadi dilema bagi pengelola koran, dan saya kira juga pengelola TV dan radio: Makin laris suatu produk atau berita biasanya untuk konsumsi kelas menengah, bukan untuk kelas menengah atas.

Koran dengan readership terbanyak di Jakarta, dulunya, adalah koran kriminal. Di daerah, radio-radio dangdut sering menjadi dambaan pemirsa.

Di Makassar, misalnya, radio Gamasi, yang isinya dangdut, diputar oleh hampir seluruh sopir petepete (angkutan kota) dan nyaring terdengar di gang-gang. Inilah radio dengan readership terbesar di Makassar.

Sementara readership beberapa stasiun radio yang mengandalkan program acara yang "serius", katakanlah musik jazz atau talk show marketing dan pengembangan diri, masih jauh dari Gamasi.

Sekali lagi, apakah TV kita akan masuk perangkap low taste dan menjadi santapan kelas menengah-bawah? Kita tunggu perkembangannya.

Berikut kutipan lengkap berita Tribun Timur tentang survei Nielsen:

http://www.tribun-timur.com/view.php?id=54746

Minggu, 25-11-2007

Kaya Malas Nonton TV, Miskin Rajin

Hasil Riset Menonton Televisi

MASYARAKAT berpenghasilan tinggi atau orang kaya dan berpendidikan tinggi (lulusan universitas) lebih memilih waktu santai di rumah dengan menonton tayangan gelar tinju ketimbang menonton sinetron.
Sedangkan pada remaja yang berasal dari kelompok ini lebih memilih tayangan ringan variety show yang banyak ditayangkan stasiun televisi swasta.
Simpulan tersebut diperoleh melalui hasil riset survei yang dilaksanakan di kota, termasuk Makassar, yang berlangsung sejak awal Januari hingga 10 November lalu.
Kota lain yang disurvei adalah Jakarta dan sekitarnya, Surabaya (Jatim), Bandung (Jabar), Yogjakarta dan sekitarnya, Semarang (Jateng), Denpasar (Bali), Banjarmasin (Kalsel), Palembang (Sumsel), dan Medan (Sumut).
"Ini membuktikan, sinetron bukan tayangan yang selalu dominan ditonton seperti dugaan banyak orang karena program yang ditonton akan berbeda-beda tergantung dari segmen demografis pemirsanya," kata Hellen Katherina, Associate Director Marketing & Client Service AGB Nielsen di Jakarta.


Pemirsa yang berpendidikan tinggi tidak menempatkan sinetron sebagai program yang paling banyak ditonton.
"Alih-alih menonton sinetron, mereka menyaksikan film barat, musik, komedi , dan gelar tinju, selain program sepakbola spesial," sebut Hellen.
Sementara di kelompok anak-anak yang berasal dari keluarga kelas atas dan berpendidikan tinggi, program yang ditonton, selain Piala Asia, adalah musik, film barat anak (Harry Potter), dan komedi. Di antara 10 program dengan pemirsa terbanyak pada segmen ini, hanya tercatat satu judul sinetron.
Berdasarkan data kepemirsaan kuartal ketiga (Juli-September) 2007, pemirsa dari kalangan menengah bawah cenderung menonton program serial (sinetron), film (FTV), dan hiburan (musik, kuis, variety show, reality show, dsb).
Sementara, pemirsa dari kelas atas memiliki kecenderungan untuk menonton informasi (talkshow, documentary, infotainment, dsb), berita, program spesial, dan filler (berita, musik, kuis, dsb).

Anak-anak
Dari sisi usia, lain lagi. Anak-anak memiliki kecenderungan untuk mengonsumsi program yang memang ditargetkan bagi mereka, yaitu program anak-anak.
Pemirsa remaja menonton program hiburan. Sedangkan pemirsa dewasa cenderung menonton program berita, religi, dan olahraga.

Religi
Menurut Hellen, tontonan TV akan berbeda lagi jika dilihat dari status pekerjaan pemirsanya. Misalnya saja ibu rumahtangga lebih banyak penonton program bergenre serial (sinetron) dan religi.
Para pekerja meluangkan waktu untuk menonton genre berita, program religi, dan olahraga. Sedangkan para pensiunan/pencari kerja menghabiskan waktu di depan TV untuk menonton program bergenre
informasi dan berita.
Populasi responden penonton televisi dalam survei di 10 kota besar ini diklaim mencakup populasi sebanyak 42 juta individu.
Komposisinya, relatif seimbang antara laki-laki 46,7 persen dan perempuan 53,3 persen.
Di antara mereka, persentase pemirsa dewasa muda (20-39 tahun) lebih besar yakni mencapai 40,4 persen dibandingkan anak-anak umur 5-14 tahun (22,6 persen), remaja usia 15-19 tahun (10,8 persen), dan dewasa usia 40 tahun ke atas (26,3 persen). Respoden dipilih secara acak dari semua kelas sosial dengan jumlah pemirsa dari kelas menengah atau SES C (51,3 persen) lebih besar daripada pemirsa kelas atas (29,4 persen) dan kelas bawah (19,3 persen).



Miskin

Survei ini juga menemukan kecenderungan bahwa semakin rendah pendapatan orang, semakin banyak waktu yang mereka habiskan untuk menonton televisi.
Masyarakat dengan sosial ekonomi status (SES) E yang pengeluaran di bawah Rp 500 ribu per bulan, terbukti paling banyak menonton televisi, terutama pada jam-jam tayang utama (prime time).
Sedang kelompok masyarakat dengan SES A (pengeluaran bulanan diatas Rp 3 juta) paling sedikit menyempatkan waktu menonton televisi.
"Mengamati kebiasaan menonton pemirsa TV di sepanjang hari,tampak bahwa semakin rendah status sosial ekonominya, justru semakin tinggi kepemirsaan TV-nya, terutama saat prime time," kata Hellen.
Pola tersebut, lanjut Hellen, juga tampak jika dianalisis berdasar latar belakang pendidikan pemirsanya. Semakin tinggi pendidikan pemirsa, semakin rendah konsumsi TV-nya.
Yang cukup menarik, pemirsa yang berlatar belakang pendidikan nonformal, konsumsi TV-nya ternyata tergolong lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak tamat SD.
Dari sisi usia, anak-anak dan remaja banyak menonton TV terutama antara pukul 06.00 hingga pukul 17.00.
Sementara, saat jam tayang utama, anak-anak memimpin kepenontonan TV bersama pemirsa dewasa usia 50 tahun ke atas.
Pada jam tayang dengan potensi pemirsa terbesar ini, pemirsa produktif usia 20 sampai 29 tahun adalah yang paling rendah mengkonsumsi TV.
Selain itu, ibu rumahtangga dan pelajar juga menjadi kelompok yang paling banyak menonton TV hampir di sepanjang hari.
Dilihat dari lamanya waktu yang dihabiskan untuk menonton TV setiap harinya, konsumsi TV ibu rumah tangga adalah yang paling lama. Yakni, rata-rata 3,2 jam atau 3 jam 12 menit setiap
hari.
Sementara, target pemirsa yang lain rata-rata menghabiskan waktu menonton TV antara 2,4 hingga 2,9 jam sehari.
Dengan durasi menonton dan tontonan yang beragam, secara keseluruhan, program yang memberikan sumbangan rating terbesar pada beberapa stasiun TV memang masih program sinetron.
"Peluang untuk mendapatkan rating menjadi besar karena sinetron banyak ditempatkan pada jam tayang prime time yang potensi pemirsanya paling besar," jelas Hellen.
Dibandingkan dengan genre program lainnya, durasi tayang program serial (termasuk sinetron) dan film (termasuk FTV) sebenarnya lebih sedikit dibandingkan hiburan, informasi, dan berita yang lebih banyak disiarkan di jam tayang non prime time dengan potensi pemirsa yang tidak sebesar prime time.
Dengan kemudahan dan kemurahan akses, layar kaca akan selalu menjadi media pelarian bagi sebagian besar orang, apapun pilihan acaranya.
Namun pilihan tontonan itu akan bervariasi tergantung pada latar belakang demografis pemirsanya. Dengan beragamnya status demografis pemirsa TV, sebenarnya segmen yang paling banyak berinteraksi dengan TV adalah segmen perempuan, anak-anak dan remaja, serta dewasa, kecuali usia 20-39 tahun, SES BCDE, ibu rumahtangga, pelajar, serta mereka yang berpendidikan SD, SMA, dan tidak tamat SD.

Ada peristiwa menarik?
SMS www.tribun-timur.com di 081.625.2233
email: tribuntimurcom@yahoo.com

Hotline SMS untuk berlangganan Tribun
Timur edisi cetak: 081.625.2266.
Telepon: 0411 (8115555) (Persda Network/fin)

favorite site: www.tribun-timur.com

Wednesday, November 28, 2007

Surat Kabar dalam Pilkada

Surat Kabar dalam Pilkada

(Posisi dan Peran)

* Pointer untuk bahan diskusi pada ”Pertemuan Forum Kehumasan Provinsi Sulawesi Selatan”, 29 Novemver 2007, di Pulau Kayangan, Makassar

A. POSISI

· Netral, mengapa:

- Dalam pilkada, hampir seluruh tokoh dan lembaga yang memiliki jaringan ke massa akar rumput (grassroot) ikut bermain. Karena itu, konflik --mulai dari yang bersifat ideologis, etnis, agama, program, maupun personal-- sulit dihindari. Masyarakat terbelah berdasarkan jumlah pasangan calon.

- Di pilkada manapun selalu ada konflik. Yang berbeda adalah level konfliknya. Tingkatan konflik --beradab atau barbar, fisik atau sekadar perang kata-kata-- tergantung cara masyarakat dan elite politik mengelola konflik. Juga termasuk di sini, cara surat kabar memposisikan diri dan membawa misinya untuk masyarakat.

- Dalam kondisi masyarakat yang terbelah, surat kabar harus melihat dirinya sebagai bagian dari solusi, bukan bagian dari konflik. Karena itu, surat kabar harus menarik diri dari kelompok, naik ke posisi yang lebih tinggi dan suci, serta memerankan diri sebagai ”negarawan”, bukan ”politisi”. Negarawan memperjuangkan kepentingan masyarakat luas dan pandangannya jangka panjang. Politisi sebaliknya: berjuang untuk kepentingan kelompoknya dan perspektifnya jangka pendek.

- Untuk tujuan itu, surat kabar harus dan mutlak menjadi kekuatan pembentuk opini publik yang efektif. Ini hanya bisa dicapai bila masyarakat, termasuk para kandidat dan pendukungnya yang bertarung, mempercayai kata-kata surat kabar, mendengar, dan menjadikannya rujukan dalam bertindak.

- Surat kabar akan mencapai level tersebut bila telah memiliki kredibilitas dan kepercayaan (trust).

- Lewat beritanya, surat kabar yang memiliki kredibilitas dan trust mengarahkan dan memberikan alasan kepada masyarakat untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu.

- Saya tidak melihat ada cara lain untuk mencapai level surat kabar yang memiliki kredibilitas dan trust kecuali surat kabar dibawah, diarahkan, dan ditempatkan pada posisinya yang suci, yaitu netral.

- Netralitas surat kabar, dengan demikian, akan melahirkan kredibilitas dan trust. Pada akhirnya, kredibilitas dan trust akan melahirkan pengaruh (power).

- Kalaulah kemudian dikatakan bahwa pers adalah kekuatan keempat demokrasi, pastilah yang dimaksudkan adalah pers yang di dalam dirinya terdapat kredibilitas dan trust, bukan sembarang pers.

· Netral, caranya:

- Netralitas surat kabar mestinya tidak hanya berhenti pada komitmen, pada sikap. Dia harus berakhir pada tindakan. Sangat penting untuk memikirkan cara mencapai level netral, tidak berhenti pada merumuskan posisi, prinsip, dan komitmennya.

- Isi surat kabar pada intinya terdiri atas dua: berita dan iklan. Kedua jenis content surat kabar itu, bagi kandidat yang bertarung, sangat strategis. Karena itu, mengacu kepada posisi netral surat kabar, harus ada kebijakan khusus redaksional yang konsisten, dapat diukur, dan transparan dalam mengelola berita dan iklan pilkada.

- Berita dicari, ditulis, dan dilaporkan wartawan dengan prinsip-prinsip jurnalisme. Apa judulnya, anglenya apa, fotonya apa, di mana dan halaman berapa ditempatkan, sepenuhnya tunduk pada prinsip-prinsip jurnalistik. Atas nama prinsip netralitas, tidak ada kompromi untuk ini.

- Beda dari berita, bahan iklan, layoutnya, kata-katanya, gambarnya, ditentukan oleh pemasang iklan. Mau ditempatkan di halaman berapa, berapa lama, ukurannya, sangat tergantung pada kesepakatan harga antara pemasang iklan dan bagian bisnis (bukan redaksi) surat kabar.

- Dalam prakteknya, unit-unit redaksi seperti wartawan, fotografer, layout, bahkan peralatan kantor di redaksi dikerahkan untuk membantu proses dan bahan pembuatan iklan kandidat, tetapi tetap saja bukan berita: Apa judulnya, anglenya apa, fotonya apa, di mana dan halaman berapa ditempatkan tunduk pada hukum bisnis, bukan redaksi.

- Seperti halnya berita, iklan juga tunduk pada aspek-aspek teknis surat kabar. Misalnya, jumlah kolom, jumlah halaman, jumlah dan distribusi halaman warna.

- Di bidang redaksi, demi menjamin tegaknya prinsip netralitas, Tribun Timur menyajikan empat halaman khusus pilkada. Satu halaman untuk hal-hal teknis seperti distribusi surat surat, kesiapakan KPU, dan liputan big picture. Tiga halaman lainnya dialokasikan untuk masing-masing pasangan calon.

- Sebagai halaman berita, halaman-halaman pilkada mengacu pada prinsip-prinsip jurnalisme. Tanpa memandang latar belakang calon, atau tanpa peduli berapa halaman iklan yang dikontrak, Tribun mengerahkan reporter untuk meliput kegiatan seluruh kandidat yang berkompetisi.

- Di halaman satu, berita dan foto pilkada diusahakan mencerminkan prinsip netralitas, kendati kadang-kadang bayarannya cukup mahal: mengorbankan prinsip-prinsip penjudulan sesuai konsep produk Tribun.

- Di bidang iklan, Tribun mempresentasikan kebijakan iklan, harga, distribusi halaman, dan masalah teknis percetakan kepada tiga tim dari tiga kandidat secara terbuka, transparan, dan jujur, sebelum masa kampanye dimulai. Ini dimaksudkan agar tim kandidat dapat merencanakan materi dan strategi iklan kampanye (bahan, tema, maupun budget).

- Bahwa pada akhirnya ada kandidat yang mengontrak iklan dengan halaman lebih banyak, atau lebih sedikit tapi di posisi strategis, itu sulit sekali dihindari karena tunduk pada hukum bisnis, bukan redaksi.

- Yang terpenting adalah, seluruh halaman iklan di-declare, dinyatakan, kepada publik. Misalnya dengan penulisan kata ”advetorial”. Atau karena bentuknya, publik langsung mengenalinya sebagai iklan.

- Cara terpenting dan prinsip untuk netralitas adalah ini: angle berita, judul, maupun foto dikelola berdasarkan fakta-fakta jurnalistik, bukan dengan tujuan menyenangkan salah satu kelompok atau salah satu kandidat.

B. PERAN

- Setelah mendapatkan kredibilitas dan trust, apa yang harus dilakukan surat kabar? Dia harus membawa misi besar: misi untuk masyarakat, bukan kelompok.

- Kredibilitas memberi mandat kepada surat kabar untuk secara leluasa, tanpa dicurigai, memainkan peran positif untuk masyarakat: memberikan pendidikan politik, melibatkan masyarakat secara civilized (beradab) dalam proses politik, dan pada akhirnya, kesejahteraan masyarakat.

- Nilai-nilai yang penting yang ditanamkan secara konsisten seperti ”siap kalah, siap damai, siap menang” mendorong masyarakat, tim sukses, dan kandidat untuk bersikap rasional

- Proses dan hasil Pilkada Sulsel, sejauh yang kita tangkap, paling tidak memberikan pelajaran untuk publik:

· Surat kabar yang netral tidak saja memberi pencerahan tapi juga berperan membawa konflik ke arah yang lebih beradab, ke level pertarungan pembuatan opini di media massa.

· Surat kabar yang netral, yang bisa dipercaya masyarakat dan kandidat yang bertarung, mengurangi opsi pengerahan massa. Pembentukan opini dirasakan lebih efektif dan efisien lewat surat kabar ketimbang mengerahkan massa.

· Surat kabar yang netral akan lebih efektif menyerukan nilai ”siap kalah, siap damai, siap kalah” ketimbang surat kabar yang mengambil posisi sebaliknya.

· Pada akhirnya, surat kabar yang netral mungkin tidak akan pernah bisa memuaskan semua pihak, terlebih para pihak yang secara emosional sangat dekat dan involve (terlibat) ke kandidat tertentu.

· Masalahnya adalah surat kabar yang netral, pada dasarnya, mengacu pada fakta dan prinsip-prinsip jurnalisme lainnya, bukan pada motif menyenangkan para pihak yang terlibat pertarungan.

· Catatan akhir: Kendati surat kabar sudah secara jelas merumuskan posisinya dalam pertarungan pada pilkada, mengarahkan diri agar berada pada posisi netral, dan melakukan serangkaian cara yang terukur dan transparan, pada akhirnya, masyarakatlah yang memberikan penilaian.

Semoga bermanfaat!

Makassar, 28 November 2007

Dahlan,

Wakil Pemimpin Redaksi II Tribun Timur

Tuesday, November 27, 2007

Radio untuk Wanita

http://www.radiospfm.com/

RADIO SPFM Makassar

Radio yang menyasar kaum wanita. Jingle: Citra Wanita Makassar

PROGRAM SIARAN SEPEKAN

J A M

SENIN

SELASA

RABU

KAMIS

JUMAT

SABTU

MINGGU

05.00-05.29

BAHANA PAGI

BAHANA PAGI

05.30-06.29

CAHAYA IMAN

06.30-08.59

SALAM & SELAMAT

09.00-09.44

CANTIK & SEHAT

KASIH IBU

HALO DOKTER

RAHASIA DAPUR

DERAP PEREMPUAN

GAGAS GENDER

SALAM & SELAMAT

09.45-09.59

RADIO JURNAL PEREMPUAN

10.00-12.19

K E N C A N

KENCAN

12.20-12.29

RADIO JURNAL PEREMPUAN

12.30-14.29

J E L I T A

LOVE SONGS

14.30-15.29

BISIK - BISIK

BINCANG MASALAH WANITA

BISIK - BISIK

BINCANG MASALAH WANITA

BISIK - BISIK

J E L I T A

KHARISMA

15.30-17.29

KHARISMA

17.30-17.59

BULETIN SORE KBR 68H JAKARTA (DELAY)

KHARISMA

18.00-20.19

MELODY MEMORY

20.20-20.29

INFO KE- SEHATAN

PERSPEKTIF

SPEKTRUM

SUARA PERS

LINTAS AUS-IND

SERBA- SERBI

INTERNEWS

20.30-21.29

BAHANA MALAM


BAHANA MALAM

21.30-23.29

KLINIK KELUARGA

23.30-01.30


Acara sewaktu-waktu dapat berubah tanpa pemberitahuan sebelumnya.


Favorite site: www.tribun-timur.com

Radio Gamasi, dari Dangdut Hingga India

Radio Gamasi, dari Dangdut Hingga India

GAMASI. Radio dengan pemirsa terbanyak di Makassar. Siarannya 90 persen dangdut. Sisanya lagu asing, bukan Barat, tapi India. Ada juga lagu Bugis-Makassar. Program lain seperti kesehatan (obat tradisional).

Program siaran unggulan:

  • Dendang Musik Pagi alias Dg Mugi
  • Terminal Dangdut (Tenda)
  • Keong Dangdut Abadi (Keladi)
  • Titipan salam dan Persahabatan (Pasara)
  • Tambahan Obat Tradisional (Tambara)
  • Ga'de-ga'de (info jual beli)
  • Salamaki
  • Paccaritas

Segmen: menengah-bawah (Hampir semua pete-pete, angkutan kota, memutar Gamasi)

Selain dangdut, kekuatan Gamasi lainnya adalah:

  • Interaktif
  • Penyiar menampilkan bahasa yang akrab dengan pemirsa. Logat atau bahasa Bugis-Makassar sangat kental. Mari ki di.

Favorite site: www.tribun-timur.com

Jazz dan Radio

Jazz dan Radio

Community:

  • Penggemar jazz di berbagai kota di Indonesia tidak perlu berkecil hati. Hampir di seluruh kota besar, ada saja stasiun radio yang memutar lagu-lagu jazz.
  • Ini dia versi www.horizon-line.com/

http://www.horizon-line.com/agenda/radio.html

Radio Hard Rock - 87.60 FM, Jakarta
Jl. M.H. Thamrin 11, Gd Sarinah Lt.8,
Jakarta
Telepon : 021-3146557, Fax : 021-3908473
E-mail : program@hardrockfm.com

Hard Rock FM, Jakarta, yang populer dengan life style & entertainment station, diam-diam juga menyajikan musik jazz sebagai salah satu acaranya. Namanya adalah "Jazz An Hour", yang dihadirkan setiap hari Minggu, Pukul 21.00 - 22.00 WIB. Pembawa acaranya adalah Farhan, dan menyajikan komposisi-komposisi jazz terbaru, informasi jazz.


Radio ARH Jakarta - 88.65 FM
Jl. Raya Perjuangan, Kompleks RCTI, Kebon Jeruk
Telepon : 62-21-5323174, Jakarta Barat.

Stasiun radio bernuansa jazzy ini akan menghibur Anda dengan komposisi-komposisi jazz dan informasi jazz terbaru. Simak dan jangan lupa untuk stay tune di 88.65 FM, Radio ARH Jakarta.


RRI PRO 2 105.1 FM, Jakarta
Jl. Medan Merdeka Barat 4 - 5, Telepon : 021-3459151
Fax : 021-3522186, Jakarta Pusat 10110

Anda ingin mendapatkan sajian informasi aktual tentang musik jazz? Ikutilah acara "Jazzy Pro" yang dihadirkan untuk Anda. Acara menarik ini menyajikan informasi aktual tentang jazz, album jazz terbaru, profil musisi jazz, dan sebagainya. Acara ini dilaksanakan setiap hari Minggu, 8.00 - 9.00 WIB.


Radio One 101 FM, Jakarta
Menara Imperium Lt P7, Metropolitan Kuningan Kav No.1
Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan
www.radioonejakarta.com

One Jazz Hour -- Minggu jam 12.00 - 15.00
Pembawa acaranya adalah "Ralph Tampubolon" menyajikan komposisi musik Jazz dari era 80's - 2000's. Acara ini juga membahas profil artis dan sejarah musik Jazz itu sendiri.

One Acid Jazz Hour -- Selasa Pukul 20.00 - 22.00
Bersama "Nadya Laras" the queen of Acid Jazz.... its all about Acid jazz. Membahas tentang semua musik2 Acid Jazz terbaru dan perkembangannya di seluruh dunia & perkembangannya di
Indonesia.


Radio Trijaya 104.75 FM, Jakarta
Jl. Raya Pejuangan, kawasan RCTI, Kb. Jeruk, Jakarta Barat

Radio Trijaya FM adalah salah satu stasiun radio yang juga kerap menyiarkan programa acara jazz. Di antaranya adalah Carla Carlos Show, setiap hari Minggu malam, Pukul 18.00 - 21.00, Trijaya Jamz Report (sebulan sekali), dan Dave Koz Radio Show


Radio Ramako 105.8 FM, Jakarta
Menara BTN lt. 19, Jl. Gajah Mada No. 1
Harmoni, Jakarta Pusat 10130
Telp.
(021) 6332701-06
Fax. (021) 6342707
Website : www.ramakofm.com

JAZZY ON MAGIC -- Sabtu - Pukul 06.00 s/d 24.00 wib
Siaran reguler di Radio Ramako 105.8 FM pada hari Sabtu.
Selain pemutaran komposisi jazz juga ada special program seperti hari-hari lain.

TOP

Bandung

Radio KLCBS 100.55 FM, Bandung
Jl.
Karang Layung no.10
Tlp (022) 232452
Bandung, Jawa Barat

Inilah salah satu radio jazz terbaik di Indonesia. Konsisten. itulah kata yang pas, untuk menggambarkan bagaimana radio ini tetap eksis di jalur jazz, di tengah kondisi perekonomian yang kian sulit ini. Simak beragam komposisi jazz standar, dan berbagai topik seputar jazz di radio ini.


Radio RASE 102.3 FM Keep Bandung Beautiful, EUY!
Jl. Dr. Setia Budi 19,
Bandung
Telepon : 022-2038329
Fax : 022-2038558
E-mail : rasefm@attglobal.net

Stasiun radio ini selain mengusung musik adult contemporary, juga memiliki program musik jazz: dari smooth jazz, kontemporer, acid, fusion, bahkan brazilian, dalam Evening Jazz. Acara menarik ini, dapat anda nikmati setiap hari Minggu Pukul 19.00 - 21.00 bersama Ratu Celia. Selama dua jam, setiap akhir minggu, Anda akan dimanjakan oleh musik jazz, info aktual tentang jazz, highlight, profil dan gosip seputar jazz, tentunya dengan nuansa yang berbeda.


HER Radio 88.8 FM, Bandung - Radio Station For Beauty & Brain
Jl. Bukit Dago Utara II No. 28, Bandung
Telepon : 022-250-5319, Fax : 022-251-3999

Her Radio 88,8 FM, Bandung, adalah Radio Perempuan yang juga mengusung komposisi jazz sebagai nafas dari program acaranya. Berikut adalah beberapa program unggulannya :

1. Breakfast Club (Senin - Minggu, 06.00-08.00 - Jazz Fusion)
2. Beauty & Health (Senin - Jumat - 09.00-10.00 - Jazz Vocal Male)
3. Latino Lunch Break (Senin - Minggu Latin Jazz)
4. Forum Perempuan (Senin - Jumat - 16.00-17.00 - Jazz Vocal Female) 5. Club Jazz (Senin - Jumat 18.00-20.00 - Acid Jazz Program)
6. Hot Spots (Sabtu 08.00-09.00 - Jazz - instrumental )
7. Jazz Do It (Sabtu - Minggu 00.00 - 02.00 Jazz Apreciation)
8. Man of The Week (Sabtu 09.00 - 10.00 Jazz Vocal Male)
9. City Beats (Sabtu 22.00 - 24.00 - Acid Jazz)
10. Beautiful People (Minggu 10.00 - 11.00 Jazz Vocal Female)
11. Art Club (Minggu 12.00 - 13.00 Jazz vocal, instrumentalia)
12. Hot Issue (Minggu 16.00-17.00 Jazz Vocal Male)

TOP

Semarang

Suara Sakti Smooth Jazz 105.1 FM, Semarang
Jl. Kawi 29, Telepon : 024-8502929, Fax : 024-316153
Semarang - Jawa Tengah

Stasiun radio ini merupakan satu-satunya radio di Semarang yang berani berkibar dengan membawa bendera jazz sebagai nafas dari berbagai program musiknya. Anda dapat menikmati berbagai informasi aktual seputar jazz, dan - tentu saja - komposisi jazz terbaru.

TOP

Surabaya

Suara Surabaya 100.55 FM, Surabaya
Jl. Wonokitri Besar 40-C
Telepon : 031-5683040, Fax : 031-5683733

Suara Surabaya FM adalah salah satu stasiun radio yang memiliki sajian musik jazz yang sangat menarik, yaitu: Jazz Traffic, Setiap Senin - Kamis, Pukul 22.00 - 23.00 WIB, yang diasuh oleh Nana Aryono R dan Howie Chen, dan Bubi Chen Choice, setiap hari Rabu - Kamis, Pukul 20.00 - 21.00, yang diasuh sendiri oleh Bubi Chen. Anda akan mendapatkan sajian musik jazz berkualitas hingga review album-album jazz terbaru.


Radio SCFM 104.7 FM Surabaya
The Dave Koz Radio Show, Setiap hari rabu, Pukul 22.15 - 24.15 dan siaran ulangan pada hari Minggu, Pukul 14.00 - 16.00 WIB.

TOP

Yogyakarta

Radio UNISI 104.7 FM, Yogyakarta
Jl. Pasar Kembang 41
Yogyakarta, Telepon : 0274-566009

Sejak didirikan pada 1975, UNISI banyak memperdengarkan komposisi-komposisi jazz dan R&B kepada pendengarnya, para intelektual muda Yogyakarta. Tiga kali seminggu, Anda dapat mengikuti perkembangan musik jazz di radio ini, yaitu setiap hari Senin 22.00 - 23.00 (Jazz Corner), Rabu 22.00 - 24.00 (The Dave Koz Radio Show), Minggu 14.00 - 16.00 (The Dave Koz Radio Show).


Radio Bikima 99.85 FM Yogyakarta
Programa jazz dapat Anda simak setiap hari Sabtu, Pukul 21.00 - 23.00.
Komposisi-komposisi dan informasi jazz disajikan dengan menarik.


Radio Rasia Lima 89.7 FM, Yogyakarta
Jl. Kesejahteraan Sosial, Sonosewu Yogyakarta

Setiap Kamis malam, Pukul 21.00-22.00, program musik jazz menarik dapat Anda simak. Acara ini diasuh oleh Bung Hery Nugroho, seorang ekonom dari FE UGM yang sekaligus juga tokoh di setiap pergelaran jazz di UGM. Selain memutar komposisi-komposisi jazz, program acara ini juga (sebagian besar) diisi dengan apresiasi musik jazz.

TOP

Pekalongan

Radio BSP 103, 7FM Pekalongan
Jl.Karya Bakti No.21 Pekalongan 51111
Telp.0285-424597/431616/428462
Fax.0285-427457
E-mail. bspfm@telkom.net

Stasiun radio yang beroperasi di Pekalongan ini memiliki dua programa jazz unggulan, yaitu "The History of Jazz", disiarkan dua kali sehari, pukul 12.00 dan 22.00. Masing-masing berdurasi 5-7 menit dan menyajikan info singkat seputar profil musisi jazz, jazz styles, dan menampilkan komposisi jazz yang relevan. Di samping itu, Anda juga dapat menyimak "Jazz Corner", setiap Kamis, pukul 22.00 - 24.00 WIB, bersamaan dengan program "Sweet Night". Acara ini menampilkan komposisi-komposisi jazz, apresiasi jazz, dan jazz request dari pendengar.

TOP

Aceh

Radio Prima Banda Aceh 99.90 FM, Aceh
Stasiun radio dengan komposisi musik 70% R&B dan 30% jazz ini akan menghibur Anda dengan komposisi-komposisi dan informasi (jazz) terbaru. Simak dan jangan lupa untuk stay tune di 99.90 FM, Radio Prima FM, Banda Aceh.

TOP

Samarinda

Radio Mitra 102,3 FM
Jl. Pahlawan No. 1 Samarinda
Telepon : 0541 - 735454
Fax : 0541 - 741017
E-mail : mitrafm@smd.mega.net.id

Setiap hari Jumat, pukul 19.00 - 20.00 WITA, Anda dapat menikmati suguhan program jazz mingguan, Friday Jazz Night. Inilah program jazz yang dihadirkan untuk eksekutif muda, seperti Anda, yang meyuguhkan komposisi-komposisi jazz terbaru, profil musisi jazz, dan sebagainya.

TOP

Makasar

Radio Delta FM 99.50 MHz, Makasar
Hotel Sahid Jaya Makassar, Lantai 9-10
Jl. Ratulangi No.33 - Makassar
Telepon / Fax : (0411) 834 557 / (0411) 834 558
E-mail :
marketingdelta@yahoo.com

Setiap hari Kamis, pukul 20.00 - 22.00 WITA, sebuah acara jazz bertajuk Delta Jazz On Air digelar. Acara menarik ini menyajikan informasi seputar dunia jazz, mulai dari profil musisi jazz, tangga lagu jazz, hingga panggung-panggung jazz di Indonesia dan manca negara. Acara dipandu oleh Krisna Ali dan Wahyu Prasetyo.

Biak, Papua

Radio Mercury CBS 102.3 FM, Biak, Papua

Mercury Jazz Corner. Acara jazz yang menyajikan informasi terbaru seputar dunia jazz. Hadir setiap Selasa Pukul 22.00 - 23.00 WIT.

Kalimantan Timur

RSPD 99.1 & 107 FM
Jl. Pembangunan, Bukit Manimbora Indah
Tanjung Redeb - Berau, Kalimantan Timur
Telp : 0554 21264
fax : 0554 21068
E-mail :
rspd_99@telkom.net

Night Jazz - Sabtu, Pukul 19.30 - 22.00 WITA
Menyajikan sajian musik jazz dan informasi jazz terbaru.

Copyright © 1997 - 2001 Horizon-line.Com All Rights Reserved | Contact Us

Favorite site: www.tribun-timur.com